Tampilkan postingan dengan label Madrasah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madrasah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2015

Muslimat NU Jember Berikan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia

Jember, Jalaludin Rumi. Dalam rangka memperingati harlah Muslimat ke-71 NU sekaligus peringatan Isra Miraj, PC Muslimat NU Jember, Jawa Timur memberikan santunan berupa sembako kepada 70 anak yatim dan 30 wanita lanjut usia (lansia).

Pemberian santunan tersebut dilakukan di sela-sela acara peringatan Isra Miraj di halaman rumah Ketua Ranting Muslimat NU, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Jember, Nyai Nur Fadhilah Ahmad, Kamis (27/4).

Muslimat NU Jember Berikan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Berikan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU Jember Berikan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia

Dalam sambutannya, Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj Emi Kusminarni menegaskan bahwa sembako tersebut dikumpulkan dari para donatur, baik di internal pengurus Muslimat NU, warga bahkan juga dari seorang wanita muallaf.

Ia juga mengajak para kader NU, khususnya pengurus Muslimat NU di semua tingkatan untuk selalu memberi contoh, baik dalam soal ibadah, akhlak maupun kepedulian sosial. "Kalau namanya Muslimat NU, harus lebih dari yang lain, agar bisa dijadikan contoh," katanya.

Jalaludin Rumi

Ia menambahkan, pengurus Muslimat NU akan selalu menjadi sorotan masyarakat, sehingga perlu hati-hati dalam bertutur kata dan bertingkah laku. Dikatakannya, sejak lama warga NU dikenal dengan tingkah lakunya yang sopan, elegan dan suka kerukunan dengan siapapun dan penganut agama apapun.

Jalaludin Rumi

"Jadi ciri-ciri toleransi dan moderat warga NU itu sejak awal memang dicontohkan oleh para ulama kita," ucapnya.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Ashri Jember, KH Ayub Saiful Rijal dalam ceramahnya mengapresiasi kepedulian Muslimat NU Jember terhadap anak yatim dan kaum lansia.

Menurutnya, apa yang dilakukan Muslimat NU tersebut patut dihargai dan ditiru oleh lembaga lain. Saat ini, katanya, di tengah kehidupan yang serba pragmatis, begitu banyak orang yang membutuhkan perhatian dan kepedulian sesama.

Namun sayangnya, pada saat yang sama, kepedulian sosial seakan kian memudar, bahkan cenderung hilang dari tengah-tengah kehidupan masyarakat modern. Sebab, sebagian orang sudah berpikir nafsi-nafsi. Sementara di sisi lain, orang-orang yang papa kian nestapa.

"Karena itu, saya berharap agar Muslimat NU menjadi pelopor aksi sosial untuk peduli kepada sesama," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77466/muslimat-nu-jember-berikan-santunan-kepada-anak-yatim-dan-lansia

Jalaludin Rumi

Senin, 24 Agustus 2015

Pejabat FIFA: Qatar Batal Jadi Penyelenggara Piala Dunia 2022

Jakarta, Jalaludin Rumi. Piala Dunia 2022 tidak jadi diadakan di Qatar karena suhu terik di negara Timur Tengah tersebut, kata anggota Komite Eksekutif FIFA Theo Zwanziger, Senin seperti dilansir oleh Reuters.

"Saya pribadi berpikir bahwa pada akhirnya Piala Dunia 2022 tidak akan berlangsung di Qatar," katanya kepada Sport Bild, Senin.

Pejabat FIFA: Qatar Batal Jadi Penyelenggara Piala Dunia 2022 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pejabat FIFA: Qatar Batal Jadi Penyelenggara Piala Dunia 2022 (Sumber Gambar : Nu Online)


Pejabat FIFA: Qatar Batal Jadi Penyelenggara Piala Dunia 2022

"Petugas medis mengatakan bahwa mereka tidak dapat bertanggung jawab dengan Piala Dunia jika dilangsungkan dengan kondisi ini," kata mantan kepala sepak bola Jerman (DFB), yang kini menjadi anggota badan dunia sepak bola FIFA. Qatar ditetapkan sebagai tempat turnamen pada tahun 2010.

Meskipun Qatar telah menegaskan bahwa Piala Dunia musim panas layak diselenggarakan berkat teknologi pendingin untuk stadion, tapi masih ada permasalahan yang menjadi perhatian, khususnya untuk area pelatihan dan zona untuk para suporter.

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

"Mereka mungkin dapat mendinginkan stadion tapi Piala Dunia tidak hanya terjadi di sana," kata Zwanziger.

"Fans dari seluruh dunia akan datang dan bepergian dalam panas dan kasus yang mengancam jiwa akan memicu penyelidikan oleh jaksa.

"Itu bukan sesuatu yang anggota Exco FIFA ingin jawab."

FIFA ingin menggeser turnamen ke tanggal musim dingin Eropa untuk menghindari musim panas terik di mana suhu secara rutin meningkat lebih dari 40 Celsius.

Namun, pembicaraan tentang potensi perubahan dari yang biasa tanggal Juni-Juli telah mengakibatkan banyak oposisi dari liga domestik di seluruh dunia, khawatir perubahan jadwal akan mengganggu mereka.

Baik FIFA dan penyelenggara Piala Dunia Qatar telah menangkis pertanyaan adanya korupsi sejak mereka ditunjuk sebagai penyelenggara turnamen pada tahun 2010. Qatar juga telah dikritik atas kondisi para pekerja migran yang membangun para stadion di negara Teluk kecil tapi kaya itu. (mukafi niam) foto: reuters

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54654/pejabat-fifa-qatar-batal-jadi-penyelenggara-piala-dunia-2022

Jalaludin Rumi

Jumat, 17 Oktober 2014

Masjid Nahdliyin Perlu Tingkatkan Kualitas Khatib

Jakarta, Jalaludin Rumi. Nahdliyin masih mengalami sejumlah krisis dalam hal pengelolaan masjid. Selain aspek kepengurusan, kualitas khatib dinilai belum banyak yang memenuhi standar yang diidealkan. Karenanya, berbagai langkah perlu diterapkan demi pemecahan masalah ini.

Kebanyakan masjid-masjid Nahdliyin terjadi krisis khatib yang berkualitas, ujar Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Tamir Masjid Nahdlaul Ulama (LTMNU) Ibnu Hazen, Jumat (20/7), di Jakarta.

Masjid Nahdliyin Perlu Tingkatkan Kualitas Khatib (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Nahdliyin Perlu Tingkatkan Kualitas Khatib (Sumber Gambar : Nu Online)


Masjid Nahdliyin Perlu Tingkatkan Kualitas Khatib

Menurut Ibnu, memiliki sumberdaya khatib yang bermutu bagi masjid merupakan keniscayaan. Mutu tersebut meliputi keilmuan agama yang luas, keluhuran akhlak, sanggup memotivasi, membimbing, dan komunikatif.

Isi khotbahnya pun menyentuh dan menjawab problem umat sehingga menarik untuk didengar dan disimak. Jamaah tidak ngantuk dan tertidur ketika khatib sedang khotbah, tambahnya.

Jalaludin Rumi

Sebab itu, lanjutnya, PP LTMNU berharap masjid Nahdliyin dapat menyelenggarakan program pengaderan khatib. Program tersebut dibidani pengurus dewan kemakmuran masjid setempat dengan mengadakan pelatihan dakwah, seleksi dai potensial, atau lainnya.

Jalaludin Rumi

Dari khotbah para khatib diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab jamaah terhadap pemakmuran masjid, pungkasnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38870/masjid-nahdliyin-perlu-tingkatkan-kualitas-khatib

Jalaludin Rumi

Kamis, 17 Mei 2012

Ini 12 Sekolah Berbasis Pesantren yang Diresmikan Kementerian Agama

Jakarta, Jalaludin Rumi. Diresmikannya sekolah berbasis pesantren yaitu Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada tingkat Ula (setingkat MI/SD), Wustho (setingkat MTs/SMP), dan Ulya (setingkat MA/SMA/SMK) oleh Kementerian Agama menandai komitmen pemerintah dalam pengakuan legalitas pendidikan yang diselenggarakan oleh pesantren. Peresmian PDF ini digelar di Pondok Pesantren Minhaajurrasyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Senin (1/8).

Untuk tahun pertama, Kemenag meresmikan 12 PDF tingkat Wustho dan Ulya dengan memberikan SK izin operasional setelah melalui berbagai syarat yang harus terpenuhi oleh 12 PDF tersebut. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seperti yang disampaikan oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsenmenjelaskan bahwa pendidikan berbasis pesantren penting untuk merespon fenomena ulama yang semakin langka.

Ini 12 Sekolah Berbasis Pesantren yang Diresmikan Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 12 Sekolah Berbasis Pesantren yang Diresmikan Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)


Ini 12 Sekolah Berbasis Pesantren yang Diresmikan Kementerian Agama

Diterangkannya, langkah formalitas sendiri tidak akan membuat satuan pendidikan tersebut hilang akan karakter pesantrennya. PDF ini tetap akan fokus pada pengajaran kitab kuning namun bersifat formal sehingga lulusan pondok pesantren tetap membawa legalitas ijazah yang diakui negara seperti sekolah umum dan madrasah.

Peresmian ini juga sebagai langkah lanjutan setelah diresmikannya Mahad Aly yang setara dengan perguruan tinggi Islam maupun umum sehingga santri di pondok pesantren tetap bisa terus fokus dengan mengkaji kitab kuning dari Ula (MI/SD) hingga Mahad Aly (perguruan tinggi) tanpa harus bingung soal legalitas ijazah. Sebab ijazah dari berbagai tingkatan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal ini telah diakui oleh pemerintah.

Jalaludin Rumi

Berikut 12 satuan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) yang telah diberikan SK izin operasional oleh Kementerian Agama:

Jalaludin Rumi

1. PDF Wustho Malindo Manbaul Ulum Pekalongan, Jawa Tengah.

2. PDF Wustho Al-Munawaroh Pekanbaru, Riau.

3. PDF Wustho Apik Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

4. PDF Wustho Minhaajurrasyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

5. PDF Wustho Al-Fitrah Surabaya, Jawa Timur.

6. PDF Wustho Nurul Qadim, Probolinggo, Jawa Timur.

7. PDF Wustho Al-Mubarok, Wonosobo, Jawa Tengah.

8. PDF Ulya Salafiyah Parake, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

9. PDF Ulya Minhaajurrasyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

10. PDF Ulya Al-Falah, Jepara, Jawa Tengah.

11. PDF Ulya Al-Munawaroh, Pekanbaru, Riau.

12. PDF Ulya Malindo Manbaul Ulum Pekalongan, Jawa Tengah.

Hadir dalam acara peresmian ini di antaranya Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pendidikan Diniyah Ahmad Zayadi, Pengasuh Pesantren Darurrohman KH Syukron Makmun, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Abdurrahman, Ketua Yayasan Minhaajurrasyidiin Nur Faizi Suwandi, Ketua MUI DKI Jakarta KH Syarifuddin Abdul Ghani, Pengasuh Pesantren Minhaajurrasyidin KH Asyari Akbar, dan Asosiasi Pondok Pesantren se-DKI Jakarta.(Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70148/ini-12-sekolah-berbasis-pesantren-yang-diresmikan-kementerian-agama

Jalaludin Rumi

Kamis, 19 Agustus 2010

Adakan Pertemuan Siluman Dengan 35 Kiai NU, GP Ansor Kayen Bubarkan Acara HTI

Jalaludin Rumi - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendapatakan perlawanan dari PAC GP Ansor Banser dan Pagar Nusa Kecamatan Kayen, Pati, pada saat mereka mengadakan pertemuan di Gedung Haji, Kec. Kayen, Kab. Pati, Jateng, Ahad (13/11/2016) pagi.

Awalnya, Ketua PAC GP Ansor Kayen mendapatakan selebaran yang isinya akan ada kegiatan mengatasnamakan HTI di daerah tersebut yang kabarnya mengundang tokoh-tokoh NU di 21 desa se Kecamatan Kayen. Setelah ditelusuri, ternyata informasi tersebut benar adanya.

Mengingat situasi politik di Jakarta yang belum padam, Ansor langsung berkoordinasi dengan Pagar Nusa (PN) untuk mendatangi acara. Informasi yang diterima Duta Islam menyebutkan, ada 20 anggota HTI dan 35 tokoh NU yang hadir di acara. Ini yang menurut Ansor harus diwaspadai.

Adakan Pertemuan Siluman Dengan 35 Kiai NU, GP Ansor Kayen Bubarkan Acara HTI - Jalaludin Rumi
Adakan Pertemuan Siluman Dengan 35 Kiai NU, GP Ansor Kayen Bubarkan Acara HTI - Jalaludin Rumi


Adakan Pertemuan Siluman Dengan 35 Kiai NU, GP Ansor Kayen Bubarkan Acara HTI

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Ketua PAC Ansor, Sunoto, menetapkan siaga 1 wahabi di daerahnya atas digelarnya acara HTI, yang terkesan sembunyi-sembunyi dengan misi politis mempengaruhi tokoh-tokoh kiai sepuh NU.

Jalaludin Rumi

Dipimpin langsung oleh Sunoto, pagi itu juga sekitar jam 10.00 WIB, 30 orang terdiri atas Ansor, Banser dan Pagar Nusa, bergerak menuju Gedung Haji Kayen. Dalam pertemuan tersebut, HTI mengajak bergabung kepada para kiai NU karena umat Islam disebut sudah bersatu sejak demo 411 di Jakarta.

"Umat Islam sekarang sudah bersatu. Hal ini dibuktikan dengan acara demo 4 November 2016 yang diikuti hampir semua ormas Islam. Oleh karena itu, mari NU juga bersama-sama ormas Islam yang lain untuk menjaga persatuan antar umat Islam yang semakin nyata," kata salah satu anggota HTI, dikutip Duta Islam dari laporan Joko Buono, anggota Pagar Nusa Pati, kemarin (13/11/2016).

Jalaludin Rumi

Melihat agenda HTI yang main colong kepada sesepuh NU di wilayahnya, Ansor, Banser dan Pagar Nusa memberikan kesempatan pertemuan HTI tersebut hingga pukul 11.30 WIB, sebagaimana rencana awal. "Kalau jam 11.30 tidak bubar, maka akan dibubarkan paksa," demikian ultimatum Ketua Ansor. Redaksi Jalaludin Rumi belum menerima laporan lebih lanjut atas berita ini. [Jalaludin Rumi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/adakan-pertemuan-siluman-dengan-35-kiai-gp-ansor-kayen-bubarkan-hti.html

Senin, 26 Februari 2007

Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren

Jakarta, Jalaludin Rumi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menandatangi nota kesepahaman dengan Putera Sampoerna Foundation untuk program peningkatan kualitas guru di pesantren, Selasa (15/3) di Gedung PBNU Jakarta.

Dalam sambutannya, Kang Said mengatakan bahwa ada empat metode pengajaran yang ada di dunia pesantren. Ada empat metode pengajaran di pesantren; tiga hanya ada di pesantren, dan yang satu ada juga di luar pesantren, kata Kang Said.

Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren

Pertama adalah talim (transfer ilmu). Kang Said menjelaskan bahwa metode ini ada di pesantren dan juga di luar pesantren. Bedanya kalau di pesantren proses transfer ilmu berlangsung sehari semalam, tetapi di luar pesantren hanya berlangsung setengah sampai satu hari. Kedua, tadris (mengamalkan ilmu). Untuk metode kedua ini, Kang said memberikan contoh bahwa santri yang terbiasa shalat dengan kiainya, mereka tidak perlu menghafalkan doa setelah shalat karena mereka sudah hafal dengan sendirinya.

Yang ketiga adalah tadib (disiplin). Lima menit sebelum kiai mengajar, santri sudah harus di tempat. Kalau seandainya mereka telat, mereka akan malu banget dan duduk di luar (pesantren), jelas kiai asal Cirebon itu.

Jalaludin Rumi

Disiplin, sambung Kang Said, meliputi semua kegiatan belajar mengajar di pesantren seperti disiplin dalam mengerjakan shalat, disiplin dalam mengikuti semua kegiatan pondok, disiplin taat pada kiai, dan lain sebagainya.

Jalaludin Rumi

Keempat, tarbiyah (mengembangkan, meningkatkan, dan membangun). Kang Said menuturkan bahwa Kiai itu merupakan murobbi (yang mengembangkan). Ia meberikan contoh bahwa anak kecil itu ciptaaannya Allah robb (yang menciptakan), sedangkan kiai adalah seorang murobbi yang mengembangkan, membangun, meningkatkan, dan menyempurnakan akhlak dan ilmu santri-santri tersebut.

Lebih lanjut, Kang Said menuturkan bahwa pesantren bukan hanya menanamkan cinta Islam, tapi juga cinta tanah air santri-santrinya. Bagi kiai, tidak penting nama pesantrennya itu terkenal karena yang penting nama desanya. Contoh pesantren Lirboyo, pesantren Tebuireng, dan lainnya, saya kira jarang yang tahu nama pesantrennya. Itu semua kan nama desanya, terangnya.

Dengan demikian, Kang Said menilai bahwa bangsa ini akan rugi kalau tidak memperhatikan dan meniru sistem pendidikan pesantren. Tirulah pesantren. Rugi kalau bangsa Indonesia meninggalkan metode pengajaran pesantren. Rugi besar bangsa ini, pungkasnya. (Ahmad Muchlishon/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66546/kang-said-jelaskan-kekhasan-pengajaran-di-pesantren

Jalaludin Rumi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock