Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2017

Gus Sholah Kembali Dirawat di RSUD Jombang

Jombang, Jalaludin Rumi. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang setelah mengalami kelelahan. Adik Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid ini sempat disambangi menteri BUMN Rini Soemarno, Selasa (30/8).

"Tadinya hanya ingin periksa, karena kemarin tiba tiba lemas. Tapi oleh dokter diminta menginap, ya sudah, akhirnya sementara istirahat," tutur Gus Sholah saat disambangi Jalaludin Rumi di ruang VVIP Upaya Waluya RSUD Jombang.

Gus Sholah Kembali Dirawat di RSUD Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Kembali Dirawat di RSUD Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Sholah Kembali Dirawat di RSUD Jombang

Meski terlihat masih berbaring, Gus Sholah mengaku kondisinya kini sudah agak baik dari sebelumnya. Bahkan rencananya akan segera minta untuk pulang. "Doakan besuk sudah bisa pulang, sekarang sudah baikan," imbuhnya.

Jalaludin Rumi

Sudah beberapa kali, putra ragil dari KH Wahid Hasyim ini dirawat di rumah sakit, mengingat kondisi usia dan kesehatannya yang sudah melemah.

Saat menjalani perawatan, Gus Sholah sempat disambangi Menteri BUMN Rini M Sumarno.

Rini yang mengenakan baju putih datang bersama rombongannya setelah sempat mampir di pesantren Tebuireng. Dengan didampingi dokter Mahfudz, dan istri, Gus Sholah menerima sejawatnya itu. "Alhamdulillah kondisi saya sudah membaik. Hanya kecapekan saja," ujar Gus Solah sambil berbaring.

Jalaludin Rumi

Kepada Menteri Rini, Gus Sholah menceritakan, di ruang yang ditempatinya sekarang inilah sempat digunakan presiden Gus Dur saat dirawat sepekan sebelum meninggal. "Disini dulu Gus Dur pernah dirawat, sama yang nangani dokternya," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Rini mengaku dirinya sengaja menjenguk Gus Sholah di RSUD Jombang setelah akan mampir di Pesantren Tebuireng untuk ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur usai me-launching kartu petani di PG Tjoekir. "Tadinya kepingin mampir di pesantren, namun mendengar beliau dirawat, kita langsung ke sini (RSUD). Alhamdulillah kondisi beliau sudah sehat, kita doakan segera pulih dan bisa beraktifitas kembali memimpin pesantren," ujarnya.

Rini mengaku dekat dengan Gus Sholah sejak lama, di samping sebagai senior dan tokoh NU yang sering diajak bertukar pikiran berbagai persoalan. "Beliau senior, kita sering berdiskusi jika ada persoalan, dan saya dekat sejak lama dengan beliau," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70858/gus-sholah-kembali-dirawat-di-rsud-jombang-

Jalaludin Rumi

Sabtu, 11 Februari 2017

PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat

Jakarta, Jalaludin Rumi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengucapkan selamat kepada Muslimat NU yang bakal menghelat Kongres XVII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 23-27 November 2016.

Sebagai forum tertinggi di Muslimat NU, kongres tersebut diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat baik bagi Muslimat NU sendiri maupun bangsa dan negara. PBNU secara khusus juga mengingatkan agar terjadi regenerasi dalam kepemimpinan Muslimat NU yang selama tiga periode dipimpin Khofifah Indar Parawansa.

PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat

"Saya menyampaikan bahwa sesuai hasil rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah pada 27 Oktober, PBNU mengingatkan Muslimat NU agar kembali kepada Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama Pasal 16 Ayat 3 yang menyatakan bahwa masa khidmah ketua umum pengurus badan otonom adalah dua periode, kecuali ketua umum pengurus badan otonom yang berbasis usia adalah satu periode," ujar Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Gus Yahya, panggilan akrabnya, mengatakan, rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah meminta Muslimat NU untuk menegakkan aturan yang berlaku demi kemajuan dan kelangsungan kaderisasi di tubuh badan otonom NU yang beranggotakan kaum ibu ini.

Jalaludin Rumi

"Tanpa mengurangi rasa hormat, (rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah) meminta Ibu Khofifah Indar Parawansa, saatnya pada kongres kali ini menyerahkan estafet kepemimpinan kepada kader lain," tambahnya.

PBNU, katanya, sudah menoleransi kepemimpinan Khofifah di Muslimat NU selama tiga periode. Namun, kali ini tidak, sebagai langkah mengantisipasi kemacetan yang lebih lama dalam proses kaderisasi.

Jalaludin Rumi

Imbauan agar ketua umum tak melebihi batas dua kali masa khidmah tersebut juga berlaku untuk sejumlah badan otonom NU lain, khususnya yang tidak bebasis usia, seperti Persatuan Guru NU (Pergunu), Pencak Silat NU Pagar Nusa, Ikatan Sarjana NU (ISNU), Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), dan lainnya. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72844/pbnu-harus-ada-regenerasi-ketum-muslimat

Senin, 09 Januari 2017

Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama

Yogyakarta, Jalaludin Rumi. Kekhawatiran beberapa pihak akan adanya krisis ulama di masa yang akan datang seiring derasnya arus modernisasi dan globalisasi terjawab sudah. Prakarsa yang dilakukan oleh jajaran Kanwil Kementerian Agama Prov. D.I. Yogyakarta menyelenggarakan program tahfidz di Madrasah guna cetak kader ulama yang mempunyai kapasitas pemahaman Al-Quran secara kaffah patut mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kesempatan wisuda tahfidz Madrasah, Kamis (17/12), di GOR Amongrogo, Yogyakarta.

Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)


Program Tahfidz di Madrasah Cetak Kader Ulama

Saya sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas program tahfidz di Madrasah. Program ini merupakan jawaban atas kekhawatiran beberapa pihak akan adanya krisis ulama di masa depan, Kata Menag seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Jalaludin Rumi

Di hadapan ribuan siswa/i Madrasah dan calon wisudawan tahfidz Madrasah, Lukman Hakim Saifuddin beberapa pesan dan harapan, pertama: Al Quran tidak hanya perlu dibaca dan dihafal dengan bacaan yang benar dan lagu yang indah saja, tetapi harus dikaji isi dan kandungannya agar nilai Al-Quran dapat dijadikan landasan dan praktek dalam kehidupan di masyarakat.

Jalaludin Rumi

Kedua, mengajak kepada para huffazh untuk terus mengkampanyekan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Ketiga, sebagai umat Islam harus mempunyai tanggung jawab bersama untuk senantiasa menjaga Al Quran dari kepunahan. Tradisi membaca dan mengkaji Al Quran setelah sholat Magrib yang telah dicontohkan para leluhur harus terus dilestarikan.

Keempat, mengajak kepada seluruh masyarakat Muslim untuk terus menjadikan Al-Quran sebagai pedoman nilai yang dapat membimbing dan melandasi kita dalam langkah dan gerak kita dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kelima, teringat akan nasehat Imam besar umat Islam Imam Syafii untuk menjaga hafalan dengan baik maka kita harus menjauhi perbuatan maksiat.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Machasin, Direktur Madrasah Direktorat Pendidikan Islam Nur Kholis Setiawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Prov. D.I. Yogyakarta Nizar Ali. Red: Mukafi Niam

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64390/program-tahfidz-di-madrasah-cetak-kader-ulama

Jalaludin Rumi

Senin, 19 September 2016

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Jakarta, Jalaludin Rumi. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU), Royandi Haikal, SH, MH, menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Hukum Bagi Orang Miskin dengan Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi DKI Jakarta, di kantor Kanwil Kemenkumham RI Provinsi DKI Jakarta, Selasa 29 Maret 2016.

Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari telah diakuinya LPBHNU sebagai Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang telah lulus verifikasi dengan akreditasi C, sebagaimana Sertifikat Akreditasi berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-01.HN.03.03 Tahun 2016, thl 7 Januari 2016.

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)


LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Royandi Haikal menjelaskan, penganugerahan Sertifikat Akreditasi OBH kepada LPBHNU merupakan pengakuan terhadap eksistensi LPBH NU sebagai OBH yang sejajar dengan OBH lain seperti YLBHI, Posbakum, dan lainnya. Sertifikat Akreditasi tersebut juga menjadi dasar bagi LPBHNU untuk berperan dalam layanan bantuan hukum secara resmi, profesional dan akuntabel, sekaligus diisi dengan dakwah sebagai salah satu misi NU. Semoga hal ini menjadi langkah awal yang positif bagi LPBHNU untuk berperan dalam proses penegakan hukum dan dakwah, katanya.

Ia menambahkan wujud kemitraan antara LPBHNU dengan Pemerintah dalam memberikan bantuan hukum baik litigasi maupun nonlitigasi kepada orang miskin atau kelompok orang miskin sesuai dengan amanah UU No 16 Tahun 2016 tentang bantuan hukum. Red: Mukafi Niam

Jalaludin Rumi

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66889/lpbhnu-kemenkumkam-dki-kerjasama-tangani-hukum-bagi-orang-miskin-

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

Sabtu, 27 Agustus 2016

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket

Jakarta, Jalaludin Rumi. Para kiai menggantungkan persoalan menjamurnya minimarket kepada pemerintah. Mereka melihat pemerintah memiliki sikap ganda dalam membangun perekonomian masyarakat. Keberpihakan pemerintah terhadap pedagang kecil tidak tampak di tengah menjamurnya minimarket yang ditopang modal besar. Kehadiran mereka semakin meresahkan.

Apakah indomart dan alfamart itu salah satu wujud dari pasar bebas? kata Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir pada diskusi terbatas soal pasar bebas pra muktamar NU ke-33 di Jakarta, Senin (11/5) sore.

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)


Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket

Pemerintah seperti membiarkan para pedagang kecil bertarung sendiri merebut pasar dengan minimarket tersebut. Kerap kali jumlah mereka membludak hanya berjarak beberapa puluh meter.

Salah satu pengurus LBM PBNU KH Arwani Faishal mendukung usul Kiai Afif. Kiai Arwani mengutip madzhab Malikiyah mengatakan dibutuhkan intervensi pemerintah untuk menjaga maslahatan umat.

Jalaludin Rumi

Pada praktiknya pasar bebas itu memang tidak alami. Setiap penjual dalam pasar bebas bergerak menuju keuntungan besar. Dan ini dipenuhi dengan ketidakadilan, penuh dengan rekayasa, kata Ketua PBNU Prof DR H Maksum Mahfudz.

Jalaludin Rumi

Kalau banyak laporan keluhan seperti ini, negara semakin dibutuhkan kehadirannya. Mereka harus memproteksi pedagang kecil. Negara wajib memberikan subsidi dan permodalan, kata Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi.

Negara, menurut Kiai Masdar, merupakan pelindung terakhir bagi pedagang lokal yang kalah dalam persaingan. Rasulullah bersabda, Assulthon waliyyu man la waliyya lah (negara melindungi mereka yang tidak memiliki perlindungan).

Negara tidak boleh mengelak dari tanggung jawab ini. karena negara merupakan the last resources, tandas Masdar. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59506/para-kiai-gerah-oleh-minimarket-minimarket

Jalaludin Rumi

Rabu, 15 Juni 2016

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

Wonosobo, Jalaludin Rumi. Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) memberikan modal usaha kepada 120 fakir miskin. Pemberian secara simbolis dilakukan pada Istighosah dan Pengajian sebagai salah satu rangkaian Rapat Pleno PBNU di kampus Unsiq, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat malam (6/9).

Menurut Direktur Eksekutif LAZISNU Amir Maruf, total sumbangan kepada mereka adalah 120 juta rupiah. Sumbangan didapat PP LAZISNU dari dana kebajikan CIMB Niaga Syariah di Jakarta pada akhir Ramadhan lalu.

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)


PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

Penerima tidak hanya warga di Wonosobo, tapi di beberapa LAZISNU cabang pulau Jawa, Cabang Kalimantan dan Sumatera, jelasnya.

Jalaludin Rumi

Amir menjelaskan, kriteria warga yang diberi sumbangan adalah, tergolong fakir miskin dan mereka memiliki potensi pembangunan usaha. Supaya duit itu tidak konsumtif, tapi untuk modal usaha.

Kemudian, kata Amir, LAZISNU tidak melepas begitu saja. Supaya sesuai dengan tujuan, LAZISNU mendampingi mereka di bidang marketing, manajemen, dan pendampingan rohani, Problem pemberdayaan umat itu tidak hanya pada modal, tapi soal pendampingan yang tiga itu, katanya.

Manajemen diperlukan untuk mendorong mempu mengelola modalnya. Marketing , supaya mereka mampu memasarkan produknya. Pendampingan rohani dilakukan karena fakir itu dekat dengan kekufuran, dan dekat dengan kepasrahan dan menyerah.

Jalaludin Rumi

Yang jelas, kata Amir, LAZISNU berpandangan bahwa mereka tidak cukup diberi modal usaha, tapi didampingi, ditongkrongin.

Kemudian nanti dilakukan evaluasi pada forum-forum bulanan yang dikemas pada saat pengajian, sharing persoalan, dan pemecahan masalah. Di samping tim lazisnu melakukan monitoring langsung.

Penyerahan modal usaha tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil SIroj dan perwakilan CIMB Niaga Cabang; kepada Slamet Sugiyarto dari Kalibeber dan Darsinah dari Jaraksari. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46887/pp-lazisnu-beri-modal-usaha-120-fakir-miskin

Jalaludin Rumi

Senin, 30 Mei 2016

Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju

Jakarta, Jalaludin Rumi. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi berpendapat, masa depan Indonesia tidak bisa hanya diandalkan kepada meningkatnya jumlah kaum intelektual di Tanah Air. Pasalnya, negeri ini lebih membutuhkan kaum bermoral tinggi.

Sarjana hukum sangat banyak tapi hukum tetap dinjak-injak. Ahli hukum tapi kena hukuman. Sarjana ekonomi juga banyak tapi pengangguran selalu ada di mana-mana. Banyak juga yang ahli pendidikan namun tidak punya karakter, katanya pada peringatan haul Syaikh Abdul Qadir al-Jailani di Pesantren As-Sholihin al-Abror Cilincing, Jakarta Utara, (24/2).

Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju (Sumber Gambar : Nu Online)


Pengetahuan Saja Tak Jamin Indonesia Maju

Hasyim mengatakan, ilmu pengetahuan harus disertai moralitas yang digali dari ketaatan beragama. Al-Quran mengingatkan, sebutan ulama hanya untuk hamba-hamba yang takut dan taat (khasy-yah). Inilah yang membedakan antara ulama dan panggilan kiai, tuan guru, buya, atau sejenisnya.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren al-Hikam Depok ini, sekarang Indonesia sedang mengalami krisis orang-orang pintar yang berdedikasi, amanah, dan jujur. Selain hukum, ekonomi, dan pendidikan, keadaan ini juga banyak terjadi dalam politik.

Jalaludin Rumi

Dengan mudah, lanjut Hasyim, calon pejabat menghalalkan cara-cara haram demi meraih kursi kekuasaan. Masyarakat juga dinilai kian permisif, bahkan kadang mendukung, kebobrokan moral para politisi ini karena turut memperoleh kenikmatan meskipun sesaat.

Lha, yang mau dicari itu pemimpin atau pemain. Kalau pemimpin maka akan menghasilkan pimpinan, tapi kalau pemain akan menghasilkan permainan, terangnya.

Jalaludin Rumi

Karena itu, Hasyim mengimbau umat Islam untuk memperbaiki diri baik pada segi etos kerja ataupun ketaatan beragama. Indonesia ini tidak kekurangan orang pinter, tapi kekurangan orang bener, tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42734/pengetahuan-saja-tak-jamin-indonesia-maju

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock