Tampilkan postingan dengan label Duta Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duta Muslim. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2016

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

Wonosobo, Jalaludin Rumi. Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) memberikan modal usaha kepada 120 fakir miskin. Pemberian secara simbolis dilakukan pada Istighosah dan Pengajian sebagai salah satu rangkaian Rapat Pleno PBNU di kampus Unsiq, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat malam (6/9).

Menurut Direktur Eksekutif LAZISNU Amir Maruf, total sumbangan kepada mereka adalah 120 juta rupiah. Sumbangan didapat PP LAZISNU dari dana kebajikan CIMB Niaga Syariah di Jakarta pada akhir Ramadhan lalu.

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)


PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

Penerima tidak hanya warga di Wonosobo, tapi di beberapa LAZISNU cabang pulau Jawa, Cabang Kalimantan dan Sumatera, jelasnya.

Jalaludin Rumi

Amir menjelaskan, kriteria warga yang diberi sumbangan adalah, tergolong fakir miskin dan mereka memiliki potensi pembangunan usaha. Supaya duit itu tidak konsumtif, tapi untuk modal usaha.

Kemudian, kata Amir, LAZISNU tidak melepas begitu saja. Supaya sesuai dengan tujuan, LAZISNU mendampingi mereka di bidang marketing, manajemen, dan pendampingan rohani, Problem pemberdayaan umat itu tidak hanya pada modal, tapi soal pendampingan yang tiga itu, katanya.

Manajemen diperlukan untuk mendorong mempu mengelola modalnya. Marketing , supaya mereka mampu memasarkan produknya. Pendampingan rohani dilakukan karena fakir itu dekat dengan kekufuran, dan dekat dengan kepasrahan dan menyerah.

Jalaludin Rumi

Yang jelas, kata Amir, LAZISNU berpandangan bahwa mereka tidak cukup diberi modal usaha, tapi didampingi, ditongkrongin.

Kemudian nanti dilakukan evaluasi pada forum-forum bulanan yang dikemas pada saat pengajian, sharing persoalan, dan pemecahan masalah. Di samping tim lazisnu melakukan monitoring langsung.

Penyerahan modal usaha tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil SIroj dan perwakilan CIMB Niaga Cabang; kepada Slamet Sugiyarto dari Kalibeber dan Darsinah dari Jaraksari. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46887/pp-lazisnu-beri-modal-usaha-120-fakir-miskin

Jalaludin Rumi

Rabu, 24 Februari 2016

IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader

Tegal, Jalaludin Rumi. Banyaknya organisasi yang bersifat kepelajaran di sekolah-sekolah formal ataupun non formal, tak membuat Ikatan pelajar putri Nahdlatul ulama gentar kehilangan kader-kader yang dimilikinya, pasalnya berbagai persipan kaderisasi dan perangkatnya sudah dipersiapkan secara matang.

Demikain disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Tegal, Lutfatun Nihla saat ditemui di sekretariat organisasinya ,yang beralamat di jalan Ahmad Yani Procot- Slawi, Kamis (29/9).

IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)


IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader

Lutfah, demikian biasa Lutfatun Nihla disapa, menjelaskan program terpenting untuk IPPNU adalah untuk menggairahkan bagaimana para pelajar NU bisa lebih tertarik dengan liukan IPPNU sehingga tidak akan meninggalkan akar yang telah lama mematri menjadi warga nahdliyin.

Jalaludin Rumi

Persiapan utama sebagai organisasi kader kami memang menyiapkan segala bentuk kaderisasi sehingga kalau kaderisasi bisa berjalan dengan baik maka tidak ada ketakutan dan gentar kehilangan kader. Kami juga menyadari penuh akan makna kaderisasi, kalau organisasi tanpa kaderisasi tinggal tunggu saat kematianya saja, karena organisasi bukan tetap satu orang tetapi perlu pengganti sebagai penerus cita-cita luhur, katanya.

Jalaludin Rumi

Berbagai kegiatan telah dilakukan PC IPPNU Kabupaten Tegal sejak periode yang baru dengan harapan bisa memberikan kontribusi bagi para kader untuk memicu semangat berorganisasi. Kemarin (Rabu, 28/9) kami mengutus 2 anggota Korp Kepanduan Putri (KKP), yaitu Rekanita Siti Masyitoh yang menjabat sebgai koordinator KKP dan Siti Khoeriyah merupakan Sekretaris KKP untuk mengikuti Pendidikan dan latihan Nasional KKP, yang ditempatkan di Ragunan, Jakarta yang diadakan oleh Pimpinan Pusat IPPNU, tambahnya.

Kedua orang tersebut, lanjut dia, nantinya akan digembleng dengan berbagai pola, sehingga akan menjadi kader yang handal dan siap di segala kesempatan dan dengan bekal yang dimiliki akan memberikan kontribusi pada IPPNU. Kami juga akan meminta kepada keduanya untuk mensosialisasikan hasil Diklatnas, sehingga ilmu yang didapat akan menular kepada yang lainya sehinga oleh-oleh yang didapat bisa dibagai rata sesama kader.

Luftah juga berharap kepada semua kader IPPNU untuk lebih meningkatkan himma berorganisasi dan meningkatkan kualitas diri untuk menatap IPPNU yang lebih cerdas serta tidak meninggalkan kekharismatikan organisasi . Dan dengan setia tetap belajar berjuang dan bertakwa, tukasnya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/34139/ippnu-tak-gentar--kehilangan-kader

Jumat, 10 April 2015

Duta Islam di Indonesia ya Nahdlatul Ulama!

Jalaludin Rumi - Bisa dikatakan mungkin saya di NU masih seumur jagung dan juga belum memberikan kontribusi apa-apa. Namun hati ini merasa yakin untuk saya ikut di organisasi ini, bukan karena faktor keturunan dari orangtua saya yang NU, tapi benar-benar saya memahami bahwa inilah organisasi di Indonesia yang dari dulu jaman penjajah mengawal sampai kemerdekaan RI.

Duta Islam di Indonesia ya Nahdlatul Ulama! - Jalaludin Rumi
Duta Islam di Indonesia ya Nahdlatul Ulama! - Jalaludin Rumi


Duta Islam di Indonesia ya Nahdlatul Ulama!

Dari dulu NU memberikan dukungan perjuangan kemerdekaan dan sampai sekarang tetap teguh mempertahankan NKRI. Penerimaan NU atas Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 adalah sebagai strategi untuk menjalankan ajaran Islam secara merdeka bagi umat Islam di Indonesia tanpa ada disintegrasi bangsa, tanpa perang, tanpa kekerasan.

Ketika Indonesia merdeka NKRI segera dikukuhkan sebagai sebuah negara kesatuan berdasarkan ideologi Pancasila, yang merupakan warisan leluhur bangsa ini. Itulah sebabnya Pancasila diterima oleh bangsa ini dengan tangan terbuka karena memang sebelumnya telah hidup dan berkembang sebagai falsafah hidup bagi bangsa ini, sehingga walaupun berbeda budaya, berbeda suku dan berbeda agama, tetapi bisa hidup rukun dan bersatu saling tolong-menolong satu sama lain.

Nahdlatul Ulama (NU) lahir dari budaya Islam Nusantara dan berkembang dalam budaya Nusantara dengan segala gelombang yang terjadi di atasnya, ketika Nusantara dalam penjajahan NU dengan gigih mempertahankan identitas kenusantaraannya dan berjuang penuh melawan penjajah yang ingin melenyapkan kenusantaraan menjadi kebelandaan.

Pesantren berhasil menjaga tradisi Islam Nusantara, dan dari situlah 91 tahun yang lalu NU Lahir. Dalam keterjajahan itu, NU mengobarkan semangat revolusi dan perjuangan. Karena itu ketika Nusantara merdeka menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak ragu lagi NU menjadi penjaga dan sekaligus penyangga serta perekat persatuan Indonesia, dalam menghadapi berbagai subversi, gerakan separatis dan pemberontakan yang menodai negeri ini.

Hadirnya Reformasi dengan semangat liberalisme yang tanpa batas menjadikan upaya merombak NKRI serta mengganti atau merevisi Pancasila terus berjalan, dengan menawarkan ideologi lain yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Dari situlah ketegangan nasional mulai terjadi antara kelompok pembela NKRI dan pendukung Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dengan kelompok yang ingin merombaknya. Berkat kegigihan pendukung NKRI dan Pancasila ini kedua hal tersebut tidak diubah.

Semoga Jam’iyah kami, Nahdlatul Ulama (NU), sebagaimana mula-mula didirikan 91 tahun yang lalu, sebagai jam’iyah yang berkhidmah dan melayani umat, bangsa, dan Negara Indonsia. Jadikanlah Nahdlatul Ulama (NU) pelopor dalam menyiarkan Islam yang rahmatan lil’aalamiin dan meneladankan ajaran dan akhlak Rasulullah SAW.

Jadikanlah Nahdlatul Ulama (NU) rahmat dan bukan beban bagi umat, bangsa dan Negara Indonesia. Anugerahilah kekuatan lahir-batin kepada para pemimpin dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di semua jajaran untuk memikul amanat, mengurusi dan tidak malah menjauhi warga mereka. Bukalah mata hati dan pikiran mereka; agar mereka dapat berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai Khittah Nahdlatul Ulama (NU).

Anugerahilah mereka sikap qana’ah, tidak tamak dan mudah silau terhadap materi duniawi. Jangan biarkan kepentingan sesaat membelokkan mereka dari tujuan mulia jam’iyyah mereka: melayani umat, berkhidmah kepada bangsa dan negara, demi mendapatkan ridha-Mu. Duta Islam di Indonesia adalah NU. [Jalaludin Rumi]

Abdul Adhim, Netizen NU Kota Santri Pekalongan 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/duta-islam-di-indonesia-ya-nahdlatul-ulama.html

Sabtu, 07 Maret 2015

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep

Sumenep, Jalaludin Rumi. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ualama (PC IPNU) Kabupaten Sumenep, Ubaidillah, melakukan klarifikasi seputar warta di Jalaludin Rumi (17/11) terkait ditundanya pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto, Sumenep. Menurutnya, kabar bahwa pelantikan tersebut tertunda gara-gara LSM Fajar Nusantara (Fans), tidak benar adanya.

Yang benar adalah, acara pelantikan tersebut ditunda karena ada sisi teknis yang belum matang dalam kepanitiaan, terang Ubaidillah kepada Jalaludin Rumi melalui telepon selulernya, Senin (18/11) siang.

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)


Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep

Ditambahkan Ubaidillah, Anwar Nuris yang menyebar kabar penyebab tertundanya pelantikan di jejaring sosial, bukanlah salah seorang pengurus PAC IPNU Bluto. Karenanya, apa yang disampaikan Anwar Nuris tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Jalaludin Rumi

Anwar Nuris ini berada di luar struktur kepengurusan PAC IPNU Bluto, ungkapnya.

Kepada Jalaludin Rumi, Ubaidillah menceritakan kronologi tertundanya pelantikan yang sedianya akan dilangsungkan pada Jumat (15/11) lalu itu. Pihaknya menekankan betapa hal itu tidak ada kaitannya dengan LSM Fans.

Jalaludin Rumi

LSM Fans ini yang mengelola murni adalah Syaiful Harir. Dia minta bantuan ke teman-teman cabang (PC IPNU Sumenep, red) untuk mengurus acara. persiapan segala sesuatunya dilakukan secara bersama-sama, ujarnya.

Pada saat itu, Ketua PAC IPNU Bluto Abdul Wahid memberitahukan kepada Ubaidillah melalui telepon, bahwa acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto dilangsungkan bada Jumat.

Dan saya menyampaikan ke rekan-rekan PAC IPNU-IPNNU Bluto bahwa di cabang ada acara. Saya juga sampaikan bahwa apabila acara pelantikan itu memang sudah disepakiti, mohon tidak ditunda. Kami tetap akan hadir, tambah Ubaidillah.

Tak berlangsung dari pemberitahuan yang pertama itu, Ubaidillah menerima pemberitahuan kedua. Pemberitahuan kedua ini menegaskan acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto ditunda, atas kesepakatan panitia.

Diberitahukan kembali ke saya, acaranya diundur. Saya jawab tidak apa-apa walau diundur. Ketika saya tanyai alasannya, jawabannya karena ada sisi teknis yang belum matang. Mereka menghendaki acara sangat sukses, pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil rapat pengurus PAC IPNU-IPNU Bluto, Jumat lalu, di Masjid Baiturrahman Gilang Bluto, pelantikan dan orasi Ke-IPNU-IPPNU-an akan ditunda sampai pada tanggal 22 November 2013 bertempat di Kantor MWC NU Bluto dengan tema Menelaah Kembali Visi-Misi IPNU-IPPNU. (Hairul Anam/Anam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48285/ihwal-penundaan-pelantikan-ipnu-ippnu-di-sumenep

Jalaludin Rumi

Jumat, 20 Juni 2014

Assad Pernah Peringatkan Perancis

Karma. Anda tahu apa itu karma? Karma itu apa yang terjadi di Perancis kemarin. Insiden terorisme di sebuah Hall konser di Timur Paris, ratusan tewas. Presiden Perancis Francois Hollande menyatakan setidaknya 127 warga sipil tewas dan puluhan disandera.

Apa belum pernah ada yang memperingatkan kalian soal ini? Dialah Bashar al Assad, Presiden Suriah yang hendak kalian gulingkan itu. Ia sudah berkali-kali memperingatkan agar dunia tidak mensponsori para teroris asing yang "berjihad" di negaranya.

Eropa tidak menggubrisnya ketika pada 28 November 2014 ia berkata: "Prosentase terbesar dari para teroris Eropa yang datang ke negeri kami berasal dari Perancis. Dan kalian punya beberapa insiden terorisme di Perancis. Terorisme di Eropa tidak lagi tertidur, mereka telah dibangkitkan (oleh pemerintahnya sendiri)." Assad sudah berkali-kali memperingatkan bahwa ribuan teroris asal Eropa yang "berjihad" di Suriah dan mendapat sokongan dari Rezim-rezim NATO itu suatu saat akan pulang dan membuat ulah di negaranya masing-masing. Masih ingat kan pada 20 Januari 2014 Assad berkata: "Negara-negara Barat telah kehilangan kredibilitasnya.

Mereka telah menjual prinsip-prinsip mereka demi kepentingan semata. Saya tidak mempercayai Eropa, khususnya Perancis, kecuali ia mengubah kebijakan luar negerinya." Masih ingat kan saat Assad mengatakan ini? "Kami telah menyeru Barat agar mereka tidak menyokong Terorisme (di negeri kami) dan memberikannya perlindungan politik. Karena ini pasti akan berdampak pada negara kalian dan rakyat kalian sendiri. Mereka tidak mendengarkan kami." Eropa mengetahui industri Takfirisme dan Radikalisme itu sangat potensial. Demi menggulingkan Rezim Assad, NATO bersama USA dan Rezim-rezim Teluk menyirami bibit itu, menghabiskan Milyaran dollar untuk membesarkannya, menyokongnya, mempersenjatainya dan menyediakan kamp-kamp pelatihan untuknya di Jordania, Turki, Qatar dll lalu melepasnya di Suriah guna menggulingkan Rezim.

Tapi mereka lupa satu hal! Resiko Beternak anjing gila sang majikan pun bisa kena gigitannya. Karena hakikatnya anjing gila hanya tahu mengamuk. Para monster ini menganggap kafir, thoghut dan layak mati semua orang yang tak sejalan, meski terhadap tangan yang selama ini memberinya makan sekalipun. Siapa yang menyuruh kalian memelihara teroris? Bukankah Assad sudah memperingatkan kalian dengan kalimat berikut: "Terorisme bukanlah sebuah kartu yang bisa anda mainkan dan masukan kembali ke dalam kantong. Seperti kalajengking, ia akan menyengat setiap saat." Masih ingat saat Assad mengatakan ini. "Barat telah menghabiskan 10 tahun untuk memerangi Terorisme. Mereka telah membunuh jutaan manusia dengan dalih ini. Dan kini mereka menyokong para teroris yang sama di Suriah. Dan kini aku yang jadi penjahatnya?" Siapa yang menyuruh kalian beternak teroris? Bukankah Assad sudah memperingatkan kalian! Assad juga pernah berkata: "Barat telah bersepakat dengan para teroris dengan cara yang paling munafik. Mereka menyebutnya Terorisme jika aksi tersebut menghantam mereka, namun menyebutnya Revolusi, pembebasan, Demokrasi dan HAM jika itu menghantam kami (Suriah)." Apa yang ingin kalian katakan sekarang wahai Hipokrit? Dengarkan! sekali lagi dengarkan wahai Rezim-rezim yang menghabiskan uangnya di jalan setan, apa yang lagi-lagi pernah dikatakan Pemimpin Syam ini. "Para teroris hanya memiliki satu pesan.

Yang mana dari ideologi gelap yang mereka bawa, bagi mereka semua siapapun yang tidak berpikir seperti mereka tidak layak untuk hidup." Jangan menangis! Terlambat untuk menangis. Assad sudah 4,5 tahun menghadapi puluhan ribu teroris bersenjata binaan kalian dan sampai hari ini ia tetap tegar. Sedangkan kalian baru menghadapi beberapa teroris yang kalian biayai sendiri sudah kelabakan. Jangan sampai setelah ini kalian kembali menyalahkan Rusia (seperti yang biasanya NATO lakukan) dengan berkata "Gara-gara Rusia mengamuk di Suriah, akhirnya para teroris binaan kami kabur pulang kampung ke Eropa dan membuat ulah." Siapa suruh ternak anjing gila?

Assad Pernah Peringatkan Perancis - Jalaludin Rumi
Assad Pernah Peringatkan Perancis - Jalaludin Rumi


Assad Pernah Peringatkan Perancis

Para monster itu akan kembali ke negara masing2 dan pastinya akan berbuat ulah. Siap2 saja.

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/assad-pernah-peringatkan-perancis.html

Senin, 29 April 2013

Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah

Jalaludin Rumi - Sebetulnya Bab wilayah atau kewalian dalam kitab Jami' Ushul fi al-Auliya adalah hanya untuk pengetahuan kita semua. Dari pelajaran itu kita ambil poin-poinnya saja. Adapun ahwal (perbuatan) dan amaliah para wali Allah sulit untuk bisa kita takar.

Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah - Jalaludin Rumi
Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah - Jalaludin Rumi


Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah

Jangan ingin menjadi wali. Tapi yang seharusnya kita lakukan adalah bertanya, apa sebab beliau diangkat oleh Allah Swt. menjadi waliNya? Sebabnya hanya satu, yang terdiri dari dua hal, yakni ketaatannya kepada dua orangtua dan gurunya. Ini yang perlu kita tiru.

Kalau orang awam melakukan mujahadah malam, ibadah malam, membaca dzikir, membaca ayat sekian, membaca tasbih sekian, (hal itu dilakukan) menunggu kalau utangnya banyak, mendapat musibah dan cobaan. Atau (mendapat) sesuatu yang menjadikan susah pada dirinya, baru dia mencari kuncinya untuk mendekat kepada Allah Swt. Saat sudah berhasil terkadang lupa lagi pada Allah. Wajar-wajar saja karena kita tingkatannya orang awam, allahumma ma'lum, salah 3 dapatnya 7, salah 5 dapat(nilai)nya masih 8.

Tapi kalau tingkatan para wali Allah, benar semua malah dapatnya nol. Kenapa, karena tidak merasa. Apa yang telah dikerjakan tidak ke pribadi, melainkan dikembalikan semua dari dan kepada Allah Swt. Tidak merasa memiliki. Kalau menghadap kepada Allah Swt., ia melupakan semua yang sudah dibacanya, sudah dapat sekian khataman setiap malamnya, berdzikir sekian ribu kali. Beliau (wali Allah) tidak pernah mengingat-ingatnya di hadapan Allah Swt. Itu semata-semata ketaatan kepada Allah Swt.

Saat mendapatkan ijazah 'Bismillah' (misalnya) dari seorang kiai, dibaca sekian kali agar usahanya lancar, tokonya laris, rejekinya banyak, untungnya banyak, dlsb. Ketika dibaca (diamalkan) yang dibayangkan adalah usaha lancar, toko laris, rejeki dan untung yang banyak, ia lupa kepada Allah Swt. karena yang diingat adalah khasiatnya Bismillah (bukan Allah). Akhirnya mampir dulu, sehingga pantas jika tidak diberi langsung. Jika hatinya lepas (dari hal tersebut) dan betul-betul hanya ingat Allah, maka pasti akan diberi langsung.

Para wali Allah akan malu jika melakukan hal demikian. Para wali di hadapan Allah Swt. itu faqir, tidak merasa punya amaliah kebaikan sedikit pun dan tidak pula merasa bisa begini dan begitu. Hatinya selalu dibersihkan, tashfiyatul qulub watazkiyatun nufus, terus berusaha (bermujahadah) setiap malamnya.

Nah kalau tingkatan kita (awam), boro-boro. Alhamdulillah ada hadits Baginda Nabi Saw., "Kelak manusia akan dikumpulkan dengan orang-orang yang dicintainya." Kita bisa berdoa, "Allahumma amin". Semoga dikumpulkan bersama beliau, setiap shalat kita membaca "Ihdinasshirathal mustaqim". Dan berdoa (QS. an-Nisa ayat 69-70):

مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا

Kunci yang pertama taat kepada dua orangtua, ini tangga/pintu yang paling luar biasa. Yang kedua adalah taat kepada guru. Taat kepada dua orangtua bukan sekadar taat-taat saja. Tapi ketaatan itu selalu menggugah kembali jasa-jasa orangtua kita pada diri kita. Kalau kita sering dzikrul walidain, mengingat dua orangtua, nasihatnya, bahkan jika sempat ditulis. Itu merupakan bagian dari dzikrul walidain, taat kepada dua orangtua. Karena dengan menceritakan kedua orangtua akan menambahkan kecintaan kepada mereka.

Nah bagaimana kalau Baginda Nabi Saw? Kalau kita sering membaca shalawat, otomatis akan semakin "dzikrun Nabiy" (mengingat Nabi), dan lama-lama akan muncul haya', malu kepada Baginda Nabi Saw.

Sifat manusiawi, timbul perasaan luar biasa jika cintanya kepada lawan jenis diterima. Dia akan menjaga cintanya betul-betul dan berusaha selalu jujur. Sangat takut putus cinta. Padahal diterimanya cinta tersebut dari lawan jenis tidak menjadi jaminan selamat dari siksa neraka. Tapi kepada dan dari Baginda Nabi Saw. itu menjadi jaminan, illa man aba (kecuali yang enggan/lari).

Ketika ayat turun, "Walasaufa yu'thika Rabbuka fatardha", Rasulullah tidak ridha kalau salah satu ummatnya masuk ke dalam api neraka, kecuali orang yang "aba", yang lari dari Baginda Nabi Saw. Jaminan bagi yang cinta kepada Nabi Saw., pasti akan mendapatkannya sebagaimana permintaan Nabi Saw. kepada Allah Swt. Anehnya, kita tidak pernah takut putus cinta kepada Baginda Nabi Saw.

Padahal saat seseorang putus cinta dengan lawan jenisnya, dia gandrung, bikin puisi sendiri, bikin sajak sendiri. Kalau dengar lagu-lagu yang berkenaan dengan waktu dia bercinta dengan seseorang masih terngiang sekalipun bagi orang lain tidak enak. Tapi orang ini senang karena lagu itu mempunyai kenangan, dingat-ingat terus. Masa' dengan Baginda Nabi Saw. tidak, aneh bin ajaib, mestinya kita harus takut putus cinta dengan Baginda Nabi Saw.

Berangkat dari birrul walidain tadi dan berangkat dari taat kepada para masyayikh (guru) kita, itulah kunci-kuncinya. Meskipun ilmunya sundul langit jika dengan dua orang tuanya tidak taat, jangan diharap ilmunya manfaat. Begitu juga kaya sekaya apapun tapi sama orangtua tidak taat, jangan diharap dunianya barokah, bagai air yang cepat habis.

Maka dari itu kita tadi mendengarkan keterangan bab wilayah (kewalian), kita hanya mengambil khulashah (ringkasan) orang-orang yang diangkat oleh Allah Swt. menjadi para waliNya, yakni dengan birrul walidain dan taat kepada gurunya.

Itulah yang menjadi sebab mengantar dirinya mendapat "Ridhallah fi ridhal walidain". Kita kembalikan juga "Ridhallah fi ridha rasulih", untuk ummat. Dan kita mengharapkan ridha Rasulullah Saw., karena apakah ridha orangtua lebih bernilai dari ridha Nabi Saw.? Untuk bisa menggapai keridhaan Nabi Saw. harus mencapai keridhaan orangtuanya. Baru kita akan mencapai ridha Allah Swt. [Jalaludin Rumi]

Keterangan: Ulasan di atas adalah transkip keterangan yang disampaikan oleh Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada Pengajian Rutin Jum'at Kliwon, 20 Januari 2017. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/habib-luthfi-ketika-baca-bismillah-untuk-toko-laris-tapi-lupa-allah.html

Senin, 17 Desember 2012

Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak

Jalaludin Rumi - Imsak berasal dari bahasa Arab amsaka yumsiku imsak yang berarti menahan. Secara istilah yang umum dipahami adalah saat seseorang sebaiknya memulai untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk Subuh.

Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak - Jalaludin Rumi
Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak - Jalaludin Rumi


Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Ashim berkata, telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Anas bin Malik bahwa Zaid bin Tsabit telah menceritakan kepadanya, bahwa mereka pernah sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian mereka berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku bertanya, Berapa jarak antara sahur dengan shalat subuh? Dia menjawab, antara lima puluh hingga enam puluh ayat. (HR Bukhari 541 )

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, telah mengabarkan kepada kami Waki’ dari Hisyam dari Qatadah dari Anas dari Zaid bin Tsabit radliallahu ‘anhu, ia berkata; Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sesudah itu kami beranjak untuk menunaikan shalat. Saya bertanya, kira-kira berapa lama jarak antara makan sahur dan shalat. Ia menjawab, kira-kira selama pembacaan lima puluh ayat. (HR Muslim 1837).

Hadis-hadits ini menunjukkan bahwa jarak menahan (imsak) antara bersahurnya Sayyidina Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dengan sholat Subuh adalah sekitar pembacaan 50 ayat dan jumhur ulama sepakat sekitar 10 menit sebelum azan Subuh.

Mereka yang melarang atau mengharamkan waktu Imsak adalah akibat pemahaman mereka selalu dengan makna dzahir terhadap riwayat-riwayat sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kamu terhalang dari makan sahur karena adzan Bilal”. Padahal adzan Bilal bukanlah adzan Subuh.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ dari Sulaiman At Taimi dari Abu Utsman dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu, ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Janganlah sekali-laki adzan Bilal menghalangi kalian untuk makan dan minum. Atau beliau bersabda: Adzan Bilal pada waktu sahur. Sesungguhnya ia adzan hanya untuk membangunkan kalian (HR Bukhari 4887)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus berkata, telah menceritakan kepada kami Zuhair berkata, telah menceritakan kepada kami Sulaiman At Taimi dari Abu ‘Utsman Al Hindi dari ‘Abdullah bin Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Adzannya Bilal tidaklah menghalangi seorang dari kalian, atau seseorang dari makan sahur nya, karena dia mengumandangkan adzan saat masih malam, supaya orang yang masih shalat malam dapat pulang dan untuk mengingatkan mereka yang masih tidur. Dan Bilal adzan tidak bermaksud memberitahukan masuknya waktu fajar atau subuh. (HR Bukhari 586)

Jelaslah makna “Janganlah kamu terhalang dari makan sahur karena adzan Bilal” adalah adzan pertama sebelum waktu Subuh untuk membangunkan mereka yang masih tidur.

Oleh karenanya, sebagian ulama berpendapat untuk menghilangkan kesalahpahaman, menggantikan adzan pertama sebelum adzan Subuh dengan pengingat waktu sahur atau sekedar pembacaan shalawat. [Jalaludin Rumi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/salah-paham-menafsiri-hadits-imsak.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock