Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2017

Gus Sholah Kembali Dirawat di RSUD Jombang

Jombang, Jalaludin Rumi. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang setelah mengalami kelelahan. Adik Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid ini sempat disambangi menteri BUMN Rini Soemarno, Selasa (30/8).

"Tadinya hanya ingin periksa, karena kemarin tiba tiba lemas. Tapi oleh dokter diminta menginap, ya sudah, akhirnya sementara istirahat," tutur Gus Sholah saat disambangi Jalaludin Rumi di ruang VVIP Upaya Waluya RSUD Jombang.

Gus Sholah Kembali Dirawat di RSUD Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Kembali Dirawat di RSUD Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Sholah Kembali Dirawat di RSUD Jombang

Meski terlihat masih berbaring, Gus Sholah mengaku kondisinya kini sudah agak baik dari sebelumnya. Bahkan rencananya akan segera minta untuk pulang. "Doakan besuk sudah bisa pulang, sekarang sudah baikan," imbuhnya.

Jalaludin Rumi

Sudah beberapa kali, putra ragil dari KH Wahid Hasyim ini dirawat di rumah sakit, mengingat kondisi usia dan kesehatannya yang sudah melemah.

Saat menjalani perawatan, Gus Sholah sempat disambangi Menteri BUMN Rini M Sumarno.

Rini yang mengenakan baju putih datang bersama rombongannya setelah sempat mampir di pesantren Tebuireng. Dengan didampingi dokter Mahfudz, dan istri, Gus Sholah menerima sejawatnya itu. "Alhamdulillah kondisi saya sudah membaik. Hanya kecapekan saja," ujar Gus Solah sambil berbaring.

Jalaludin Rumi

Kepada Menteri Rini, Gus Sholah menceritakan, di ruang yang ditempatinya sekarang inilah sempat digunakan presiden Gus Dur saat dirawat sepekan sebelum meninggal. "Disini dulu Gus Dur pernah dirawat, sama yang nangani dokternya," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Rini mengaku dirinya sengaja menjenguk Gus Sholah di RSUD Jombang setelah akan mampir di Pesantren Tebuireng untuk ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur usai me-launching kartu petani di PG Tjoekir. "Tadinya kepingin mampir di pesantren, namun mendengar beliau dirawat, kita langsung ke sini (RSUD). Alhamdulillah kondisi beliau sudah sehat, kita doakan segera pulih dan bisa beraktifitas kembali memimpin pesantren," ujarnya.

Rini mengaku dekat dengan Gus Sholah sejak lama, di samping sebagai senior dan tokoh NU yang sering diajak bertukar pikiran berbagai persoalan. "Beliau senior, kita sering berdiskusi jika ada persoalan, dan saya dekat sejak lama dengan beliau," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70858/gus-sholah-kembali-dirawat-di-rsud-jombang-

Jalaludin Rumi

Sabtu, 11 Februari 2017

PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat

Jakarta, Jalaludin Rumi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengucapkan selamat kepada Muslimat NU yang bakal menghelat Kongres XVII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 23-27 November 2016.

Sebagai forum tertinggi di Muslimat NU, kongres tersebut diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat baik bagi Muslimat NU sendiri maupun bangsa dan negara. PBNU secara khusus juga mengingatkan agar terjadi regenerasi dalam kepemimpinan Muslimat NU yang selama tiga periode dipimpin Khofifah Indar Parawansa.

PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat

"Saya menyampaikan bahwa sesuai hasil rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah pada 27 Oktober, PBNU mengingatkan Muslimat NU agar kembali kepada Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama Pasal 16 Ayat 3 yang menyatakan bahwa masa khidmah ketua umum pengurus badan otonom adalah dua periode, kecuali ketua umum pengurus badan otonom yang berbasis usia adalah satu periode," ujar Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Gus Yahya, panggilan akrabnya, mengatakan, rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah meminta Muslimat NU untuk menegakkan aturan yang berlaku demi kemajuan dan kelangsungan kaderisasi di tubuh badan otonom NU yang beranggotakan kaum ibu ini.

Jalaludin Rumi

"Tanpa mengurangi rasa hormat, (rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah) meminta Ibu Khofifah Indar Parawansa, saatnya pada kongres kali ini menyerahkan estafet kepemimpinan kepada kader lain," tambahnya.

PBNU, katanya, sudah menoleransi kepemimpinan Khofifah di Muslimat NU selama tiga periode. Namun, kali ini tidak, sebagai langkah mengantisipasi kemacetan yang lebih lama dalam proses kaderisasi.

Jalaludin Rumi

Imbauan agar ketua umum tak melebihi batas dua kali masa khidmah tersebut juga berlaku untuk sejumlah badan otonom NU lain, khususnya yang tidak bebasis usia, seperti Persatuan Guru NU (Pergunu), Pencak Silat NU Pagar Nusa, Ikatan Sarjana NU (ISNU), Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), dan lainnya. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72844/pbnu-harus-ada-regenerasi-ketum-muslimat

Senin, 09 Januari 2017

Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama

Yogyakarta, Jalaludin Rumi. Kekhawatiran beberapa pihak akan adanya krisis ulama di masa yang akan datang seiring derasnya arus modernisasi dan globalisasi terjawab sudah. Prakarsa yang dilakukan oleh jajaran Kanwil Kementerian Agama Prov. D.I. Yogyakarta menyelenggarakan program tahfidz di Madrasah guna cetak kader ulama yang mempunyai kapasitas pemahaman Al-Quran secara kaffah patut mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kesempatan wisuda tahfidz Madrasah, Kamis (17/12), di GOR Amongrogo, Yogyakarta.

Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)


Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama

Saya sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas program tahfidz di Madrasah. Program ini merupakan jawaban atas kekhawatiran beberapa pihak akan adanya krisis ulama di masa depan, Kata Menag seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Jalaludin Rumi

Di hadapan ribuan siswa/i Madrasah dan calon wisudawan tahfidz Madrasah, Lukman Hakim Saifuddin beberapa pesan dan harapan, pertama: Al Quran tidak hanya perlu dibaca dan dihafal dengan bacaan yang benar dan lagu yang indah saja, tetapi harus dikaji isi dan kandungannya agar nilai Al-Quran dapat dijadikan landasan dan praktek dalam kehidupan di masyarakat.

Jalaludin Rumi

Kedua, mengajak kepada para huffazh untuk terus mengkampanyekan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Ketiga, sebagai umat Islam harus mempunyai tanggung jawab bersama untuk senantiasa menjaga Al Quran dari kepunahan. Tradisi membaca dan mengkaji Al Quran setelah sholat Magrib yang telah dicontohkan para leluhur harus terus dilestarikan.

Keempat, mengajak kepada seluruh masyarakat Muslim untuk terus menjadikan Al-Quran sebagai pedoman nilai yang dapat membimbing dan melandasi kita dalam langkah dan gerak kita dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kelima, teringat akan nasehat Imam besar umat Islam Imam Syafii untuk menjaga hafalan dengan baik maka kita harus menjauhi perbuatan maksiat.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Machasin, Direktur Madrasah Direktorat Pendidikan Islam Nur Kholis Setiawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Prov. D.I. Yogyakarta Nizar Ali. Red: Mukafi Niam

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64390/program-tahfidz-di-madrasah-cetak-kader-ulama

Jalaludin Rumi

Senin, 19 September 2016

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Jakarta, Jalaludin Rumi. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU), Royandi Haikal, SH, MH, menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Hukum Bagi Orang Miskin dengan Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi DKI Jakarta, di kantor Kanwil Kemenkumham RI Provinsi DKI Jakarta, Selasa 29 Maret 2016.

Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari telah diakuinya LPBHNU sebagai Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang telah lulus verifikasi dengan akreditasi C, sebagaimana Sertifikat Akreditasi berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-01.HN.03.03 Tahun 2016, thl 7 Januari 2016.

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)


LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Royandi Haikal menjelaskan, penganugerahan Sertifikat Akreditasi OBH kepada LPBHNU merupakan pengakuan terhadap eksistensi LPBH NU sebagai OBH yang sejajar dengan OBH lain seperti YLBHI, Posbakum, dan lainnya. Sertifikat Akreditasi tersebut juga menjadi dasar bagi LPBHNU untuk berperan dalam layanan bantuan hukum secara resmi, profesional dan akuntabel, sekaligus diisi dengan dakwah sebagai salah satu misi NU. Semoga hal ini menjadi langkah awal yang positif bagi LPBHNU untuk berperan dalam proses penegakan hukum dan dakwah, katanya.

Ia menambahkan wujud kemitraan antara LPBHNU dengan Pemerintah dalam memberikan bantuan hukum baik litigasi maupun nonlitigasi kepada orang miskin atau kelompok orang miskin sesuai dengan amanah UU No 16 Tahun 2016 tentang bantuan hukum. Red: Mukafi Niam

Jalaludin Rumi

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66889/lpbhnu-kemenkumkam-dki-kerjasama-tangani-hukum-bagi-orang-miskin-

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

Sabtu, 27 Agustus 2016

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket

Jakarta, Jalaludin Rumi. Para kiai menggantungkan persoalan menjamurnya minimarket kepada pemerintah. Mereka melihat pemerintah memiliki sikap ganda dalam membangun perekonomian masyarakat. Keberpihakan pemerintah terhadap pedagang kecil tidak tampak di tengah menjamurnya minimarket yang ditopang modal besar. Kehadiran mereka semakin meresahkan.

Apakah indomart dan alfamart itu salah satu wujud dari pasar bebas? kata Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir pada diskusi terbatas soal pasar bebas pra muktamar NU ke-33 di Jakarta, Senin (11/5) sore.

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)


Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket

Pemerintah seperti membiarkan para pedagang kecil bertarung sendiri merebut pasar dengan minimarket tersebut. Kerap kali jumlah mereka membludak hanya berjarak beberapa puluh meter.

Salah satu pengurus LBM PBNU KH Arwani Faishal mendukung usul Kiai Afif. Kiai Arwani mengutip madzhab Malikiyah mengatakan dibutuhkan intervensi pemerintah untuk menjaga maslahatan umat.

Jalaludin Rumi

Pada praktiknya pasar bebas itu memang tidak alami. Setiap penjual dalam pasar bebas bergerak menuju keuntungan besar. Dan ini dipenuhi dengan ketidakadilan, penuh dengan rekayasa, kata Ketua PBNU Prof DR H Maksum Mahfudz.

Jalaludin Rumi

Kalau banyak laporan keluhan seperti ini, negara semakin dibutuhkan kehadirannya. Mereka harus memproteksi pedagang kecil. Negara wajib memberikan subsidi dan permodalan, kata Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi.

Negara, menurut Kiai Masdar, merupakan pelindung terakhir bagi pedagang lokal yang kalah dalam persaingan. Rasulullah bersabda, Assulthon waliyyu man la waliyya lah (negara melindungi mereka yang tidak memiliki perlindungan).

Negara tidak boleh mengelak dari tanggung jawab ini. karena negara merupakan the last resources, tandas Masdar. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59506/para-kiai-gerah-oleh-minimarket-minimarket

Jalaludin Rumi

Rabu, 15 Juni 2016

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

Wonosobo, Jalaludin Rumi. Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) memberikan modal usaha kepada 120 fakir miskin. Pemberian secara simbolis dilakukan pada Istighosah dan Pengajian sebagai salah satu rangkaian Rapat Pleno PBNU di kampus Unsiq, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat malam (6/9).

Menurut Direktur Eksekutif LAZISNU Amir Maruf, total sumbangan kepada mereka adalah 120 juta rupiah. Sumbangan didapat PP LAZISNU dari dana kebajikan CIMB Niaga Syariah di Jakarta pada akhir Ramadhan lalu.

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)


PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

Penerima tidak hanya warga di Wonosobo, tapi di beberapa LAZISNU cabang pulau Jawa, Cabang Kalimantan dan Sumatera, jelasnya.

Jalaludin Rumi

Amir menjelaskan, kriteria warga yang diberi sumbangan adalah, tergolong fakir miskin dan mereka memiliki potensi pembangunan usaha. Supaya duit itu tidak konsumtif, tapi untuk modal usaha.

Kemudian, kata Amir, LAZISNU tidak melepas begitu saja. Supaya sesuai dengan tujuan, LAZISNU mendampingi mereka di bidang marketing, manajemen, dan pendampingan rohani, Problem pemberdayaan umat itu tidak hanya pada modal, tapi soal pendampingan yang tiga itu, katanya.

Manajemen diperlukan untuk mendorong mempu mengelola modalnya. Marketing , supaya mereka mampu memasarkan produknya. Pendampingan rohani dilakukan karena fakir itu dekat dengan kekufuran, dan dekat dengan kepasrahan dan menyerah.

Jalaludin Rumi

Yang jelas, kata Amir, LAZISNU berpandangan bahwa mereka tidak cukup diberi modal usaha, tapi didampingi, ditongkrongin.

Kemudian nanti dilakukan evaluasi pada forum-forum bulanan yang dikemas pada saat pengajian, sharing persoalan, dan pemecahan masalah. Di samping tim lazisnu melakukan monitoring langsung.

Penyerahan modal usaha tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil SIroj dan perwakilan CIMB Niaga Cabang; kepada Slamet Sugiyarto dari Kalibeber dan Darsinah dari Jaraksari. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46887/pp-lazisnu-beri-modal-usaha-120-fakir-miskin

Jalaludin Rumi

Senin, 30 Mei 2016

Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju

Jakarta, Jalaludin Rumi. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi berpendapat, masa depan Indonesia tidak bisa hanya diandalkan kepada meningkatnya jumlah kaum intelektual di Tanah Air. Pasalnya, negeri ini lebih membutuhkan kaum bermoral tinggi.

Sarjana hukum sangat banyak tapi hukum tetap dinjak-injak. Ahli hukum tapi kena hukuman. Sarjana ekonomi juga banyak tapi pengangguran selalu ada di mana-mana. Banyak juga yang ahli pendidikan namun tidak punya karakter, katanya pada peringatan haul Syaikh Abdul Qadir al-Jailani di Pesantren As-Sholihin al-Abror Cilincing, Jakarta Utara, (24/2).

Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju (Sumber Gambar : Nu Online)


Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju

Hasyim mengatakan, ilmu pengetahuan harus disertai moralitas yang digali dari ketaatan beragama. Al-Quran mengingatkan, sebutan ulama hanya untuk hamba-hamba yang takut dan taat (khasy-yah). Inilah yang membedakan antara ulama dan panggilan kiai, tuan guru, buya, atau sejenisnya.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren al-Hikam Depok ini, sekarang Indonesia sedang mengalami krisis orang-orang pintar yang berdedikasi, amanah, dan jujur. Selain hukum, ekonomi, dan pendidikan, keadaan ini juga banyak terjadi dalam politik.

Jalaludin Rumi

Dengan mudah, lanjut Hasyim, calon pejabat menghalalkan cara-cara haram demi meraih kursi kekuasaan. Masyarakat juga dinilai kian permisif, bahkan kadang mendukung, kebobrokan moral para politisi ini karena turut memperoleh kenikmatan meskipun sesaat.

Lha, yang mau dicari itu pemimpin atau pemain. Kalau pemimpin maka akan menghasilkan pimpinan, tapi kalau pemain akan menghasilkan permainan, terangnya.

Jalaludin Rumi

Karena itu, Hasyim mengimbau umat Islam untuk memperbaiki diri baik pada segi etos kerja ataupun ketaatan beragama. Indonesia ini tidak kekurangan orang pinter, tapi kekurangan orang bener, tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42734/pengetahuan-saja-tak-jamin-indonesia-maju

Senin, 23 Mei 2016

PBNU Berikan Tanda Jasa kepada 37 Pahlawan NU

Jakarta, Jalaludin Rumi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan tanda jasa kepada 37 tokoh yang dianggap berkontribusi besar dalam perjuangan NU pada malam puncak peringatahn hari lahir (Harlah) ke-88 NU di Jakarta, Jumat (31/1).

Prosesi penganugerahan dilakukan antara PBNU dan perwakilan keluarga sang tokoh. Ketiga puluh tujuh pahlawan NU itu terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari para pendiri, komandan perang, hingga budayawan.

PBNU Berikan Tanda Jasa kepada 37 Pahlawan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berikan Tanda Jasa kepada 37 Pahlawan NU (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Berikan Tanda Jasa kepada 37 Pahlawan NU

Di antara mereka adalah Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, KH Bisri Syansuri, KH Abdullah Faqih Maskumambang, KH Idam Kholid, Asrul Sani, Djamaludin Malik, KH Masum Lasem, KH Zainul Arifin, dan para pejuang NU lainnya. Plakat kehormatan diserahkan secara simbolis kepada 10 perwakilan keluarga tokoh yang hadir pada acara itu.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, kiprah para pahlawan yang menerima tanda jasa ini sangat besar tak hanya untuk NU tapi juga untuk bangsa Indonesia secara umum. Mereka berjuang total demi kemaslahatan bersama.

Jalaludin Rumi

Anita Hayatun Nufus, putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang juga mewakili keluarga untuk menerima pengharagaan tersebut, memberikan apresiasi tinggi kepada PBNU. Ini bukti bahwa NU enggak pernah lupa akan asal-usulnya. NU sangat menghargai orang-orang yang berjuang di organisasi, ujarnya.

Pada peringatan Harlah ke-88 bertema Setia Menjaga NKRI ini, Kiai Said berharap, NU bisa istiqamah dalam menjaga NKRI untuk tetap utuh. Tidak hanya utuh secara geografis tapi juga ekonomi, politik, ideologi, budaya, dan lainnya, katanya. (Mahbib Khoiron)

Jalaludin Rumi

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49866/pbnu-berikan-tanda-jasa-kepada-37-pahlawan-nu

Jalaludin Rumi

Minggu, 13 Maret 2016

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya

Jakarta, Jalaludin RumiPimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama bekerja sama dengan Taipei Economic and Trade Office menyelenggarakan pertunjukan bertajuk "Dinamic Youth, Friendly Taiwan".

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jalan Gedung Kesenian Nomor 1, Senin (5/9) itu menyuguhkan pertunjukan budaya dari Taiwan dan Indonesia. Tampak hadir pada acara yang banyak diisi pengenalan kebudayaan Taiwan itu, Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini dan Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Liang-Jen Chang.

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)


Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya

Anggia Ermarini dalam sambutannya berterima kasih kepada pihak Taipei Economic and Trade Office yang berkenan bekerja sama dalam kegiatan kali ini. "Dari acara ini kita bisa saling belajar tentang budaya masing-masing negara," ujarnya.

Pada ajang kali ini PP Fatayat NU menampilkan para santri pesantren yang unjuk gigi menari tarian khas Aceh, Tari Saman. Selain itu, datang pula perwakilan dari santri Pesantrean An-Nahdhoh, dan mahasiswa UNU Indonesia.

Jalaludin Rumi

"Dari kegiatan ini pula kita bisa mempromosikan skill para pemuda pesantren, apalagi Indonesia merupakan pemeluk Islam tertinggi di Dunia," ucapnya.

Jalaludin Rumi

Diakui Anggi, kerja sama dengan kedutaan besar memang baru perdana dilaksanakan. Meski demikian, selama ini Fatayat NU sudah banyak mengikuti forum-forum internasional.

"Selama ini, kami sudah pernah mengikuti kegiatan diskusi salah satunya di Amerika, tepatnya April lalu," imbuhnya.

Harapannya, kerja sama antara PP Fatayat NU dan Kedutaan Besar Taiwan berlanjut dengan agenda-agenda lain. "Intinya kegiatan ini acara awal yang targetnya ke mana-mana," tandasnya.

Acara yang usai tepat pukul 21.00 itu lebih banyak menyajikan tampilan-tampilan khas Taiwan. Di antaranya budaya petik teh tradisional ala Kampung Hakka, budaya nikah tradisional, serta kebudayaan tari Chen Tiao. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71036/taiwan-fatayat-nu-gelar-pertujukan-budaya

Jalaludin Rumi

Kamis, 03 Maret 2016

Inilah Para Pemenag Lomba di Ajang NUsantara 2015

Bogor, Jalaludin Rumi. Pantia Nahdlatul Ulama Science and Cultural Art Olympiad (Nusantara) 2015 yang digelar Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Pusat akhirnya mengumumkan para pemenang pada serangkaian ajang lomba yang diadakan.

Pengumuman berlangsung pada acara puncak NUsantara 2015 di sela Seminar Kebangsaan dan Kontempelasi Budaya, akhir pekan kemarin (18/10), di Auditorium Toyib Hadiwijaya, IPB, Bogor, Jawa Barat, dan diikuti seluruh delegasi KMNU dari berbagai perguruan tinggi dan peserta dari luar KMNU.

Inilah Para Pemenag Lomba di Ajang NUsantara 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Para Pemenag Lomba di Ajang NUsantara 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)


Inilah Para Pemenag Lomba di Ajang NUsantara 2015

Perlombaan yang terdiri dari 4 cabang lomba, yaitu Lomba Esai, Lomba Cipta Mars KMNU, Lomba Hadrah, dan Lomba Musabaqah Qiroatul Kutub diikuti mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Jalaludin Rumi

Lomba ini bertujuan untuk mengapresiasi dan meningkatkan kecintaan pada NU dan KMNU, terang Azkiya Maisari dari Presidium Nasional 2 KMNU pusat di sela-sela kegiatannya.

Lomba Esai dan Lomba Cipta Mars KMNU berlangsung sebelum acara puncak NUsantara 2015 berlangsung, sementara Lomba Hadrah dan MQK dilaksanakan sebagai bagian rangkaian NUsantara 2015 di IPB yang berlangsung pada 16-18 Oktober kemarin.

Jalaludin Rumi

Berikut daftar juara dari masing-masing cabang lomba:

Lomba Hadrah

Juara 1: KMNU IPB

Juara 2: KMNU ITB

Juara 3: KMNU UNILA

Lomba MQK

Juara 1: Syaiful Hidayat

Juara 2: M. Bukhori

Juara 3: M. Mashudi

Lomba Esai

Juara 1: Muhammad Rudi Kurniawan KMNU UI

Juara 2: Dina Auliya (KMNU UGM)

Juara 3: Husna Nadiyya (KMNU UII)

Juara Lomba Cipta Mars KMNU: KMNU UGM

Panitia berharap, para delegasi yang belum berkesempatan menang tetap bersemangat dan berencana akan ada lebih banyak cabang lomba yang bisa diikuti di NUsantara berikutnya. (Red: Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62923/inilah-para-pemenag-lomba-di-ajang-nusantara-2015

Jalaludin Rumi

Kamis, 07 Januari 2016

Ketika Muslim Kamboja Membaca Arab Pego

Seorang Muslim Kamboja bernama No Sles, (dalam bahasa Indonesia dibaca Nuh Saleh) pernah berkunjung ke PBNU. Ia menyempatkan diri mampir ke kantor Redaksi Jalaludin Rumi yang terletak di lantai 5 gedung yang diresmikan KH Abdurrahman Wahid, semasa presiden.

Selama sejam ngobrol dengan Jalaludin Rumi. Ia menjelaskan keadaan muslim Kamboja; dari kebudayaan, pendidikan, dan sejarah. Pengantarnya bahasa Kamboja sehingga memerlukan seorang penerjemah.

Ketika Muslim Kamboja Membaca Arab Pego (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Muslim Kamboja Membaca Arab Pego (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketika Muslim Kamboja Membaca Arab Pego

Sebelum pamitan, sudut mata Nos Sles melihat tulisan Arab di salah satu dinding Jalaludin Rumi. Ia pun langsung mendekatinya. Kemudian membaca "Deklarasi Hubungan Pancasila dengan Islam" yang dikeluarkan NU tahun 1983 itu.

Di deklarasi yang ditulis Arab pego itu, ada logo burung garuda (Pancasila) di sebelah kanan dan NU di sebelah kiri.

Jalaludin Rumi

Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama, dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama, demikian bunyi deklarasi sila pertama itu.

Jalaludin Rumi

No Sles yang menjabat Director of Deparatment of Education and Human Resources Departemen di lembaga umat Islam Kamboja (Cambodian Muslim Development Foundation) itu membaca Arab pego dengan lancar. Ia menyebut tulisan itu "Arab Jawi".

Menurut sejarawan yang budayawan Agus Sunyoto, kita tidak perlu aneh jika Muslim Kamboja tak bisa bicara bahasa Indonesia, tapi bisa memahami dan membaca Arab pego, karena memang aksara itu digunakan dalam pengajaran di sana.

lebih jauh Agus menjelaskan kata "Jawi" yang dimaksud "Arab Jawi" Nos Sles. Kata "Jawi" adalah bahasa Jawa kuno. Sementara "Arab Jawi" adalah cara komunikasi jaringan ulama Nusantara. Aksara itu digunakan untuk wilayah Asia Tenggara.

Agus menjelaskan kaitan kata itu dengan pembagian wilayah kekuasaan Nusantara. Kira-kira abad 8 Masehi kekuasaan Mataram terbagi dua bagian; antara Sanjaya Wangsa dan Syailendra Wangsa. Nah, yang Syailendra Wangsa itu kekuasaannya disebut "Jawi", Sanjaya disebut "Jawa", katanya kepada Jalaludin Rumi, di gedung PBNU, Jakarta, (31/1) lalu.

"Jawi" itu maksudnya wilayah pedalaman, sementara "Jawa" itu disebut pesisir. Dalam istilah waktu itu, "Jawi" kepada kekuasaan Syailendra di wilayah barat, yaitu dari Jawa Tengah ke barat, hingga Campa. Sementara sebelah timurnya kekuasaan Sanjaya disebut "Jawa".

Karena saudagar-saudagar Muslim waktu itu "beroperasi" di wilayah barat (kekuasaan Syailendra), mereka menyebut "Jawi" untuk keseluruhan Nusantara. Nah, karena itu tulisan-tulisan Arab Pego, mereka sebut aksara Jawi.

Aksara Arab pego atau Arab Jawi, lanjut penulis Suluk Abdul Jalil (tujuh jilid) dan Atlas Walisongo ini, jauh sebelum zaman Walisongo. Tapi jelas itu kreativitas kalangan Muslim.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43583/ketika-muslim-kamboja-membaca-arab-pego

Jalaludin Rumi

Senin, 28 September 2015

Warga Bogor Peringati 40 Hari Wafat Kiai Sahal

Bogor, Jalaludin Rumi. Puluhan warga Kota Bogor, menggelar peringatan 40 hari wafatnya Rais Am PBNU KH Sahal Mahfudh Jumat malam (7/3). Tahlilan dipusatkan di kediaman Direktur Recognition and Mentoring Program Institut Pertanian Bogor (RAMP IPB), Dr Ir Aji Hermawan MM, Jalan Bambu Apus, Taman Yasmin, Kota Bogor, Jawa Barat.

Hj. Teti Hartati, MSi selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, acara tersebut digelar sebagai bentuk doa bagi KH Sahal Mahfudh, yang selama hidupnya dikenal sebagai ulama ahli fiqh yang sangat hati-hati, sederhana, zuhud, dan produktif dalam menelurkan karya ilmiah.

Warga Bogor Peringati 40 Hari Wafat Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Bogor Peringati 40 Hari Wafat Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)


Warga Bogor Peringati 40 Hari Wafat Kiai Sahal

Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari perjalanan hidup KH Sahal Mahfudh. Beliau panutan umat Islam Indonesia. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi bangsa ini, ujar Teti yang juga aktivis Fatayat NU Kota Bogor.

Jalaludin Rumi

Kegiatan tahlil 40 hari wafatnya KH Sahal Mahfudz diikuti sekitar 50 orang, yang berasal dari sekitar Komplek Taman Yasmin. Hadir pula para aktivis dan tokoh NU Kota Bogor.

Jalaludin Rumi

KH Sahal Mahfudh meninggal dunia pada Jumat dini hari, (24/1). Jenazah almarhum dikebumikan di tempat kelahiran di Kajen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pemimpin tertinggi di organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia ini wafat di usia 76 tahun, setelah sebelumnya berjuang dari kondisi jantung yang kurang baik.

Selain menjabat Rais Am PBNU, Mbah Sahal, panggilan akrabnya, juga merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tiga periode terakhir. Ia memimpin sejak tahun 1989 hingga wafatnya. Dia mengemban amanah sebagai rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU), Jepara, Jawa Tengah.

Kiai Sahal sebagai ulama NU dengan kecintaan luar biasa terhadap buku, koleksi Kiai Sahal mencapai 2.000 buku. Ia juga dikenal sebagai ulama ahli ushul fiqh terkemuka Indonesia.

Beberapa diantara karyanya yang menjadi rujukan santri, yakni Intifakh al-Wadjin, Faidh al-Haja ala Nail al-Raja Mandhumah Safinat al-Naja, Thariqat al-Hushul ala Ghayat al-Wushul dan a-Bayan al-Mulamma an Alfadh al-Luma (al-Syairazi).

Berpusat dari pesantren, Kiai Sahal mendorong kehidupan masyarakat di Desa Kajen melalui pengembangan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Meski hanya sebuah desa di Pati, Jawa Tengah, Kajen memiliki tak kurang dari 40 pesantren, termasuk Mathaliul Falah.

Gelar doktor honoris causa disematkan kepada Kiai Sahal pada 18 Juni 2003 untuk pengembangan ilmu fikih sosialnya. Doktor kehormatan itu datang dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. (Ahmad Fahir/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50645/warga-bogor-peringati-40-hari-wafat-kiai-sahal

Senin, 31 Agustus 2015

Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag

Jakarta, Jalaludin Rumi. Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-71 Kementerian Agama RI Tahun 2017 menyisakan sejumlah impian bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satunya ASN bernama Ahmad Damai, pegawai yang mengabdi di Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kemenag.

Damai berharap mampu melahirkan atlet bulutangkis yang akan mengharumkan nama bangsa dan negara, khususnya keluarga besar Kemenag. Putri sulungnya, Aida Damayanti, kini tercatat sebagai siswi kelas XI SMA Plus Pembangunan Jaya Bintaro, Tangerang Selatan. Sebuah sekolah yang khusus mencetak atlet berbagai cabang olahraga.

Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)


Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag

Kepada Aida, saya selalu memberi semangat untuk terus berlatih. Hormat kepada pelatih/guru dan orang yang lebih tua. Jangan putus asa, jangan tinggalkan shalat. Saya tekankan juga untuk selalu berdoa semoga apa yang dicita-citakan dikabul Allah SWT, ujar Damai usai mengikuti upacara HAB ke-71 Kemenag di lapangan banteng, Selasa (3/1).

Setiap malam, lanjut Damai, selain sholat malam ia juga menambah amalan membaca yasin, tahlil dan ratib al-Haddad. Ini semua demi keberhasilan anak saya yang ingin menjadi atlet internasional, tandasnya.

Jalaludin Rumi

Dukungan yang diberikan Damai kepada anaknya telah ia lakukan sejak Aida masih belia. Suatu ketika, ia pernah menyuruh anaknya berlari mulai dari GOR Ragunan hingga rumahnya di bilangan Kalibata.

Jalaludin Rumi

Hampir sepuluh kilometer anak saya lari. Agar fisiknya tetap sehat, ungkap Wakil Ketua LKKNU DKI Jakarta ini.

Sebagai aktivis Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama di Ibukota, Damai ingin memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Sebab saya juga suka olahraga. Khususnya bulutangkis, ujarnya bangga.

Dikonfirmasi terpisah, Aida Damayanti mengatakan motivasinya masuk sekolah bulutangkis hendak membanggakan kedua orang tua dan menggapai impiannya sejak kecil, yakni menjadi juara dunia di cabang bulutangkis.

Sejumlah kejuaraan di berbagai kota baik di Jawa maupun luar Jawa telah ia ikuti. Mulai Sirkuit Nasional (Sirnas) Jakarta, Semarang, Magelang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, hingga Bali, Manado, Makassar dan Palembang.

Gadis kelahiran Jakarta 29 Januari 2001 yang memiliki hobi mendengarkan musik, berenang, dan baca novel ini pada April 2016 silam, menyabet juara 2 di ajang Walikota Cup 2016 yang digelar di GOR Bima, Kota Cirebon. Saat itu, Aida turun di nomor ganda putri dengan pasangannya Dinda Dwi Nurcahya sukses masuki babak final.

Saat ditanya bagaimana perasaannya menghabiskan masa remaja di gelanggang olah raga, sementara anak-anak seusianya bisa leluasa bermain usai sekolah, Aida mengaku tidak masalah.

Soal kehilangan masa remaja sudah pasti yaa. Karena menghabiskan waktu untuk terus berlatih. Tapi buat saya, nggak masalah demi kebaikan dan untuk menggapai cita-cita saya ke depan, pungkas Aida. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74350/impian-damai-di-hari-amal-bakti-ke-71-kemenag

Jalaludin Rumi

Rabu, 11 Februari 2015

Indonesia Kritis, Tujuh PKC PMII se-Indonesia Keluarkan Petisi Batu

Malang, Jalaludin Rumi. Kebobrokan bangsa Indonesia dinilai sudah berada kondisi cukup akut yang memprihatinkan. Konstitusi tidak lagi menjadi pijakan. Korupsi menjadi tradisi yang tak terhindarkan. Cara berpikir dan prilaku bangsa dari level atas sampai pada level bawah sama sekali jauh dari fondasi nilai ideologi bangsa yang telah terbangun oleh para founding father bangsa.

Di sisi lain, generasi penerus masa depan bangsa, dari level pelajar sampai mahasiswa ternyata juga mengalami hal yang sama. Akibatnya, banyak kasus kekerasan, seks bebas, bahkan mental korup telah terjangkit dalam diri bibit-bibit pemimpin bangsa ini.

Indonesia Kritis, Tujuh PKC PMII se-Indonesia Keluarkan Petisi Batu (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Kritis, Tujuh PKC PMII se-Indonesia Keluarkan Petisi Batu (Sumber Gambar : Nu Online)


Indonesia Kritis, Tujuh PKC PMII se-Indonesia Keluarkan Petisi Batu

Demikian salah satu poin penting yang dihasilkan dalam pertemuan informal tujuh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), selama dua hari, pada hari Sabtu hingga Ahad (3-4/11) di Hotel Victori, Batu Malang.

Jalaludin Rumi

"Organisasi mahasiswa seperti PMII juga demikian. Kita harus diakui di tubuh PMII sekarang telah terjadi degradasi pemikiran, moral dan spiritual. Lakon aktivis PMII saat ini sudah tidak lagi mencerminkan PMII yang sebenarnya,"kata Ketua Umum PKC PMII Jatim Fairouz Huda, Ahad (4/11) malam.

Fairouz menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan untuk merefleksi diri atas kondisi internal PMII. "Seperangkat aturan dan nilai ideologis paradigmatik PMII tidak lagi menjadi pedoman hidup dan organisasi,"tandas Fairouz prihatin.

Jalaludin Rumi

Selain persoalan internal, pertemuan tersebut untuk merespon berbagai persoalan bangsa. Pasalnya kondisi bangsa Indonesia saat ini berada dalam kubangan keprihatinan yang mendalam.

Kami menyatakan bahwa Indonesia sedang berada dalam keadaan yang bobrok. Keadilan, kebhinekaan, penegakan hukum dalam kondisi yang memprihatinkan," kata pria kelahiran Madura ini.

Karena itu, Fairouz bersama 6 PKC PMII menyatakan, perlu dilakukan perubahan radikal di tubuh PMII. "Tentu saja dengan mendobrak PB PMII sebagai struktur yang memiliki tanggung jawab struktural atas semua ini,"tegasnya.

Dalam pertemuan yang diikuti tujuh PKC PMII se Indonesia yg terdiri dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan tersebut menghasilkan lima rumusan pikiran.

Lima point pemikiran yang disebut dengan "PETISI BATU" itu adalah sebagai berikut. Pertama, mendesak pemerintah untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Kedua, kondisi PB PMII dibawah kepemimpinan sahabat Adin Jauharudin sudah jauh banyak menyimpang dari tata aturan nilai dan produk hukum organisasi PMII. Sehingga banyak menimbulkan kegelisahan di seluruh level struktur organisasi PMII.

Ketiga, menegaskan dan menghimbau kepada seluruh elemen keluarga besar PMII di seantero Nusantara untuk secara seksama dan bersama-sama menyelamatkan organisasi PMII.

Keempat, mendesak kepada sahabat Addin Jauharudin selaku pimpinan PB PMII untuk patuh terhadap segala tata aturan nilai dan produk hukum organisasi PMII.

Kelima, jika hal-hal di atas tidak diperhatikan oleh PB PMII, maka kami berkomitmen untuk menempuh langkah-langkah konstitusional demi penyelamatan organisasi PMII.

Lima Petisi Batu tersebut di atas ditanda tangani oleh tujuh pimpinan PKC PMII. Yaitu, Fairouz Huda (Ketum PKC Jatim), Muhammad Zuyyin (Ketum PKC Jateng), Edi Rusyandi (PKC PMII Jabar), Sahril Ishak (Ketum PKC Kalbar), Eka (Ketum PKC PMII Lampung), Taufik Hidayat (Ketum PKC PMII NTB), Radini (Ketum PKC PMII Kalsel).

"Konsolidasi PKC PMII se Indonesia seperti ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan secara bergiliran, sebagai ruang kritik, otokritik dan penyikapan atas berbagai persoalan kebangsaan,"tegas Fairouz yang juga mantan Ketua Umum PC PMII Malang ini.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/40649/indonesia-kritis-tujuh-pkc-pmii-se-indonesia-keluarkan-quotpetisi-batuquot

Jalaludin Rumi

Kamis, 04 Desember 2014

Cerita Pak Ito Umroh Bersama ASBIHU

Jakarta, Jalaludin Rumi. Pelayanan maksimal yang diberikan ASBIHU Tour and Travel membuahkan kepercayaan masyarakat. Pada bulan Januari lalu, ASBIHU telah memberangkatkan sedikitnya 600 jamaah umrah. Hal ini tentu menjadi suatu kebanggaan, rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang memercayakan perjananan ibadah umrahnya kepada ASBIHU.

Alhamdulillah saya sangat puas dengan pelayanan yang baik dari ASBIHU sejak persiapan, keberangkatan, sampai kepulangan. Saat di Mekah dan Madinah saya juga dibimbing dengan baik, cerita Ahmad Dimyati melalui sambungan telepon kepada Jalaludin Rumi, Rabu (8/2) pagi.

Cerita Pak Ito Umroh Bersama ASBIHU (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Pak Ito Umroh Bersama ASBIHU (Sumber Gambar : Nu Online)


Cerita Pak Ito Umroh Bersama ASBIHU

Ahmad Dimyati, pria 60 tahun, yang biasa disapa Pak Ito, merupakan salah satu jamaah umroh yang berangkat melalui PT ASBIHU Tour and Travel, operator Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU). Pak Ito berangkat umroh bersama istrinya pada Desember 2015.

Jalaludin Rumi

Terima kasih kepada pak kiai, pembimbing, dan teman-teman di ASBIHU yang sudah memberikan fasilitas dan pelayanan yang baik, tambah pria asal Kebumen, Jawa Tengah, yang kini warga Matraman, Jakarta Timur.

Pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini menyebutkan, ia dan istrinya dapat melaksanakan ibadah umroh dengan nyaman dan lancar. Saat itu mereka memilih mengikuti paket perjalanan umroh selama sembilan hari. Karena kenyamanan dan pelayanan yang baik dari ASBIHU, ia dapat memaksimalkan ibadah selama di Mekah.

Tidak hanya itu, ia pun dapat mengetahui hal-hal yang selama ini hanya dapat ia lihat di televisi ataupun baca di majalah dan buku tentang kisah-kisah dan riwayat, dengan mendengar langsung cerita dari pembimbing ASBIHU.

Jalaludin Rumi

Kisah-kisah itu diceritakan dengan detail, bahkan ketika kami sampai di hotel masih membicarakan itu. Kami pun dapat bertukar pikiran dengan jamaah yang lain, menambah keakraban jamaah dan pembimbing, kata Pak Ito.

Menurut Pak Ito, baru dengan ASBIHU-lah, ia merasakan kenyamanan yang maksimal. Bagi saya selama saya menggunakan travel-travel lain, ASBIHU adalah yang terbaik, ungkapnya.

Mengenai biaya umroh melalui ASBIHU, Pak Ito menilai itu sangat wajar dan pantas.

Jangan tergiur dengan biaya umroh yang murah, karena untuk biaya pesawat dan visa saja bisa mencapai 15 juta, kata Pak Ito mengingatkan.

Ia pun merekomendasikan perjalanan umroh melalui ASBIHU kepada teman-teman dan keluaganya. Dalam waktu dekat ini, ada beberapa orang yang akan berangkat umroh melalui ASBIHU, setelah mendengar cerita pengalaman Pak Ito bersama ASBIHU. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75278/cerita-pak-ito-umroh-bersama-asbihu

Jalaludin Rumi

Jumat, 17 Oktober 2014

Masjid Nahdliyin Perlu Tingkatkan Kualitas Khatib

Jakarta, Jalaludin Rumi. Nahdliyin masih mengalami sejumlah krisis dalam hal pengelolaan masjid. Selain aspek kepengurusan, kualitas khatib dinilai belum banyak yang memenuhi standar yang diidealkan. Karenanya, berbagai langkah perlu diterapkan demi pemecahan masalah ini.

Kebanyakan masjid-masjid Nahdliyin terjadi krisis khatib yang berkualitas, ujar Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Tamir Masjid Nahdlaul Ulama (LTMNU) Ibnu Hazen, Jumat (20/7), di Jakarta.

Masjid Nahdliyin Perlu Tingkatkan Kualitas Khatib (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Nahdliyin Perlu Tingkatkan Kualitas Khatib (Sumber Gambar : Nu Online)


Masjid Nahdliyin Perlu Tingkatkan Kualitas Khatib

Menurut Ibnu, memiliki sumberdaya khatib yang bermutu bagi masjid merupakan keniscayaan. Mutu tersebut meliputi keilmuan agama yang luas, keluhuran akhlak, sanggup memotivasi, membimbing, dan komunikatif.

Isi khotbahnya pun menyentuh dan menjawab problem umat sehingga menarik untuk didengar dan disimak. Jamaah tidak ngantuk dan tertidur ketika khatib sedang khotbah, tambahnya.

Jalaludin Rumi

Sebab itu, lanjutnya, PP LTMNU berharap masjid Nahdliyin dapat menyelenggarakan program pengaderan khatib. Program tersebut dibidani pengurus dewan kemakmuran masjid setempat dengan mengadakan pelatihan dakwah, seleksi dai potensial, atau lainnya.

Jalaludin Rumi

Dari khotbah para khatib diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab jamaah terhadap pemakmuran masjid, pungkasnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38870/masjid-nahdliyin-perlu-tingkatkan-kualitas-khatib

Jalaludin Rumi

Sabtu, 06 September 2014

Sukseskan Pemilu, Jatman Serukan Mursyid Beri Amalan Khusus

Jakarta, Jalaludin Rumi. Pengurus Pusat (Idarah Aliyah) Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) mengimbau kepada segenap para tokoh tarekat, ulama, serta bangsa Indonesia secara umum untuk berdoa dengan harapan pemilihan umum (Pemilu) 2014 berjalan aman dan damai.

Seruan ini disampaikan Mudir Aam Idarah Aliyah Jatman KH Abdul Muthy Nurhadi dalam siaran pers yang diterima Jalaludin Rumi, Kamis (20/3).

Badan otonom NU yang beranggotakan jamaah tarekat ini berharap pemilu tahun ini dapat terhindar dari bencana perpecahan antarbangsa, sebagaimana kasus di Aceh dan daerah lain yang telah memakan korban.

Sukseskan Pemilu, Jatman Serukan Mursyid Beri Amalan Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Pemilu, Jatman Serukan Mursyid Beri Amalan Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)


Sukseskan Pemilu, Jatman Serukan Mursyid Beri Amalan Khusus

KH Abdul Muthy menginstruksikan kepada jajaran pengurus Jatman se-Indonesia dari tingkat wilayah, kota, dan kabupaten agar menggelar doa bersama. Ia juga meminta kepada mursyid tarekat untuk memberi amalan khusus kepada jamaahnya demi kedamian dan keamanan rakyat Tanah Air dalam menjalankan proses demokrasi.

Jalaludin Rumi

KH Muthy mengingatkan bangsa Indonesia bahwa rasa aman dan damai lebih penting daripada pemilu itu sendiri. Dengan aman maka penyelenggaraan pemilu dapat berjalan dengan baik.

Ia menambahkan, aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri harus netral dan berkomitmen menjaga NKRI dengan serius agar tidak terjadi kerusuhan. Dia juga berpesan kepada partai politik (parpol) peserta pemilu untuk menjaga kader dan simpatisannya agar turut berperilaku tertib dan tidak melanggar aturan.

Jalaludin Rumi

Menurutnya, kesuksesan pemilu kali ini menentukan hasil wakil dan pemimpin rakyat di masa mendatang. "Makanya semua harus berdoa agar pemilu berjalan adil dan aman, menghasilkan pemimpin yang amanah," ujar KH Muthy. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50909/sukseskan-pemilu-jatman-serukan-mursyid-beri-amalan-khusus

Jalaludin Rumi

Rabu, 13 Agustus 2014

KH Maulana Kamal Yusuf, Sosok Pembelajar Sepanjang Hayat

Jakarta, Jalaludin Rumi. KH Maulana Kamal Yusuf, lahir Paseban Timur, Jakarta Pusat, 25 April 1949. Ayahnya, KH Muhammad Yusuf bin Adlin, seorang qori yang sering tampil di RRI Jakarta dan Istana Merdeka pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Ibunya Hj Siti Rohmah adalah putri H Thabbrani, seorang ulama terkenal pada masanya, atau yang dikenal dengan nama Muallimin Thabbrani Paseban.

KH Maulana Kamal Yusuf, menempuh pendidikan dasar di Perguruan Rakyat. Mulai tahun 1962, ia belajar di Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur, tetapi tidak sampai selesai karena memilih kembali ke Jakarta tahun 1965. Waktu itu orangtuanya khawatir setelah peristiwa 1965.

KH Maulana Kamal Yusuf, Sosok Pembelajar Sepanjang Hayat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maulana Kamal Yusuf, Sosok Pembelajar Sepanjang Hayat (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Maulana Kamal Yusuf, Sosok Pembelajar Sepanjang Hayat

Sekembalinya ke Jakarta dan menamatkan pendidikan SMA, ia menempuh pendidikan D3 Jurusan Usluhuddin di Universitas Ibnu Khaldun Jakarta yang saat ini tempatnya beralih menjadi Plaza Atrium, Senen.

Jalaludin Rumi

KH Maulana Kamal Yusuf adalah sosok ulama yang tidak pernah berhenti belajar. Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta periode 2011-2016 ini pernah menjadi santri dari Syekh KH Muhadjirin Amsar Ad-Darry, seorang ulama Betawi ahli Falak, pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren An-Nida Al-Islam, Bekasi.

Setelah Muallim Thabbrani Paseban wafat, KH Maulana Kamal Yusuf meneruskan pengajian yang dirintis sejak tahun 1930 tersebut. Puluhan kitab peninggalan para ulama terdahulu dikaji di majelis yang berlokasi di Masjid Jami An-Nur, Paseban, Jakarta Pusat.

Jalaludin Rumi

Selain di Masjid Jami An-Nur Paseban, kiai yang pernah menjadi anggota GP Ansor pada tahun 1969 ini, juga mengisi pengajian di berbagai tempat. Saat ini, ada sekitar empat puluh tempat pengajian per pekan yang ia mengisi sebagai penceramahnya, termasuk di Masjid Universitas Indonesia, Salemba.

Terhadap golongan di luar NU yang terkesan bersikap keras, ia menyikapi bahwa bila memang hal yang disampaikan tersebut adalah kebenaran, memang seharusnya disampaikan dengan tegas. Apalagi di Jakarta ini, bila memerintahkan sesuatu harus konkret.

Kalau tidak menegaskan sesuatu dengan jelas, masyarakat akan kurang mengerti, terangnya.

Kiai yang sewaktu muda menggemari berbagai macam olahraga seperti sepak bola, bola voli, bulu tangkis, lempar lembing, bahkan atletik dan sekarang masih suka jalan kaki ini sempat menjadi Dewan Penasihat MUI DKI Jakarta, tetapi memilih mundur dari jabatannya pada 2015.

Kepada anak muda NU, ia mengharapkan agar tetap menjaga ajaran NU seperti yang dicetuskan oleh pendirinya yaitu KH Hasyim Asyari. Oleh karena itu dalam talim yang ia sampaikan terutama di hadapan generasi muda, ia mengupas ajaran Aswaja dengan cara yang mudah diterima dengan mendasarkan diri pada kitab-kitab karya ulama klasik. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66740/kh-maulana-kamal-yusuf-sosok-pembelajar-sepanjang-hayat

Jalaludin Rumi

Minggu, 13 Juli 2014

Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah

Jakarta, Jalaludin Rumi. Kegiatan bedah buku mengiringi acara peluncuran (launching) buku Atlas Wali Songo, Kamis (5/78), di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Karya besar sejarawan Agus Sunyoto ini diterbitkan oleh Lajnah Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) bekerja sama dengan pustaka Iiman, dan Trans Pustaka.

Sejumlah pakar yang hadir mengisi acara, antara lain, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wasekjen PBNU Abdul Munim DZ, Budayawan Sudjiwo Tedjo, dan Arkeolog UI Dr Irmawati Marwoto, serta penulis buku Agus Sunyoto.

Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)


Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah

Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan, Wali Songo merupakan penentu penyebaran ajaran Islam di Indonesia. Meskipun Islam datang sejak tahun 674, Islam tidak begitu saja diterima penduduk Nusantara. Secara perlahan Wali Songo sukses mengislamkan setelah pendekatan sufistik dan kultural mereka dirasakan pada abad ke-15.

Jalaludin Rumi

Sejumlah temuan kontroversial turut mengejutkan audien yang menyimak penjelasan Agus. Wakil Ketua Lesbumi ini, misalnya, tak memaksukan Syeikh Maulana Malik Ibrahim sebagai anggota Wali Songo, lantaran hidupnya yang jauh dari era Wali Songo. Uniknya, Raden Fatah dan Syekh Siti Jenar justru terdaftar sebagai bagian dari jajaran Wali Songo.

Irmawati menyatakan kekagumannya terhadap usaha Agus dalam merekonstruksi sejarah penting dalam khazanah peradaban Nusantara. Kendatipun mengritiknya beberapa poin dari isi buku, ia mengakui pembuktian arkeologis yang diterapkan agus hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu.

Jalaludin Rumi

Menurut Kiai Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, selama ini memang dirasakan langkanya penulisan sejarah yang kredibel tentang orang-orang suci ini. Sebagian orang bahkan menyingkirkan jasa besar mereka sebagai pembentuk karakter bangsa.

Penulisan buku ini penting, karena kita menyadari Wali Songo mulai tidak diakui sebagai pengembang moral dan karakter bangsa, terangnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38671/usai-diluncurkan-quotatlas-wali-songoquot-dibedah

Jalaludin Rumi

Jumat, 04 Juli 2014

LAZIS NU-Extra Joss Kembali Tebar Qurban 1 Milyar

Jakarta, Jalaludin Rumi. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) NU kembali bekerjasama dengan produsen minuman suplemen Extra Joss menebarkan qurban sebesar 1 Milyar, yang dibelikan sapi sebanyak 56 ekor.

Seremoni penyerahan hewan Qurban dilakukan di halaman gedung PBNU oleh perwakilan Extra Joss Simon Gunawan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ahad (13/10).

LAZIS NU-Extra Joss Kembali Tebar Qurban 1 Milyar (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS NU-Extra Joss Kembali Tebar Qurban 1 Milyar (Sumber Gambar : Nu Online)


LAZIS NU-Extra Joss Kembali Tebar Qurban 1 Milyar

Simon menegaskan, qurban dengan menyembelih sapi dan membagikan kepada orang yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk iman dan apa yang dilakukan merupakan tindakan nyata, yang bermanfaat kepada orang lain.

Jalaludin Rumi

Secara berseloroh, ia mengatakan, berkeinginan menjadikan Kiai Said iklan obat masuk angin bintang tujuh, yang masih satu perusahaan dengan Extra Joss, karena orang NU merupakan orang yang paling bejo.

Kiai Said Aqil menegaskan, qurban merupakan kewajiban bagi yang mampu. Ia menguraikan cerita dibalik munculnya tradisi qurban ini, yang berasal dari nabi Ibrahim, yang dalam bahasa Ibrani artinya bapaknya umat.

Jalaludin Rumi

Ibrahim merupakan seorang pengelana. Bersama keluarganya, ia menyeberangi sungai Jordan. Disinilah awal kata bangsa Ibrani, yang artinya penyeberang yang sukses.

Sayangnya, istri pertama Ibrahim mandul, sehingga Nabi Ibrahim menikah kembali dengan Sarah dari Mesir, yang kemudian hamil dan melahirkan seorang bayi bersama Ismail, yang artinya merupakan orang yang mendengar panggilan tuhan,

Atas perintah tuhan untuk menghindari rasa cemburu dengan istri pertama, Sarah diajak pergi ke selatan di suatu daerah yang saat itu belum pernah dihuni oleh siapapun. Baru tiba mengantarkan istrinya, Nabi Ibrahim sudah dipanggil kembali oleh Allah untuk pergi ke utara, di tempat istrinya yang pertama. Ismail, yang kehausan menangis keras, sehingga ibunya berlari antara Sofa dan Marwa untuk mencari air sampai tujuh kali, dan akhirnya muncullah air zam-zam yang masih mengalir sampai sekarang.

Setelah adanya air itulah, mulai ada kehidupan dan menurunkan bangsa Arab.

Lalu, setelah kembali ke istri pertama, istrinya mulai hamil dan totalnya memiliki 12 orang anak yang kemudian menurunkan bangsa Yahudi.

Jadi antara bangsa Arab dan Yahudi sebenarnya bersaudara, katanya.

Suatu ketika, Ibrahim kangen anaknya, Ismail yang saat itu telah berusia 9 tahun. Baru saja berjumla, turun turun perintah agar Ibrahim mengorbankan anaknya sebagai bentuk ketaatan total kepada Allah. Siap menjalankan perintah tuhan, berangkatkah ke gunung dan ketika sudah siap di embelih, jibril datang, dan menggantikannya dengan kambing, Engkau telah lulus ujian dan diterima pahalanya, tapi sembelihannya diganti kambing.

Dalam konteks zaman Nabi Muhammad, ketika berhijrah di Madinah, Nabi Muhammad menerima laporan dari masyarakat Madinah bahwa mereka selalu mengadakan perayaan setiap tahun selama dua kali, yang akhirnya dilakukan proses Islamisasi budaya tersebut, menjadi Idul Fitri dan Idul Adha. Artinya, agama menyatu dengan budaya, diganti takbiran saja dan potong qurban.

Jika dalam kerjasama sebelumnya, uang satu milyar bisa dibelikan sapi sebanyak 100 ekor, tahun ini, dengan jumlah uang yang sama, hanya diperoleh 56 ekor karena harga sapi semakin mahal.

Qurban ini akan disebarkan ke seluruh Indonesia, terutama daerah-daerah yang paling membutuhkan. Melalui NU, jangan khawatir, sedekah, infak dan sedekah, pasti akan sampai pada yang berhak, kata Kiai Said. (mukafi niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47602/lazis-nu-extra-joss-kembali-tebar-qurban-1-milyar

Jalaludin Rumi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock