Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2016

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket

Jakarta, Jalaludin Rumi. Para kiai menggantungkan persoalan menjamurnya minimarket kepada pemerintah. Mereka melihat pemerintah memiliki sikap ganda dalam membangun perekonomian masyarakat. Keberpihakan pemerintah terhadap pedagang kecil tidak tampak di tengah menjamurnya minimarket yang ditopang modal besar. Kehadiran mereka semakin meresahkan.

Apakah indomart dan alfamart itu salah satu wujud dari pasar bebas? kata Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir pada diskusi terbatas soal pasar bebas pra muktamar NU ke-33 di Jakarta, Senin (11/5) sore.

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)


Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket

Pemerintah seperti membiarkan para pedagang kecil bertarung sendiri merebut pasar dengan minimarket tersebut. Kerap kali jumlah mereka membludak hanya berjarak beberapa puluh meter.

Salah satu pengurus LBM PBNU KH Arwani Faishal mendukung usul Kiai Afif. Kiai Arwani mengutip madzhab Malikiyah mengatakan dibutuhkan intervensi pemerintah untuk menjaga maslahatan umat.

Jalaludin Rumi

Pada praktiknya pasar bebas itu memang tidak alami. Setiap penjual dalam pasar bebas bergerak menuju keuntungan besar. Dan ini dipenuhi dengan ketidakadilan, penuh dengan rekayasa, kata Ketua PBNU Prof DR H Maksum Mahfudz.

Jalaludin Rumi

Kalau banyak laporan keluhan seperti ini, negara semakin dibutuhkan kehadirannya. Mereka harus memproteksi pedagang kecil. Negara wajib memberikan subsidi dan permodalan, kata Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi.

Negara, menurut Kiai Masdar, merupakan pelindung terakhir bagi pedagang lokal yang kalah dalam persaingan. Rasulullah bersabda, Assulthon waliyyu man la waliyya lah (negara melindungi mereka yang tidak memiliki perlindungan).

Negara tidak boleh mengelak dari tanggung jawab ini. karena negara merupakan the last resources, tandas Masdar. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59506/para-kiai-gerah-oleh-minimarket-minimarket

Jalaludin Rumi

Minggu, 06 Maret 2016

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

Way Kanan, Jalaludin RumiDengan bermacam tantangan dan rintangan, organisasi mempunyai sejumlah manfaat berharga. Penegasan itu disampaikan I Gede Klipz Darmaja, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Way Kanan, Lampung.

"Dalam berorganisasi juga ada proses yang harus dilalui. Keberanian dalam berproses ini menentukan kelahiran seorang menjadi pemimpin atau memiliki jiwa kepemimpinan," kata Klipz di Gunung Labuhan, Jumat (27/5) saat mengisi pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" digelar Gusdurian Lampung.

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

Ia pun menyampaikan beberapa manfaat berorganisasi, yaitu, mampu mengasah keterampilan hingga mempunyai jaringan yang kuat.

"Dengan berorganisasi, kita bisa mempunyai kawan-kawan yang hebat, mempunyai kenalan tokoh-tokoh yang hebat, dan berkomunikasi yang baik atau mempunyai jaringan yang luas," papar alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Insitut Hindu Darma Negeri (IHDN) Bali itu lagi.

Jalaludin Rumi

Menurut Kilpz pada acara diikuti kader Ansor dari PAC Negara Batin dan peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Way Kanan 2016 ada ciri orang yang serius dalam berorganisasi, yaitu rela berkorban dan bertanggungjawab.

Jalaludin Rumi

"Saya bisa menjadi seperti ini karena saya berorganisasi. Orang yang sukses adalah orang yang aktif berorganisasi. Organisasi mengajarkan seseorang mampu mengatasi masalah, mampu membagi waktu, dan menumbuhkan kepercayaan diri," kata pengajar agama Hindu itu lagi.

Pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" itu digelar di Pesantren Asshidiqiyah asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto menegaskan, dalam beberapa tahun kedepan Indonesia akan memiliki bonus demografi.

"Dengan beragam persoalan yang masih kompleks, kapasitas pemuda perlu ditingkatkan dan pilar kebangsaan perlu dikuatkan supaya generasi Indonesia bias menjawab tantangan zaman," katanya.

Indonesia yang bhineka, menurut Gatot lagi, tidak hanya membutuhkan kata "toleransi semata, namun juga melaksanakannya dengan bertegur sapa, saling mendengar.

"Terima kasih kepada Gede Klipz Darmaja yang berkenan berbagi pengetahuan mengenai organisasi, ini tentu akan bermanfaat. Pesan Gus Dur, agama jangan jauh dari kemanusiaan. Ini salah satu dasar mengapa pelatihan ini digelar mengingat masyarakat ialah himpunan dari manusia yang beragam," ujar Gatot. (Neli Cahyani/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68540/ketua-pemuda-hindu-berbagi-pengetahuan-organisasi-untuk-kader-nu

Jalaludin Rumi

Sabtu, 23 Mei 2015

Saudi Jamin Keamanan Calon Haji

Jakarta, Jalaludin Rumi. Pemerintah Arab Saudi menjamin keamanan jutaan calon haji dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia, walaupun di negara tersebut telah terjadi beberapa kali tindak kekerasan dan pemboman.

"Bom ada di mana saja. Tapi kami akan menjamin keamanan para calon haji," kata Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Abdullah Abdurrahman Alim, kepada pers usai bersama Imam Besar Masjid Haram, Abdurrahman Al-Sudais, menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor kepresidenan, Jakarta, Jumat pagi.

Pada awal bulan Desember, beberapa orang tidak dikenal telah menyusup ke Kantor Dubes Amerika Serikat untuk Arab Saudi di Riyadh, ibukota Arab Saudi. Selain itu, beberapa tindak kekerasan juga terjadi di Arab Saudi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok beraliran keras. Namun demikian, Dubes Arab Saudi Abdullah Abdurrahman Alim, mengharapkan para calon haji dari Indonesia tidak merasa khawatir saat menunaikan rukun Islam ke-5, yakni pergi berhaji.

Saudi Jamin Keamanan Calon Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Jamin Keamanan Calon Haji (Sumber Gambar : Nu Online)


Saudi Jamin Keamanan Calon Haji

Ketika ditanya tentang visa bagi para calon haji Indonesia, Dubes menegaskan sudah tidak ada masalah karena visa bagi sekitar 205.000 calon haji Indonesia sudah selesai. Di tempat yang sama, Menteri Menko Kesra Alwi Shihab juga menyampaikan harapannya kepada calon haji Indonesia untuk tidak merasa khawatir terhadap situasi keamanan di Arab Saudi.

"Pemerintah Arab Saudi pasti sudah melakukan berbagai tindakan agar keamanan para calon haji tetap terjaga," kata Alwi Shihab sebelum menghadiri sidang kabinet yang dipimpin oleh Presiden Yudhoyono, yang dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Sementara itu dalam Musim Haji 2005 dikerahkan sekitar 480 tenaga musiman untuk membantu operasional penyelenggaraan haji saat berkomunikasi dengan orang-orang yang menggunakan bahasa setempat. "Kebutuhan jemaah akan tenaga musiman sangat besar," kata Kadaker (Kepala Daerah Kerja) Jeddah, Zainal Abidin Sufi, di Jeddah, Kamis kemarin, di sela pelatihan tenaga musiman dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari Jakarta.

Para tenaga musiman itu, katanya, merupakan ujung tombak pelayanan sektor dan maktab, serta segala persoalan di kloter (kelompok terbang), misalnya ada jemaah yang tersesat jalan. Zainal mengatakan, jemaah yang tersesat jalan selama menunaikan ibadah haji merupakan hal yang wajar, karena kurang hafal tempat-tempat yang dituju. Apalagi 50-60 persen jemaah berasal dari pedesaan dengan pendidikan sekolah dasar (SD) dan hanya bisa berbahasa daerah masing-masing, sehingga tenaga musiman diambil dari berbagai daerah di Indonesia.

Jalaludin Rumi

Tenaga musiman tersebut, katanya, adalah warganegara Indonesia yang bermukim atau belajar di Arab Saudi sebanyak 286 orang. Selain itu para warganegara Indonesia yang berada di 16 negara lainnya, sebanyak 194 orang, antara lain dari Yaman, Tunisia, Maroko, Mesir, dan Suriah, Yordania, Malaysia, Pakistan, India, Bangladesh, Aljazair, Irak, Lebanon, Sudan, hingga Jerman. Sebagian tenaga musiman dari 16 negara lain itu belum tiba di Jeddah. (cih)

Jalaludin Rumi

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2489/saudi-jamin-keamanan-calon-haji

Jalaludin Rumi

Minggu, 13 Juli 2014

Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah

Jakarta, Jalaludin Rumi. Kegiatan bedah buku mengiringi acara peluncuran (launching) buku Atlas Wali Songo, Kamis (5/78), di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Karya besar sejarawan Agus Sunyoto ini diterbitkan oleh Lajnah Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) bekerja sama dengan pustaka Iiman, dan Trans Pustaka.

Sejumlah pakar yang hadir mengisi acara, antara lain, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wasekjen PBNU Abdul Munim DZ, Budayawan Sudjiwo Tedjo, dan Arkeolog UI Dr Irmawati Marwoto, serta penulis buku Agus Sunyoto.

Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)


Usai Diluncurkan, Atlas Wali Songo Dibedah

Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan, Wali Songo merupakan penentu penyebaran ajaran Islam di Indonesia. Meskipun Islam datang sejak tahun 674, Islam tidak begitu saja diterima penduduk Nusantara. Secara perlahan Wali Songo sukses mengislamkan setelah pendekatan sufistik dan kultural mereka dirasakan pada abad ke-15.

Jalaludin Rumi

Sejumlah temuan kontroversial turut mengejutkan audien yang menyimak penjelasan Agus. Wakil Ketua Lesbumi ini, misalnya, tak memaksukan Syeikh Maulana Malik Ibrahim sebagai anggota Wali Songo, lantaran hidupnya yang jauh dari era Wali Songo. Uniknya, Raden Fatah dan Syekh Siti Jenar justru terdaftar sebagai bagian dari jajaran Wali Songo.

Irmawati menyatakan kekagumannya terhadap usaha Agus dalam merekonstruksi sejarah penting dalam khazanah peradaban Nusantara. Kendatipun mengritiknya beberapa poin dari isi buku, ia mengakui pembuktian arkeologis yang diterapkan agus hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu.

Jalaludin Rumi

Menurut Kiai Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, selama ini memang dirasakan langkanya penulisan sejarah yang kredibel tentang orang-orang suci ini. Sebagian orang bahkan menyingkirkan jasa besar mereka sebagai pembentuk karakter bangsa.

Penulisan buku ini penting, karena kita menyadari Wali Songo mulai tidak diakui sebagai pengembang moral dan karakter bangsa, terangnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38671/usai-diluncurkan-quotatlas-wali-songoquot-dibedah

Jalaludin Rumi

Jumat, 04 Juli 2014

LAZIS NU-Extra Joss Kembali Tebar Qurban 1 Milyar

Jakarta, Jalaludin Rumi. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) NU kembali bekerjasama dengan produsen minuman suplemen Extra Joss menebarkan qurban sebesar 1 Milyar, yang dibelikan sapi sebanyak 56 ekor.

Seremoni penyerahan hewan Qurban dilakukan di halaman gedung PBNU oleh perwakilan Extra Joss Simon Gunawan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ahad (13/10).

LAZIS NU-Extra Joss Kembali Tebar Qurban 1 Milyar (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS NU-Extra Joss Kembali Tebar Qurban 1 Milyar (Sumber Gambar : Nu Online)


LAZIS NU-Extra Joss Kembali Tebar Qurban 1 Milyar

Simon menegaskan, qurban dengan menyembelih sapi dan membagikan kepada orang yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk iman dan apa yang dilakukan merupakan tindakan nyata, yang bermanfaat kepada orang lain.

Jalaludin Rumi

Secara berseloroh, ia mengatakan, berkeinginan menjadikan Kiai Said iklan obat masuk angin bintang tujuh, yang masih satu perusahaan dengan Extra Joss, karena orang NU merupakan orang yang paling bejo.

Kiai Said Aqil menegaskan, qurban merupakan kewajiban bagi yang mampu. Ia menguraikan cerita dibalik munculnya tradisi qurban ini, yang berasal dari nabi Ibrahim, yang dalam bahasa Ibrani artinya bapaknya umat.

Jalaludin Rumi

Ibrahim merupakan seorang pengelana. Bersama keluarganya, ia menyeberangi sungai Jordan. Disinilah awal kata bangsa Ibrani, yang artinya penyeberang yang sukses.

Sayangnya, istri pertama Ibrahim mandul, sehingga Nabi Ibrahim menikah kembali dengan Sarah dari Mesir, yang kemudian hamil dan melahirkan seorang bayi bersama Ismail, yang artinya merupakan orang yang mendengar panggilan tuhan,

Atas perintah tuhan untuk menghindari rasa cemburu dengan istri pertama, Sarah diajak pergi ke selatan di suatu daerah yang saat itu belum pernah dihuni oleh siapapun. Baru tiba mengantarkan istrinya, Nabi Ibrahim sudah dipanggil kembali oleh Allah untuk pergi ke utara, di tempat istrinya yang pertama. Ismail, yang kehausan menangis keras, sehingga ibunya berlari antara Sofa dan Marwa untuk mencari air sampai tujuh kali, dan akhirnya muncullah air zam-zam yang masih mengalir sampai sekarang.

Setelah adanya air itulah, mulai ada kehidupan dan menurunkan bangsa Arab.

Lalu, setelah kembali ke istri pertama, istrinya mulai hamil dan totalnya memiliki 12 orang anak yang kemudian menurunkan bangsa Yahudi.

Jadi antara bangsa Arab dan Yahudi sebenarnya bersaudara, katanya.

Suatu ketika, Ibrahim kangen anaknya, Ismail yang saat itu telah berusia 9 tahun. Baru saja berjumla, turun turun perintah agar Ibrahim mengorbankan anaknya sebagai bentuk ketaatan total kepada Allah. Siap menjalankan perintah tuhan, berangkatkah ke gunung dan ketika sudah siap di embelih, jibril datang, dan menggantikannya dengan kambing, Engkau telah lulus ujian dan diterima pahalanya, tapi sembelihannya diganti kambing.

Dalam konteks zaman Nabi Muhammad, ketika berhijrah di Madinah, Nabi Muhammad menerima laporan dari masyarakat Madinah bahwa mereka selalu mengadakan perayaan setiap tahun selama dua kali, yang akhirnya dilakukan proses Islamisasi budaya tersebut, menjadi Idul Fitri dan Idul Adha. Artinya, agama menyatu dengan budaya, diganti takbiran saja dan potong qurban.

Jika dalam kerjasama sebelumnya, uang satu milyar bisa dibelikan sapi sebanyak 100 ekor, tahun ini, dengan jumlah uang yang sama, hanya diperoleh 56 ekor karena harga sapi semakin mahal.

Qurban ini akan disebarkan ke seluruh Indonesia, terutama daerah-daerah yang paling membutuhkan. Melalui NU, jangan khawatir, sedekah, infak dan sedekah, pasti akan sampai pada yang berhak, kata Kiai Said. (mukafi niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47602/lazis-nu-extra-joss-kembali-tebar-qurban-1-milyar

Jalaludin Rumi

Sabtu, 12 April 2014

Di Hari Santri, Mahasiswi STISNU Tangerang Gelar Atraksi Debus Banten

Tangerang, Jalaludin Rumi. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang mengadakan upacara bendera sarungan dalam rangka memperingati Hari Santri. Mereka juga mempertunjukkan atrasi debus Banten, Sabtu (22/10).

inspektur upacara yang juga Katib Syuriyah Nahdlatul Ulama Kota Tangerang KH Arif Hidayat mengingatkan tentang pentingnya Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945. Sebab, perang 10 November mengusir NICA dan sekutu adalah hasil perjuangan para santri dan ulama.

Di Hari Santri, Mahasiswi STISNU Tangerang Gelar Atraksi Debus Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Hari Santri, Mahasiswi STISNU Tangerang Gelar Atraksi Debus Banten (Sumber Gambar : Nu Online)


Di Hari Santri, Mahasiswi STISNU Tangerang Gelar Atraksi Debus Banten

Para santri di zaman Hadratussyekh rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa ini. Maka sudah menjadi kewajiban kita semua sebagai generasi pesantren mempertahankan sejarah yang sudah ditorehkan bangsa ini.

"Mahasiswa NU wajib menjadi garda terdepan mengawal Pancasila dan NKRI harga mati". Ujarnya.

Jalaludin Rumi

Muhayar, pembina debus STISNU Nusantara menjelaskan kenapa hari santri ini diadakan debus? Tujuannya kami mahasiswa Nahdlatul Ulama tidak pernah gentar menyuarakan Indonesia bebas Khilafah Islamiyah dan radikalisme.

Jalaludin Rumi

"Mahasiswa-mahasiswi STISNU sudah siap lahir bathin melawan radikalisme. Indonesia bebas ideologi radikal," ujarnya.

Wakil Ketua STISNU H Muhamad Qustulani menambahkan bahwa kami berharap pemerintah harus peka dan harus memperhatikan para santri. Tidak cukup dengan penetapan hari santri nasional.

"Semangat kaum sarungan harus diapresiasi dengan program pemerintah pusat atau daerah yang mendukung dan meningkatkan sumberdaya para santri. Seperti bantuan operasional santri, tunjangan untuk guru para santri, beasiswa santri dalam keluar negeri, dan lain lain" kata Qustulani.

Hadir dalam kegiatan ini Dr Bahruddin, Nurullah, Ibnu Jandi LSM Lentera, Dasep Sediana, dan dosen-dosen serta seluruh mahasiswa. Acara apel juga diikutii oleh Banser NU Kota Tangerang. (Red Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72299/di-hari-santri-mahasiswi-stisnu-tangerang-gelar-atraksi-debus-banten

Jalaludin Rumi

Minggu, 27 Januari 2013

GP Ansor Probolinggo Keberatan atas Sebutan Santri untuk Pengikut PDKTP

Probolinggo, Jalaludin Rumi. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo menyatakan keberatan atas statement dan pemberitaan semua media baik cetak maupun elektronik terkait pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi (PDKTP) yang disebut santri. Pemuda NU Probolinggo ini menilai sebutan itu tidak tepat.

"Ansor menilai label santri tidak mudah untuk disematkan kepada siapapun," kata Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis, Selasa (4/10).

GP Ansor Probolinggo Keberatan atas Sebutan Santri untuk Pengikut PDKTP (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Keberatan atas Sebutan Santri untuk Pengikut PDKTP (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Probolinggo Keberatan atas Sebutan Santri untuk Pengikut PDKTP

Menurut Muchlis, santri adalah sebutan yang mulia untuk mereka yang mencari ilmu dan mengamalkan ilmunya serta berkepribadian atau akhlak yang baik sesuai agama dan menjadi uswah hasanah bagi mereka yang bukan santri.

"Santri adalah mereka yang menjunjung tinggi martabat dan harkat keilmuannya dan mengamalkan khazanah keislaman sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW," jelasnya.

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

Terkait dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ini, Muchlis mengimbau kepada semua pihak baik media atau siapapun untuk berhenti menggunakan kata santri untuk para pengikut PDKTP.

"Tanggal 22 Oktober dijadikan Hari Santri Nasional karena pengorbanan para santri yang menumpahkan darah dan seluruh jiwanya untuk bangsa dan negara bukan meresahkan masyarakat dan kesalehan sosial," pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71736/gp-ansor-probolinggo-keberatan-atas-sebutan-santri-untuk-pengikut-pdktp

Jalaludin Rumi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock