Tampilkan postingan dengan label Duta Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duta Muslim. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2016

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

Wonosobo, Jalaludin Rumi. Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) memberikan modal usaha kepada 120 fakir miskin. Pemberian secara simbolis dilakukan pada Istighosah dan Pengajian sebagai salah satu rangkaian Rapat Pleno PBNU di kampus Unsiq, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat malam (6/9).

Menurut Direktur Eksekutif LAZISNU Amir Maruf, total sumbangan kepada mereka adalah 120 juta rupiah. Sumbangan didapat PP LAZISNU dari dana kebajikan CIMB Niaga Syariah di Jakarta pada akhir Ramadhan lalu.

PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)


PP LAZISNU Beri Modal Usaha 120 Fakir Miskin

Penerima tidak hanya warga di Wonosobo, tapi di beberapa LAZISNU cabang pulau Jawa, Cabang Kalimantan dan Sumatera, jelasnya.

Jalaludin Rumi

Amir menjelaskan, kriteria warga yang diberi sumbangan adalah, tergolong fakir miskin dan mereka memiliki potensi pembangunan usaha. Supaya duit itu tidak konsumtif, tapi untuk modal usaha.

Kemudian, kata Amir, LAZISNU tidak melepas begitu saja. Supaya sesuai dengan tujuan, LAZISNU mendampingi mereka di bidang marketing, manajemen, dan pendampingan rohani, Problem pemberdayaan umat itu tidak hanya pada modal, tapi soal pendampingan yang tiga itu, katanya.

Manajemen diperlukan untuk mendorong mempu mengelola modalnya. Marketing , supaya mereka mampu memasarkan produknya. Pendampingan rohani dilakukan karena fakir itu dekat dengan kekufuran, dan dekat dengan kepasrahan dan menyerah.

Jalaludin Rumi

Yang jelas, kata Amir, LAZISNU berpandangan bahwa mereka tidak cukup diberi modal usaha, tapi didampingi, ditongkrongin.

Kemudian nanti dilakukan evaluasi pada forum-forum bulanan yang dikemas pada saat pengajian, sharing persoalan, dan pemecahan masalah. Di samping tim lazisnu melakukan monitoring langsung.

Penyerahan modal usaha tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil SIroj dan perwakilan CIMB Niaga Cabang; kepada Slamet Sugiyarto dari Kalibeber dan Darsinah dari Jaraksari. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46887/pp-lazisnu-beri-modal-usaha-120-fakir-miskin

Jalaludin Rumi

Rabu, 24 Februari 2016

IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader

Tegal, Jalaludin Rumi. Banyaknya organisasi yang bersifat kepelajaran di sekolah-sekolah formal ataupun non formal, tak membuat Ikatan pelajar putri Nahdlatul ulama gentar kehilangan kader-kader yang dimilikinya, pasalnya berbagai persipan kaderisasi dan perangkatnya sudah dipersiapkan secara matang.

Demikain disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Tegal, Lutfatun Nihla saat ditemui di sekretariat organisasinya ,yang beralamat di jalan Ahmad Yani Procot- Slawi, Kamis (29/9).

IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)


IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader

Lutfah, demikian biasa Lutfatun Nihla disapa, menjelaskan program terpenting untuk IPPNU adalah untuk menggairahkan bagaimana para pelajar NU bisa lebih tertarik dengan liukan IPPNU sehingga tidak akan meninggalkan akar yang telah lama mematri menjadi warga nahdliyin.

Jalaludin Rumi

Persiapan utama sebagai organisasi kader kami memang menyiapkan segala bentuk kaderisasi sehingga kalau kaderisasi bisa berjalan dengan baik maka tidak ada ketakutan dan gentar kehilangan kader. Kami juga menyadari penuh akan makna kaderisasi, kalau organisasi tanpa kaderisasi tinggal tunggu saat kematianya saja, karena organisasi bukan tetap satu orang tetapi perlu pengganti sebagai penerus cita-cita luhur, katanya.

Jalaludin Rumi

Berbagai kegiatan telah dilakukan PC IPPNU Kabupaten Tegal sejak periode yang baru dengan harapan bisa memberikan kontribusi bagi para kader untuk memicu semangat berorganisasi. Kemarin (Rabu, 28/9) kami mengutus 2 anggota Korp Kepanduan Putri (KKP), yaitu Rekanita Siti Masyitoh yang menjabat sebgai koordinator KKP dan Siti Khoeriyah merupakan Sekretaris KKP untuk mengikuti Pendidikan dan latihan Nasional KKP, yang ditempatkan di Ragunan, Jakarta yang diadakan oleh Pimpinan Pusat IPPNU, tambahnya.

Kedua orang tersebut, lanjut dia, nantinya akan digembleng dengan berbagai pola, sehingga akan menjadi kader yang handal dan siap di segala kesempatan dan dengan bekal yang dimiliki akan memberikan kontribusi pada IPPNU. Kami juga akan meminta kepada keduanya untuk mensosialisasikan hasil Diklatnas, sehingga ilmu yang didapat akan menular kepada yang lainya sehinga oleh-oleh yang didapat bisa dibagai rata sesama kader.

Luftah juga berharap kepada semua kader IPPNU untuk lebih meningkatkan himma berorganisasi dan meningkatkan kualitas diri untuk menatap IPPNU yang lebih cerdas serta tidak meninggalkan kekharismatikan organisasi . Dan dengan setia tetap belajar berjuang dan bertakwa, tukasnya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/34139/ippnu-tak-gentar--kehilangan-kader

Jumat, 10 April 2015

Duta Islam di Indonesia ya Nahdlatul Ulama!

Jalaludin Rumi - Bisa dikatakan mungkin saya di NU masih seumur jagung dan juga belum memberikan kontribusi apa-apa. Namun hati ini merasa yakin untuk saya ikut di organisasi ini, bukan karena faktor keturunan dari orangtua saya yang NU, tapi benar-benar saya memahami bahwa inilah organisasi di Indonesia yang dari dulu jaman penjajah mengawal sampai kemerdekaan RI.

Duta Islam di Indonesia ya Nahdlatul Ulama! - Jalaludin Rumi
Duta Islam di Indonesia ya Nahdlatul Ulama! - Jalaludin Rumi


Duta Islam di Indonesia ya Nahdlatul Ulama!

Dari dulu NU memberikan dukungan perjuangan kemerdekaan dan sampai sekarang tetap teguh mempertahankan NKRI. Penerimaan NU atas Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 adalah sebagai strategi untuk menjalankan ajaran Islam secara merdeka bagi umat Islam di Indonesia tanpa ada disintegrasi bangsa, tanpa perang, tanpa kekerasan.

Ketika Indonesia merdeka NKRI segera dikukuhkan sebagai sebuah negara kesatuan berdasarkan ideologi Pancasila, yang merupakan warisan leluhur bangsa ini. Itulah sebabnya Pancasila diterima oleh bangsa ini dengan tangan terbuka karena memang sebelumnya telah hidup dan berkembang sebagai falsafah hidup bagi bangsa ini, sehingga walaupun berbeda budaya, berbeda suku dan berbeda agama, tetapi bisa hidup rukun dan bersatu saling tolong-menolong satu sama lain.

Nahdlatul Ulama (NU) lahir dari budaya Islam Nusantara dan berkembang dalam budaya Nusantara dengan segala gelombang yang terjadi di atasnya, ketika Nusantara dalam penjajahan NU dengan gigih mempertahankan identitas kenusantaraannya dan berjuang penuh melawan penjajah yang ingin melenyapkan kenusantaraan menjadi kebelandaan.

Pesantren berhasil menjaga tradisi Islam Nusantara, dan dari situlah 91 tahun yang lalu NU Lahir. Dalam keterjajahan itu, NU mengobarkan semangat revolusi dan perjuangan. Karena itu ketika Nusantara merdeka menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak ragu lagi NU menjadi penjaga dan sekaligus penyangga serta perekat persatuan Indonesia, dalam menghadapi berbagai subversi, gerakan separatis dan pemberontakan yang menodai negeri ini.

Hadirnya Reformasi dengan semangat liberalisme yang tanpa batas menjadikan upaya merombak NKRI serta mengganti atau merevisi Pancasila terus berjalan, dengan menawarkan ideologi lain yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Dari situlah ketegangan nasional mulai terjadi antara kelompok pembela NKRI dan pendukung Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dengan kelompok yang ingin merombaknya. Berkat kegigihan pendukung NKRI dan Pancasila ini kedua hal tersebut tidak diubah.

Semoga Jam’iyah kami, Nahdlatul Ulama (NU), sebagaimana mula-mula didirikan 91 tahun yang lalu, sebagai jam’iyah yang berkhidmah dan melayani umat, bangsa, dan Negara Indonsia. Jadikanlah Nahdlatul Ulama (NU) pelopor dalam menyiarkan Islam yang rahmatan lil’aalamiin dan meneladankan ajaran dan akhlak Rasulullah SAW.

Jadikanlah Nahdlatul Ulama (NU) rahmat dan bukan beban bagi umat, bangsa dan Negara Indonesia. Anugerahilah kekuatan lahir-batin kepada para pemimpin dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di semua jajaran untuk memikul amanat, mengurusi dan tidak malah menjauhi warga mereka. Bukalah mata hati dan pikiran mereka; agar mereka dapat berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai Khittah Nahdlatul Ulama (NU).

Anugerahilah mereka sikap qana’ah, tidak tamak dan mudah silau terhadap materi duniawi. Jangan biarkan kepentingan sesaat membelokkan mereka dari tujuan mulia jam’iyyah mereka: melayani umat, berkhidmah kepada bangsa dan negara, demi mendapatkan ridha-Mu. Duta Islam di Indonesia adalah NU. [Jalaludin Rumi]

Abdul Adhim, Netizen NU Kota Santri Pekalongan 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/duta-islam-di-indonesia-ya-nahdlatul-ulama.html

Sabtu, 07 Maret 2015

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep

Sumenep, Jalaludin Rumi. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ualama (PC IPNU) Kabupaten Sumenep, Ubaidillah, melakukan klarifikasi seputar warta di Jalaludin Rumi (17/11) terkait ditundanya pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto, Sumenep. Menurutnya, kabar bahwa pelantikan tersebut tertunda gara-gara LSM Fajar Nusantara (Fans), tidak benar adanya.

Yang benar adalah, acara pelantikan tersebut ditunda karena ada sisi teknis yang belum matang dalam kepanitiaan, terang Ubaidillah kepada Jalaludin Rumi melalui telepon selulernya, Senin (18/11) siang.

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)


Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep

Ditambahkan Ubaidillah, Anwar Nuris yang menyebar kabar penyebab tertundanya pelantikan di jejaring sosial, bukanlah salah seorang pengurus PAC IPNU Bluto. Karenanya, apa yang disampaikan Anwar Nuris tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Jalaludin Rumi

Anwar Nuris ini berada di luar struktur kepengurusan PAC IPNU Bluto, ungkapnya.

Kepada Jalaludin Rumi, Ubaidillah menceritakan kronologi tertundanya pelantikan yang sedianya akan dilangsungkan pada Jumat (15/11) lalu itu. Pihaknya menekankan betapa hal itu tidak ada kaitannya dengan LSM Fans.

Jalaludin Rumi

LSM Fans ini yang mengelola murni adalah Syaiful Harir. Dia minta bantuan ke teman-teman cabang (PC IPNU Sumenep, red) untuk mengurus acara. persiapan segala sesuatunya dilakukan secara bersama-sama, ujarnya.

Pada saat itu, Ketua PAC IPNU Bluto Abdul Wahid memberitahukan kepada Ubaidillah melalui telepon, bahwa acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto dilangsungkan bada Jumat.

Dan saya menyampaikan ke rekan-rekan PAC IPNU-IPNNU Bluto bahwa di cabang ada acara. Saya juga sampaikan bahwa apabila acara pelantikan itu memang sudah disepakiti, mohon tidak ditunda. Kami tetap akan hadir, tambah Ubaidillah.

Tak berlangsung dari pemberitahuan yang pertama itu, Ubaidillah menerima pemberitahuan kedua. Pemberitahuan kedua ini menegaskan acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto ditunda, atas kesepakatan panitia.

Diberitahukan kembali ke saya, acaranya diundur. Saya jawab tidak apa-apa walau diundur. Ketika saya tanyai alasannya, jawabannya karena ada sisi teknis yang belum matang. Mereka menghendaki acara sangat sukses, pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil rapat pengurus PAC IPNU-IPNU Bluto, Jumat lalu, di Masjid Baiturrahman Gilang Bluto, pelantikan dan orasi Ke-IPNU-IPPNU-an akan ditunda sampai pada tanggal 22 November 2013 bertempat di Kantor MWC NU Bluto dengan tema Menelaah Kembali Visi-Misi IPNU-IPPNU. (Hairul Anam/Anam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48285/ihwal-penundaan-pelantikan-ipnu-ippnu-di-sumenep

Jalaludin Rumi

Jumat, 20 Juni 2014

Assad Pernah Peringatkan Perancis

Karma. Anda tahu apa itu karma? Karma itu apa yang terjadi di Perancis kemarin. Insiden terorisme di sebuah Hall konser di Timur Paris, ratusan tewas. Presiden Perancis Francois Hollande menyatakan setidaknya 127 warga sipil tewas dan puluhan disandera.

Apa belum pernah ada yang memperingatkan kalian soal ini? Dialah Bashar al Assad, Presiden Suriah yang hendak kalian gulingkan itu. Ia sudah berkali-kali memperingatkan agar dunia tidak mensponsori para teroris asing yang "berjihad" di negaranya.

Eropa tidak menggubrisnya ketika pada 28 November 2014 ia berkata: "Prosentase terbesar dari para teroris Eropa yang datang ke negeri kami berasal dari Perancis. Dan kalian punya beberapa insiden terorisme di Perancis. Terorisme di Eropa tidak lagi tertidur, mereka telah dibangkitkan (oleh pemerintahnya sendiri)." Assad sudah berkali-kali memperingatkan bahwa ribuan teroris asal Eropa yang "berjihad" di Suriah dan mendapat sokongan dari Rezim-rezim NATO itu suatu saat akan pulang dan membuat ulah di negaranya masing-masing. Masih ingat kan pada 20 Januari 2014 Assad berkata: "Negara-negara Barat telah kehilangan kredibilitasnya.

Mereka telah menjual prinsip-prinsip mereka demi kepentingan semata. Saya tidak mempercayai Eropa, khususnya Perancis, kecuali ia mengubah kebijakan luar negerinya." Masih ingat kan saat Assad mengatakan ini? "Kami telah menyeru Barat agar mereka tidak menyokong Terorisme (di negeri kami) dan memberikannya perlindungan politik. Karena ini pasti akan berdampak pada negara kalian dan rakyat kalian sendiri. Mereka tidak mendengarkan kami." Eropa mengetahui industri Takfirisme dan Radikalisme itu sangat potensial. Demi menggulingkan Rezim Assad, NATO bersama USA dan Rezim-rezim Teluk menyirami bibit itu, menghabiskan Milyaran dollar untuk membesarkannya, menyokongnya, mempersenjatainya dan menyediakan kamp-kamp pelatihan untuknya di Jordania, Turki, Qatar dll lalu melepasnya di Suriah guna menggulingkan Rezim.

Tapi mereka lupa satu hal! Resiko Beternak anjing gila sang majikan pun bisa kena gigitannya. Karena hakikatnya anjing gila hanya tahu mengamuk. Para monster ini menganggap kafir, thoghut dan layak mati semua orang yang tak sejalan, meski terhadap tangan yang selama ini memberinya makan sekalipun. Siapa yang menyuruh kalian memelihara teroris? Bukankah Assad sudah memperingatkan kalian dengan kalimat berikut: "Terorisme bukanlah sebuah kartu yang bisa anda mainkan dan masukan kembali ke dalam kantong. Seperti kalajengking, ia akan menyengat setiap saat." Masih ingat saat Assad mengatakan ini. "Barat telah menghabiskan 10 tahun untuk memerangi Terorisme. Mereka telah membunuh jutaan manusia dengan dalih ini. Dan kini mereka menyokong para teroris yang sama di Suriah. Dan kini aku yang jadi penjahatnya?" Siapa yang menyuruh kalian beternak teroris? Bukankah Assad sudah memperingatkan kalian! Assad juga pernah berkata: "Barat telah bersepakat dengan para teroris dengan cara yang paling munafik. Mereka menyebutnya Terorisme jika aksi tersebut menghantam mereka, namun menyebutnya Revolusi, pembebasan, Demokrasi dan HAM jika itu menghantam kami (Suriah)." Apa yang ingin kalian katakan sekarang wahai Hipokrit? Dengarkan! sekali lagi dengarkan wahai Rezim-rezim yang menghabiskan uangnya di jalan setan, apa yang lagi-lagi pernah dikatakan Pemimpin Syam ini. "Para teroris hanya memiliki satu pesan.

Yang mana dari ideologi gelap yang mereka bawa, bagi mereka semua siapapun yang tidak berpikir seperti mereka tidak layak untuk hidup." Jangan menangis! Terlambat untuk menangis. Assad sudah 4,5 tahun menghadapi puluhan ribu teroris bersenjata binaan kalian dan sampai hari ini ia tetap tegar. Sedangkan kalian baru menghadapi beberapa teroris yang kalian biayai sendiri sudah kelabakan. Jangan sampai setelah ini kalian kembali menyalahkan Rusia (seperti yang biasanya NATO lakukan) dengan berkata "Gara-gara Rusia mengamuk di Suriah, akhirnya para teroris binaan kami kabur pulang kampung ke Eropa dan membuat ulah." Siapa suruh ternak anjing gila?

Assad Pernah Peringatkan Perancis - Jalaludin Rumi
Assad Pernah Peringatkan Perancis - Jalaludin Rumi


Assad Pernah Peringatkan Perancis

Para monster itu akan kembali ke negara masing2 dan pastinya akan berbuat ulah. Siap2 saja.

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/assad-pernah-peringatkan-perancis.html

Senin, 29 April 2013

Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah

Jalaludin Rumi - Sebetulnya Bab wilayah atau kewalian dalam kitab Jami' Ushul fi al-Auliya adalah hanya untuk pengetahuan kita semua. Dari pelajaran itu kita ambil poin-poinnya saja. Adapun ahwal (perbuatan) dan amaliah para wali Allah sulit untuk bisa kita takar.

Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah - Jalaludin Rumi
Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah - Jalaludin Rumi


Habib Luthfi: Ketika Baca Bismillah Untuk Toko Laris Tapi Lupa Allah

Jangan ingin menjadi wali. Tapi yang seharusnya kita lakukan adalah bertanya, apa sebab beliau diangkat oleh Allah Swt. menjadi waliNya? Sebabnya hanya satu, yang terdiri dari dua hal, yakni ketaatannya kepada dua orangtua dan gurunya. Ini yang perlu kita tiru.

Kalau orang awam melakukan mujahadah malam, ibadah malam, membaca dzikir, membaca ayat sekian, membaca tasbih sekian, (hal itu dilakukan) menunggu kalau utangnya banyak, mendapat musibah dan cobaan. Atau (mendapat) sesuatu yang menjadikan susah pada dirinya, baru dia mencari kuncinya untuk mendekat kepada Allah Swt. Saat sudah berhasil terkadang lupa lagi pada Allah. Wajar-wajar saja karena kita tingkatannya orang awam, allahumma ma'lum, salah 3 dapatnya 7, salah 5 dapat(nilai)nya masih 8.

Tapi kalau tingkatan para wali Allah, benar semua malah dapatnya nol. Kenapa, karena tidak merasa. Apa yang telah dikerjakan tidak ke pribadi, melainkan dikembalikan semua dari dan kepada Allah Swt. Tidak merasa memiliki. Kalau menghadap kepada Allah Swt., ia melupakan semua yang sudah dibacanya, sudah dapat sekian khataman setiap malamnya, berdzikir sekian ribu kali. Beliau (wali Allah) tidak pernah mengingat-ingatnya di hadapan Allah Swt. Itu semata-semata ketaatan kepada Allah Swt.

Saat mendapatkan ijazah 'Bismillah' (misalnya) dari seorang kiai, dibaca sekian kali agar usahanya lancar, tokonya laris, rejekinya banyak, untungnya banyak, dlsb. Ketika dibaca (diamalkan) yang dibayangkan adalah usaha lancar, toko laris, rejeki dan untung yang banyak, ia lupa kepada Allah Swt. karena yang diingat adalah khasiatnya Bismillah (bukan Allah). Akhirnya mampir dulu, sehingga pantas jika tidak diberi langsung. Jika hatinya lepas (dari hal tersebut) dan betul-betul hanya ingat Allah, maka pasti akan diberi langsung.

Para wali Allah akan malu jika melakukan hal demikian. Para wali di hadapan Allah Swt. itu faqir, tidak merasa punya amaliah kebaikan sedikit pun dan tidak pula merasa bisa begini dan begitu. Hatinya selalu dibersihkan, tashfiyatul qulub watazkiyatun nufus, terus berusaha (bermujahadah) setiap malamnya.

Nah kalau tingkatan kita (awam), boro-boro. Alhamdulillah ada hadits Baginda Nabi Saw., "Kelak manusia akan dikumpulkan dengan orang-orang yang dicintainya." Kita bisa berdoa, "Allahumma amin". Semoga dikumpulkan bersama beliau, setiap shalat kita membaca "Ihdinasshirathal mustaqim". Dan berdoa (QS. an-Nisa ayat 69-70):

مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا

Kunci yang pertama taat kepada dua orangtua, ini tangga/pintu yang paling luar biasa. Yang kedua adalah taat kepada guru. Taat kepada dua orangtua bukan sekadar taat-taat saja. Tapi ketaatan itu selalu menggugah kembali jasa-jasa orangtua kita pada diri kita. Kalau kita sering dzikrul walidain, mengingat dua orangtua, nasihatnya, bahkan jika sempat ditulis. Itu merupakan bagian dari dzikrul walidain, taat kepada dua orangtua. Karena dengan menceritakan kedua orangtua akan menambahkan kecintaan kepada mereka.

Nah bagaimana kalau Baginda Nabi Saw? Kalau kita sering membaca shalawat, otomatis akan semakin "dzikrun Nabiy" (mengingat Nabi), dan lama-lama akan muncul haya', malu kepada Baginda Nabi Saw.

Sifat manusiawi, timbul perasaan luar biasa jika cintanya kepada lawan jenis diterima. Dia akan menjaga cintanya betul-betul dan berusaha selalu jujur. Sangat takut putus cinta. Padahal diterimanya cinta tersebut dari lawan jenis tidak menjadi jaminan selamat dari siksa neraka. Tapi kepada dan dari Baginda Nabi Saw. itu menjadi jaminan, illa man aba (kecuali yang enggan/lari).

Ketika ayat turun, "Walasaufa yu'thika Rabbuka fatardha", Rasulullah tidak ridha kalau salah satu ummatnya masuk ke dalam api neraka, kecuali orang yang "aba", yang lari dari Baginda Nabi Saw. Jaminan bagi yang cinta kepada Nabi Saw., pasti akan mendapatkannya sebagaimana permintaan Nabi Saw. kepada Allah Swt. Anehnya, kita tidak pernah takut putus cinta kepada Baginda Nabi Saw.

Padahal saat seseorang putus cinta dengan lawan jenisnya, dia gandrung, bikin puisi sendiri, bikin sajak sendiri. Kalau dengar lagu-lagu yang berkenaan dengan waktu dia bercinta dengan seseorang masih terngiang sekalipun bagi orang lain tidak enak. Tapi orang ini senang karena lagu itu mempunyai kenangan, dingat-ingat terus. Masa' dengan Baginda Nabi Saw. tidak, aneh bin ajaib, mestinya kita harus takut putus cinta dengan Baginda Nabi Saw.

Berangkat dari birrul walidain tadi dan berangkat dari taat kepada para masyayikh (guru) kita, itulah kunci-kuncinya. Meskipun ilmunya sundul langit jika dengan dua orang tuanya tidak taat, jangan diharap ilmunya manfaat. Begitu juga kaya sekaya apapun tapi sama orangtua tidak taat, jangan diharap dunianya barokah, bagai air yang cepat habis.

Maka dari itu kita tadi mendengarkan keterangan bab wilayah (kewalian), kita hanya mengambil khulashah (ringkasan) orang-orang yang diangkat oleh Allah Swt. menjadi para waliNya, yakni dengan birrul walidain dan taat kepada gurunya.

Itulah yang menjadi sebab mengantar dirinya mendapat "Ridhallah fi ridhal walidain". Kita kembalikan juga "Ridhallah fi ridha rasulih", untuk ummat. Dan kita mengharapkan ridha Rasulullah Saw., karena apakah ridha orangtua lebih bernilai dari ridha Nabi Saw.? Untuk bisa menggapai keridhaan Nabi Saw. harus mencapai keridhaan orangtuanya. Baru kita akan mencapai ridha Allah Swt. [Jalaludin Rumi]

Keterangan: Ulasan di atas adalah transkip keterangan yang disampaikan oleh Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya pada Pengajian Rutin Jum'at Kliwon, 20 Januari 2017. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/habib-luthfi-ketika-baca-bismillah-untuk-toko-laris-tapi-lupa-allah.html

Senin, 17 Desember 2012

Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak

Jalaludin Rumi - Imsak berasal dari bahasa Arab amsaka yumsiku imsak yang berarti menahan. Secara istilah yang umum dipahami adalah saat seseorang sebaiknya memulai untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk Subuh.

Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak - Jalaludin Rumi
Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak - Jalaludin Rumi


Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Ashim berkata, telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Anas bin Malik bahwa Zaid bin Tsabit telah menceritakan kepadanya, bahwa mereka pernah sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian mereka berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku bertanya, Berapa jarak antara sahur dengan shalat subuh? Dia menjawab, antara lima puluh hingga enam puluh ayat. (HR Bukhari 541 )

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, telah mengabarkan kepada kami Waki’ dari Hisyam dari Qatadah dari Anas dari Zaid bin Tsabit radliallahu ‘anhu, ia berkata; Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sesudah itu kami beranjak untuk menunaikan shalat. Saya bertanya, kira-kira berapa lama jarak antara makan sahur dan shalat. Ia menjawab, kira-kira selama pembacaan lima puluh ayat. (HR Muslim 1837).

Hadis-hadits ini menunjukkan bahwa jarak menahan (imsak) antara bersahurnya Sayyidina Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dengan sholat Subuh adalah sekitar pembacaan 50 ayat dan jumhur ulama sepakat sekitar 10 menit sebelum azan Subuh.

Mereka yang melarang atau mengharamkan waktu Imsak adalah akibat pemahaman mereka selalu dengan makna dzahir terhadap riwayat-riwayat sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kamu terhalang dari makan sahur karena adzan Bilal”. Padahal adzan Bilal bukanlah adzan Subuh.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ dari Sulaiman At Taimi dari Abu Utsman dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu, ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Janganlah sekali-laki adzan Bilal menghalangi kalian untuk makan dan minum. Atau beliau bersabda: Adzan Bilal pada waktu sahur. Sesungguhnya ia adzan hanya untuk membangunkan kalian (HR Bukhari 4887)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus berkata, telah menceritakan kepada kami Zuhair berkata, telah menceritakan kepada kami Sulaiman At Taimi dari Abu ‘Utsman Al Hindi dari ‘Abdullah bin Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Adzannya Bilal tidaklah menghalangi seorang dari kalian, atau seseorang dari makan sahur nya, karena dia mengumandangkan adzan saat masih malam, supaya orang yang masih shalat malam dapat pulang dan untuk mengingatkan mereka yang masih tidur. Dan Bilal adzan tidak bermaksud memberitahukan masuknya waktu fajar atau subuh. (HR Bukhari 586)

Jelaslah makna “Janganlah kamu terhalang dari makan sahur karena adzan Bilal” adalah adzan pertama sebelum waktu Subuh untuk membangunkan mereka yang masih tidur.

Oleh karenanya, sebagian ulama berpendapat untuk menghilangkan kesalahpahaman, menggantikan adzan pertama sebelum adzan Subuh dengan pengingat waktu sahur atau sekedar pembacaan shalawat. [Jalaludin Rumi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/salah-paham-menafsiri-hadits-imsak.html

Rabu, 15 Agustus 2012

Pada Mulanya, Cikal Bakal Pendiri NU, Muhammadiyah dan Masyumi, Satu Sanad Ilmu

Jalaludin Rumi - Tulisan di bawah ini adalah rangkuman sejarah sanad intelektual atas pendiri NU, Muhammadiyah, MIAI dan Masyumi yang bersambung sanad ilmunya kepada Syaikhana Kholil Bangkalan. Sudah banyak ditulis oleh sejarawan NU. Ada yang mengategorikan kronologi sejarah di bawah ini adalah sejarah kuno ormas-ormas Islam di Indonesia sebelum KH Ahmad Dahlan wafat.

1. Awal 1900-an 4 murid tamatkan pelajarannya pada Kyai Cholil di Bangkalan Madura. Menyeberangi selat: 2 ke Jombang, 2 ke Semarang.

Pada Mulanya, Cikal Bakal Pendiri NU, Muhammadiyah dan Masyumi, Satu Sanad Ilmu - Jalaludin Rumi
Pada Mulanya, Cikal Bakal Pendiri NU, Muhammadiyah dan Masyumi, Satu Sanad Ilmu - Jalaludin Rumi


Pada Mulanya, Cikal Bakal Pendiri NU, Muhammadiyah dan Masyumi, Satu Sanad Ilmu

2. Dua murid yang ke Jombang, 1 dibekali cincin (kakek Cak Nun), 1 lagi KH. Romli (ayah KH. Mustain Romli) dibekali pisang mas.

3. Dua murid yang ke Semarang: Hasyim Asy’ari dan Muhammad Darwis, masing-masing diberi kitab untuk dingajikan pada Kyai Soleh Darat.

Jalaludin Rumi

4. Kyai Soleh Darat adalah ulama terkemuka, ahli nahwu, ahli tafsir, ahli falak. Keluarga besar RA. Kartini mengaji pada beliau. Bahkan atas masukan Kartini-lah, Kyai Soleh Darat menerjemahkan al-Quran ke dalam bahasa Jawa agar bisa dipahami.

5. Pada Kyai Soleh Darat, Hasyim dan Darwis (yang kemudian berganti nama jadi Ahmad Dahlan tabarruk dengan gurunya Syekh Zaini bin Dahlan, Mufti Syafiiyyah di Tanah Haram) belajar tekun dan rajin, lalu ‘diusir’. Kedua sahabat itu; Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan diperintahkan Kyai Soleh Darat segera ke Makkah untuk melanjutkan belajar.

6. Setiba di Makkah, keduanya yang cerdas menjadi murid kesayangan Imam Masjidil Haram, Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Tampaklah kecenderungan Hasyim yang sangat mencintai hadist, sementara Ahmad Dahlan tertarik bahasan pemikiran dan gerakan Islam.

Jalaludin Rumi

7. Tentu riwayat jalan berilmu mereka panjang. Saya akan melompat pada kepulangan mereka ke tanah air dan gerakan yang dilakukan.

8. Hasyim Asy’ari pulang ke Jombang. Di sana kakek Cak Nun menantinya penuh rindu. Kakek Cak Nun yang ‘sakti’ inilah yang mampu menaklukkan kawasan rampok dan durjana bernama Tebuireng untuk didirikan pesantren.

9. Hasyim Asy’ari, dia mohon agar berkenan mulai mengajar di situ. Beliau membuka pengajian ‘Shahih al-Bukhari’ di sana.

10. Pahamlah kita, satu-satunya orang yang bisa bujuk Gus Dur keluar istana saat impeachment dulu ya Cak Nun. Ini soal nasab.

11. Saat disuruh mundur orang lain, Gus Dur biasanya jawab: “saya kok disuruh mundur, maju aja susah, harus dituntun!”. Tapi Cak Nun tidak menyuruhnya mundur. Kata beliau, “Gus, koen wis wayahe munggah pangkat!” Sudah saatnya naik jabatan!”.?.

12. KH. Romli Tamim yang juga di Jombang mendirikan pesantren di Rejoso, kelak jadi pusat Thariqoh Al Mu’tabarah yang disegani.

13. Kembali ke Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, catat ini: beliaulah orang yang menjadikan pengajian hadist penting dan terhormat. Sebelum Hadratusy Syaikh memulai ponpes Tebuireng-nya dengan kajian Shahih al-Bukhari, umumnya ponpes cuma ajarkan tarekat.

14. Tebuireng makin maju, santri berdatangan dari seluruh Nusantara. Hubungan baik terjalin dengan Kyai Hasbullah, Tambakberas. Putra Kyai Hasbullah, Abdul Wahab kelak jadi pendiri organisasi Islam terbesar yang dinisbatkannya pada Hadratusy Syaikh, yakni NU. Konon selama KH. Abdul Wahab Hasbullah dalam kandungan, ayahnya mengkhatamkan al-Qur’an 100 kali diperdengarkan pada si janin.

15. Tebuireng juga berhubungan baik dengan KH. Bisyri Syamsuri Denanyar. Abdul Wahid Hasyim menikahi putri beliau (ibu Gus Dur).

16. KH. Bisyri Syamsuri juga beriparan dengan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Inilah segitiga pilar NU: Tambakberas – Tebuireng – Denanyar.

17. Satu waktu ada santri Hadratusy Syaikh melapor, dari Yogyakarta ada gerakan yang ingin memurnikan agama dan aktif beramal usaha. “O kuwi Mas Dahlan”, ujar Hadratusy Syaikh “Ayo padha disokong”!”. Itu Mas Dahlan, ayo kita dukung sepenuhnya.

18. KH. Ahmad Dahlan sang putra penghulu keraton itu amat bersyukur. Beliau kirimkan hadiah. Hubungan kedua keluarga makin akrab.

19. Sampai generasi ke-4, putra-putri Tebuireng yang kuliah di Yogyakarta selalu kos di keluarga KH. Ahmad Dahlan Kauman.

20. Sebagai bentuk dukungan pada perjuangan KH. Ahmad Dahlan, Hadratusy Syaikh menulis kitab ‘Munkarat Maulid Nabi wa Bida’uha’, bagi Hadratusy Syaikh, itu banyak bid’ah dan mafsadatnya.

21. Ketika akhirnya gesekan makin sering terjadi antara anggota Muhammadiyah vs kalangan pesantren, Hadratusy Syaikh turun tangan. “Kita & Muhammadiyah sama. Kita Taqlid Qauli (mengambil pendapat ‘ulama Salaf’), mereka Taqlid Manhaji (mengambil metode)”.

22. Tetapi dipelopori KH. Abdul Wahab Hasbullah, para murid menghendaki kalangan pesantren pun terorganisasi baik. NU berdiri. Direstui Hadratusy Syaikh, Abdul Wahab Hasbullah dan rekan berangkat ke Makkah menghadap raja Saudi sampaikan aspirasi Madzhab. Kepulangan mereka disambut Hadratusy Syaikh dengan syukur sekaligus meminta untuk terus bekerjasama dengan Muhammadiyah.

23. Atas prakarsa Hadratusy Syaikh, KH. Mas Mansur, Muhammadiyah, dan tokoh lain, terbentuklah Majlisul Islam A’la Indunisiya (MIAI).

24. Mengapa kisah Khalil dari Bangkalan dan murid-muridnya penting? Agar terjaga pikiran, lisan dan perkataan kita yang mengaku pewaris dakwah hari ini.

25. Yang tidak memahami sejarah, nasab keluarga dan sanad ilmu akan kesulitan memahami dan membawakan dakwah pada kalangan tertentu. [Jalaludin Rumi]

Keterangan: Ditulis oleh Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Fahmi Salim.

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/pada-mulanya-cikal-bakal-pendiri-nu-muhammadiyah-dan-masyumi-satu-sanad-ilmu.html

Sabtu, 09 Juni 2012

Mengapa Wanita Muslim Dilarang Menikahi Laki-Laki Beda Agama?

Jalaludin Rumi - Imam Besar Dr. Ahmad Thayyib Syeikh Al-Azhar menjawab beberapa pertanyaan dari anggora parlemen Jerman setelah memberikan pidato yang ditujukan kepada masyarakat internasional pada Selasa (15/3/2016) waktu Jerman, di kantor parlemen.

Wakil Al-Azhar di bidang kesejarahan Dr. Abbas Sauman sempat melontarkan pujian atas jawaban Grand Syeikh Al-Azhar itu yang sanggup membuat semua orang di gedung parlemen itu terdiam. Salah seorang anggota parlemen Jerman bertanya: "Tadi Syeikh Al-Azhar berbicara tentang seorang muslim laki-laki yang boleh menikahi wanita non-muslim, itu adalah hal yang bagus. Akan tetapi mengapa agama kalian (Islam) melarang seorang wanita muslimah menikah dengan laki-laki non-muslim?

Mengapa Wanita Muslim Dilarang Menikahi Laki-Laki Beda Agama? - Jalaludin Rumi
Mengapa Wanita Muslim Dilarang Menikahi Laki-Laki Beda Agama? - Jalaludin Rumi


Mengapa Wanita Muslim Dilarang Menikahi Laki-Laki Beda Agama?

Al-Azhar: Cadar Bukan Ajaran Islam Kedudukan Grand Syeikh Al-Azhar Mesir Abu Aqila, Pemfitnah Grand Syeikh Al-Azhar Mesir Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi Syeikh Al-Azhar menjawab: "Pernikahan di dalam Islam bukan sekedar ikatan sipil/perdata saja, sebagaimana yang terjadi di negara anda. Akan tetapi pernikahan adalah ikatan keagamaan yang berdiri di atas rasa cinta dan kasih sayang dari dua pihak. Dan seorang muslim boleh menikahi wanita non-muslimah, dari agama nasrani/kristen misalnya, karena dia (laki-laki muslim) beriman kepada Nabi Isa As. sebagai syarat sempurna keimanannya.

“Selain itu juga agama kami memerintahkan seorang lelaki muslim untuk membolehkan wanita non-muslimah (isterinya) untuk menunaikan syariat agamanya, dan dia tidak boleh melarang isterinya untuk pergi beribadah ke gereja. Dan melarang suami yang muslim menghina simbol-simbol suci dari agama isterinya (seperti para Nabi-Nabi dan orang-orang Shaleh Yahudi: red), karena dia juga beriman kepada mereka. Dan karena inilah rasa cinta dan kasih sayang tidak hilang dari seorang lelaki muslim kepada wanita non-muslimah.

"Sebaliknya, jika seorang wanita muslimah menikah dengan lelaki non-muslim, sedang dia (suaminya) tidak beriman kepada Rasul kami Muhammad, dan agamanya si suami tidak memerintahkan untuk mengizinkan isterinya yang muslimah itu -jika dia menikahinya- untuk menunaikan syariat Islam (berjilbab, mendidik anak ala Islam, shalat, haji, dan lain-lain: red), atau memuliakan simbol-simbol suci Islam. Juga karena Islam adalah bentuk penyempurnaan dari Nasrani/Kristen, maka dia (si suami) akan menghinanya dengan tidak menghormati simbol-simbol suci agama isterinya dan menentang Rasul yang disucikan

isterinya.

“Maka dari itu, hilanglah rasa cinta dan kasih sayang di dalam jiwa isteri muslimah kepada suaminya yang non-muslim. Maka dari itu Islam melarang wanita muslimah menikah dengan laki-laki non-muslim."

Kemudian di akhir jawabannya syeikh Al-Azhar menantang hadirin dengan halus dan sopan, "Apabila ada di sana yang tidak setuju dengan pendapat saya, maka saya akan sangat senang untuk mendengarnya." Tidak ada satupun yang hadir di situ menentang pendapat Syeikh Al-Azhar.

Barakallahu laka ya Syeikhana. Semoga Allah senantiasa menolongmu dalam menyebarkan Islam yang Rahmatan lil 'alamin. Semoga Allah memanjangkan umurnya dan selalu memberikan kesehatan kepadanya untuk bisa terus menyebarkan kedamaian Islam ke seluruh dunia. [Jalaludin Rumi]

Keterangan: Tulisan ini diterjemahkan oleh Zulfahani Hasyim, dengan diedit seperlunya agar mudah dipahami. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/03/mengapa-wanita-muslim-dilarang-menikahi-laki-laki-beda-agama.html

Selasa, 27 Desember 2011

Kekonyolan Asyab, Sang Pembohong yang Termakan Kebohongannya Sendiri

Jalaludin Rumi - Asy’ab adalah salah seorang tokoh lucu dalam legenda Arab. Di samping lucu, Asy’ab juga dikenal sangat tamak. Saking tamaknya, bila membicarakan orang yang tamak, orang Arab mengatakan: “Athma’ min Asy’ab!”, “Dia lebih tamak daripada Asy’ab.”

Begitu tamaknya si Asy’ab ini, hingga setiap kali ada orang merogok kantong, dia selalu berharap orang tersebut akan memberinya uang; setiap kali ada orang meninggal, dia selalu mengusut kalau-kalau dia mendapat wasiat dari almarhum.

Kekonyolan Asyab, Sang Pembohong yang Termakan Kebohongannya Sendiri - Jalaludin Rumi
Kekonyolan Asyab, Sang Pembohong yang Termakan Kebohongannya Sendiri - Jalaludin Rumi


Kekonyolan Asyab, Sang Pembohong yang Termakan Kebohongannya Sendiri

Suatu hari, secara iseng, Asy’ab memberitahu rekan-rekannya bahwa dia diminta pak Fulan mengundang mereka semua besok malam, untuk hadir dalam pesta besar yang akan diselenggarakan di rumah beliau.

Jalaludin Rumi

Syahdan, pada besok malamnya ketika Asy’ab tidak menjumpai seorang pun dari rekan-rekannya, dia pun curiga. “Jangan-jangan,” katanya dalam hati, “Pak Fulan benar-benar mengadakan pesta besar.” Berpikir demikian, Asy’ab pun segera menuju ke rumah pak Fulan. Dan ternyata di rumah pak Fulan memang tidak ada apa-apa. Sepi. Asy’ab termakan oleh kebohongan dan ketamakannya sendiri.

Mendengar cerita Asy’ab ini, boleh jadi Anda tertawa dan menganggapnya konyol. Tapi marilah kita kembali ke kehidupan keseharian kita sendiri. Meskipun tidak persis cerita Asy’ab, kita sering menyaksikan bagaimana kebohongan ternyata bisa menjadi opini, hingga tidak hanya membuat yakin banyak orang, tapi juga mengecoh si pembuat kebohongan itu sendiri.

Orang modern berbohong tidak sekedar karena iseng seperti Asy’ab, tapi benar-benar karena tujuan yang serius. Yaitu memenangkan kepentingan. Di zaman modern ini, keseriusan orang memperjuangkan kepentingan –acap kali disebut sebagai cara professional— sedemikian rupa, sehingga, dalam rangka itu, berbohong dan lain sebagainya pun tidak boleh tanggung-tanggung.

Jalaludin Rumi

Kebohongan, ketamakan, dan sebagainya pada hakikatnya lahir dari ibu kandung yang satu, yaitu kebodohan jiwa. Oleh karena itu, sering kali orang yang mengemas kebohongan, ketamakan, atau yang lain dengan cara apa pun, pada akhirnya –tanpa disadari sebagaimana Asy’ab—akan ikut menuai buahnya.

Tidak jarang seorang yang terlanjur dianggap pemimpin, misalnya, yang --dengan kebodohan, kebohongan, atau dan ketamakannya— berhasil menipu umat, kemudian tanpa sadar dia ikut termakan tipuannya sendiri, lalu selanjutnya terpaksa harus mempertahankan tipuannya itu dengan tipuan-tipuan lain.

Tidak jarang dari kalangan pers, misalnya, ada yang –dengan kebodohan, kebohongan, atau dan ketamakannya—berhasil membuat suatu opini, kemudian tanpa sadar ikut mempercayainya. Lalu dalam langkah selanjutnya, terpaksa harus terus mengikuti alur opini yang dibuatnya sendiri itu.

Banyak sekali orang yang menipu dirinya sendiri kemudian sangat mempercayai tipuannya lalu tanpa sadar terlepas dari ke-diri-annya. Orang yang tidak mengenal dan tidak pernah bergaul dengan rakyat, misalnya, dan menipu dirinya sebagai wakil rakyat, kemudian dia sendiri mempercayainya, bisa saja setiap hari berlagak sebagai betul-betul wakil rakyat. Akhirnya, bila suatu ketika sempat mengaca, dia pun tak mengenali lagi dirinya sendiri.

Lihatlah, ternyata kekonyolan tidak hanya bisa terjadi atau timbul dari tokoh legenda seperti Asy’ab. Anda setiap hari bisa tertawa melihat kekonyolan-kekonyolan nyata dalam kehidupan kekinian yang bermula dari kebodohan, kebohongan, ketamakan, dan sebagainya. Wallahu a’lam. [Jalaludin Rumi]

Naskah ini ditulis 9 Juni 2001

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/kekonyolan-asyab-sang-pembohong-yang-termakan-kebohongannya-sendiri.html

Sabtu, 13 November 2010

ICIS will hold its conference in Situbondos pesantren

Situbondo, Jalaludin Rumi. The International Conference of Islamic Scholars (ICIS) will hold its conference at Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, East Java, next week. The conference aims to reinforce and introduce the Islamic moderate values.

One of the organizing committees KH Misbahussalam said the conference which will held on 28-30 March will be attended by Muslim scholars (ulema) such as Sheikh Wahbah Az Zuhaili (Syria), Ali Jumah (Egypt), Sheikh Muhammad Yisif (Moroccon Mufti), Shaykh Abdul - Karim Ad Dhibaghi, Sheikh Mohammed bin Lancene Hasani and so on.

ICIS will hold its conference in Situbondos pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
ICIS will hold its conference in Situbondos pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


ICIS will hold its conference in Situbondos pesantren

"While the uleme from Indonesia itself are, among others, KH Quraysh Shihab, KH Maruf Amin, KH Tholhah Hasan, and leaders of pesantren," he said after attending a preparatory meeting in the pavilion of Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, on Friday (21/3).

Jalaludin Rumi

Kiai Misbah added the conference was expected to at least result in favorable decision, especially in giving input and suggestions for the condition of the Middle Eastern countries that are currently trapped into ongoing conflicts.

"This may be a conceptual contribution to help (Middle East) countries recover from their own prolonged conflict which is partly based on religious sentiments," he said.

Meanwhile, the Secretary General of the ICIS KH Hasyim Muzadi said, the Kiai Azaim-led pesantren was chosen to meet the demand of the late KH Fawaid Syamsul Arifin.

Jalaludin Rumi

He said, the late KHR Ahmad Fawaid Asad ever came to his house, asking in within a century, there would be held an international ulema conference in the pesantren.

"This pesantren is very historic. In this place, the NU Congress in 1984 was held, resulting in moderate Islamic values and the so-called Khitthah NU," he said.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50961/icis-will-hold-its-conference-in-situbondo039s-pesantren

Jalaludin Rumi

Kamis, 26 Agustus 2010

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Jalaludin Rumi - Redaksi Duta Islam mengabarkan bahwa besok hari Sabtu, tanggal 03 September 2016 adalah bertepatan tanggal 1 Dzulhijjah 1437 H. Oleh karena itu, kami turunkan artikel tentang keutamaan 10 hari pertama Bulan Haji ketika kita meniatkan diri untuk menghormati bulan mulia itu. Kami ambil dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

Hari ke-1 bulan Dzulhijah adalah hari ketika Allah SWT mengampuni dosanya Nabi Adam as. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, Allah swt akan mengampuni segala dosanya.

Hari ke-2 bulan Dzulhijah adalah hari ketika Allah SWTmengabulkan doa Nabi Yunus dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada hari itu seolah-olah telah beribadah selama satu tahun penuh tanpa berbuat maksiat sedetik pun.

Hari ke-3 bulan Dzulhijah adalah hari ketika Allah SWT mengabulkan doa Nabi Zakaria. Barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allah SWT akan mengabulkan segala do’anya.

Hari ke-4 bulan Dzulhijah adalah hari ketika Nabi Isa AS dilahirkan. Barang siapa berpuasa pada hari itu, ia akan terhindar dari kesengsaraan dan kemiskinan.

Hari ke-5 bulan Dzulhijah adalah hari ketika Nabi Musa AS dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan azab kubur.

Hari ke-6 bulan Dzulhijah adalah hari ketika Allah SWT membuka pintu kebajikan untuk Nabinya, barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Allah dengan penuh rahmat dan tidak akan diadzab.

Hari ke-7 bulan Dzulhijjah adalah hari ditutupnya pintu jahannam dan tidak akan dibuka sebelum hari kesepuluh lewat. Barang siapa berpuasa pada hari itu Allah SWT akan menutup tiga puluh pintu kemelaratan dan kesukaran serta akan membuka tigapuluh pintu kesenangan dan kemudahan.

Hari ke-8 adalah hari Tarwiyah. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan memperoleh pahala yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh Allah SWT.

Hari ke-9 adalah hari Arafah. Barang siapa berpuasa pada hari itu, puasanya menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Hari ke-10 adalah hari raya Iedul Qurban. Barang siapa menyembelih Qurban, maka pada tetesan pertama darah Qurban diampunkan dosa dosanya dan dosa anak anak dan istrinya. [Jalaludin Rumi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah.html

Sabtu, 14 November 2009

Puang Makka: Jangan Salahkan Jika Non Muslim Terpilih Jadi Pejabat

Jalaludin Rumi – Terpilihnya non muslim menjadi seorang pejabat di Indonesia tidak bisa dilarang oleh umat Islam. Itu adalah hak. Sikap tidak setuju atas kepemimpinan seorang non muslim hanya karena alasan beda agama adalah cermin ketidakadilan umat Islam yang tidak mau berbuat ihsan terhadap diri sendiri, kurang mau bersatu dan suka melihat hasil akhir daripada proses.

Puang Makka: Jangan Salahkan Jika Non Muslim Terpilih Jadi Pejabat - Jalaludin Rumi
Puang Makka: Jangan Salahkan Jika Non Muslim Terpilih Jadi Pejabat - Jalaludin Rumi


Puang Makka: Jangan Salahkan Jika Non Muslim Terpilih Jadi Pejabat

Hal itu disampaikan Habib Abdur Rahim Assegaf Puang Makka bin Habib Jamaluddin Assegaf Puang Rama dari Makassar, dalam Seminar dengan subtema “Kepemimpinan dalam Tarekat” yang digelar Pengurus Pusat Mahasiswa Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Matan) bekerjasama dengan Dekanat Fakultas Hukum Universitas Jember (UNEJ), di aula setempat, Ahad (28 Mei 2016) malam.

Dalam acara yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Matan Cabang Jember tersebut, Puang Makka mengajak untuk menelusuri faktor kesuksesan seorang pemimpin tanpa melihat agama yang dipeluknya. “Kita harus bedah sebelum mereka terpilih dan berkuasa. Saya tidak tertarik menyikapi agama mereka,” jelasnya kepada puluhan hadirin.

Jalaludin Rumi

Menurut Mursyid Thariqah Khalwatiyah Syiekh Yusuf al-Makassari itu, Indonesia akan menemukan banyak solusi jika urusan republik ini diserahkan kepada pemimpin yang hatinya sudah diasah. “Banyak orang pintar, tapi cara penyampaian mereka dengan hikmah susah didapat. Banyak juga orang cerdas, tapi sedikit yang amanah,” ujarnya.

Terjadilah tabrakan kepentingan antara manusia. Kalau sudah seperti itu, lanjut Puang, manusia tidak lebih baik dari binatang semacam burung walet. Mereka tidak bertabrakan di lalu lintasnya walau ribuan terbang mengitari. “Manusia tabrakan karena tidak mau mengalah dengan sesamanya,” tegasnya.

Jalaludin Rumi

Karena itulah, Puang Makka menyebut tidak semua manusia itu khalifah Allah. Buktinya, di antara mereka ada yang lebih rendah dari binatang. Al-Qur’an Surat al-A’raf 179 menyebut “ulaika kal-an’ami bal hum adhollu (mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi)”. [Jalaludin Rumi/ m abdullah badri]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/puang-makka-jangan-salahkan-jika-non-muslim-terpilih-jadi-pejabat.html

Senin, 08 Juni 2009

Menakar Kesadaran Profetik Gerakan Kepemudaan

Oleh Ananta Damarjati

Tidak bisa dipungkiri, perdebatan antara agama dan sains merupakan perdebatan abadi. Kedua entitas tersebut cenderung sulit dipersatukan. Agama memaksa sains agar terikat oleh nilai, sebaliknya, sains menuntut seseorang untuk menelanjangi dirinya dari segala macam bentuk dogma sebelum memasuki gerbang kebenaran objektif yang diidentikan dengannya. Dalam arti lain, sains harus bebas nilai.

Menakar Kesadaran Profetik Gerakan Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menakar Kesadaran Profetik Gerakan Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Menakar Kesadaran Profetik Gerakan Kepemudaan

Premis-premis yang diajukan filsafat barat (filsafat kritis) juga selalu meletakkan dirinya sebagai oposisi biner dari gagasan tentang wahyu agama. Sehubungan dengan itu, Kuntowijoyo dalam bukunya mengutip pendapat Roger Garaudy, bahwa filsafat barat (filsafat kritis) tidak memuaskan, sebab terombang-ambing antara dua kubu idealis dan materialis, tanpa kesudahan. Filsafat barat (filsafat kritis) itu lahir dari pernyataan: Bagaimana pengetahuan dimungkinkan. Dia (Garaudy) menyarankan untuk mengubah pertanyaan itu menjadi: Bagaimana wahyu itu dimungkinkan. (2006:97). Garaudy berpendapat bahwa Filsafat barat sudah membunuh Tuhan dan manusia. Oleh karena itu dia menyarankan supaya umat manusia memakai filsafat kenabian dari Islam (Garaudy, 1982:139-168) dengan mengakui wahyu (2006:98).

Di sini dapat dipahami bahwa filsafat barat menitikberatkan epistemologi pengetahuannya melalui akal. Dan Garaudy seolah menegaskan, bahwa ada sebuah kebenaran hakiki melalui wahyu yang lebih tinggi di atas kebenaran yang diperoleh lewat akal.

Jalaludin Rumi

Wahyu dalam paradigma profetik

Jalaludin Rumi

Hal wahyu menjadi menarik jika diurai dalam konteks sosio-historis peradaban manusia. Di tanah Nusantarakuno (baca; Dipantara) sebelum secara simbolis identik dengan Majapahit, nenek moyang kita sudahmelakukan berbagai kegiatan sembahyang terstruktur dan metodis, atau pola asketis lain.

Bahkan, -menyitir gagasan Emha Ainun Najib- Resi atau ahli pertapaan zaman itu telah mencapai maqam tertinggi sebelum akhirnya selangkah lagi dapat mempertemukan dirinya dengan Tuhan.

Sayangnya, pertemuan itu tidak pernah terjadi jika tanpa informasi (wahyu) langsung dari Tuhan sendiri tentang siapa diri-Nya.Maka diturunkanlah oleh Tuhan secara langsung, informasi-informasi mengenai diri-Nya melalui Nabi dan Rosul-Nya, kemudian wahyu tersebut termanifestasi secara sakral menjadi teks kitab suci.

Syahdan, sejarah dan pergulatan panjang peradaban manusia tidak lantas menjadikan wahyu yang tertuang dalam Al-Quran kita sekarang, lapuk termakan jaman dan usang.Hal tersebut karena, paradigma profetik para Nabi dan Rosul dalam menyampaikan ajaran tauhid sampai saat ini masihdan terus ditularkan oleh para cendekiawan (pelajar, mahasiswa, pemuda)bahkan sejak wafatnya Rosul terakhir di muka bumi, Muhammad SAW 14 abad yang lalu, tidak melunturkan semangat itu.

Berkat semangat profetik yangditeruskan para cendekiawan yang bersentuhan langsung dengan Al-Quran dalam tataran keilmuan itu pula lah, manusia abad ini tetap memiliki kesadaran tentang adanya kesatuan esensial secara asasi antara subjek-objek, yaitu manusia-Tuhan (Hairi, 1994:20), dan kemudian menjadi tradisi besar spiritualitas manusia.

Berkat semangat kenabian dalam menyebar informasi yang terkandung dalam kitab suci pula, manusia secara epistemologis dapat memahami eksistensi Tuhan melalui refleksi pancaran cahaya-Nya terhadap seni, politik, agama dan jagad raya secara keseluruhan.

Aplikasi Kesadaran Profetik dalam Organisasi

Jika menilik lagi konsep ilmu sosial profetik Kuntowijoyo dan mengkontekstualisasikannya dengan peran cendekiawan sebagai suksesor dakwah Islam sejak Rasulullah SAW wafat, maka terlihat peran mereka begitu kental dalam menjaga gawang struktur transendental Al-Quran, baik yang berkenaan dengan muamalah ataupun ibadah mahdlah.

Dengan menjaga teksnya, menerapkan ajaran yang terkandung di dalamnya, serta mengukur relevansinya dengan realita, ritme dan progresivitas sosial masa kini tanpa mengubah strukturnya, seorang cendekiawan telah memenuhi dimensi etika profetik, karena ada tanggungjawab sosial dan kerja transformatif dalam praksisnya.

Seorang cendekiawan muda, Lafran Panepada tahun 1947 yang membuka kesadaran lebih luas tentang paradigma ini, ketika dia mengikutsertakan sejumlah orang untuk ikut bertanggungjawab atas kesadaran profetik dan mengkonsepsinya dalam bentuk organisasi. Mereka menyengajakan diri untuk terlibat dalam sejarah kemanusiaan dengan mengambil porsi besar tanggungjawab sosial dari masyarakat di Indonesia.

Pembentukan organisasi ini agaknya merupakan titik tengah, atau bahkan perkawinan gejala sosial masyarakat (modernitas, sains, sosial-budaya.dll) dengan nilai kebenaran agama. Dalam perpektif sosial profetik Kuntowijoyo, hal ini merupakan metodologi integralistik untuk mencapai peradaban kemanusiaan yang maju, serta upaya memecahkan masalah relasi antara Islam dan dunia modern yang menimbulkan ketegangan baik dengansosial, kebudayaan dan politik.

Gagasan ini bertitik tolak dari ajaran dan nilai-nilai keagamaan yang bersifat subjektif dalam arti lain menyangkut keyakinan orang per orang. Namun menurut Dawam Rahardjo, ajaran keagamaan itu khususnya di Indonesia, tidak bisa ditolak. Atau harus sedemikian rupa diakomodasi sebagaimana dilakukan oleh penguasa zaman lalu (Contoh; Sultan Agung, Sunan Kalijaga, dsb).

Pendekatan akomodasi dan objektifikasi di atas sangat penting untuk menghindari konflik-konflik yang timbul seperti yang terlihat dalam masyarakat Indonesia sekarang, serta dalam rangka mengharmoniskan hubungan agama dengan politik, seni, filsafat, sosial dan budaya.

Beruntunglah Indonesia memiliki beberapa organisasi kepemudaan yang secara tidak langsung berani mendeklarasikan dirinya sebagaiorganisasi berkesadaran kenabian, lalu ikut andil menyadarkan masyarakatluas, Negara, serta Pemerintah tentang berbagai isu sensitif yang bersentuhan langsung dengan agama.

Namun, jika melihat pergerakan organisasiprofetik kepemudaan sekarang ini, perlukah mempertanyakan lagi perihal konsistensi etika dan kesadaran profetik serta manifestasi kesadaran kenabian dalam menyoal relevansinya terhadap hal-hal yang menjadi objek kajian mereka?

Refleksi Profetisitas Gerakan Kepemudaan

Bagi Kuntowijoyo, menjalankan misi profetik harus mampu menerjemahkan tiga peran, yaitu tentang pentingnya melakukan amar maruf (humanisasi), nahi munkar (liberasi) dan tuminu billah (transendensi). Di sinilah menurut saya, gerakan kepemudaan menjadi mode komunikasi yang bertemu dengan misi dakwah peran kenabian-, yang melahirkan organisasi dengan nilai-nilai profetik.

Secara garis besar, Kuntowijoyo berusaha menjelaskan, bahwa dengan humanisasi, manusia akan mampu menjadi manusia sejati yang menyeru pada kebaikan. Menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai individu, masyarakat dan hamba Tuhan. Sementara liberasi bertujuan memerdekaan manusia dari segala bentuk ketidakadilan yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan akal budi manusia.

Sedangkan melalui kesadaran transendental, yaitu kesadaran lillah, billah, lirrasul, birrasul, secara langsung berdampak pada meningkatnya iman. Sehingga manusia akan mampu melakukan tugas humanisasi dan liberasi secara utuh.

Langkah Lafran Pane menginstitusionalisasi kesadaran profetiknya (yang kemudian diikuti sebagian besar organisasi lain), secara manifestasi adalah mengikutsertakan sejumlah orang untuk ikut bertanggung jawab atas pengkonstruksian dunianya, karena merekalah yang berkesadaran turut membentuk dunia tersebut. Mereka sebagai bagian dari anggota masyarakat mencoba memahami dunia yang sebenarnya mereka bentuk sendiri.

Faktanya, organisasi kepemudaan yang mengusung napas agama telah mampu menjadi mesin yang mengonstruksi dunia sosial di sekitarnya. Atau memang telah didesain secara struktural untuk menyediakan calon pemimpin berkelas secara individu. Yang jelas, konstruksi sosial, kebudayaan sampai politik tidak pernah lepas dari pergerakan organisasi kepemudaan sejak awal keberadaannya di Indonesia.

Namun seiring dengan semakin tingginya posisi tawar, eksistensi dan aktualisasi diripada organisasi kepemudaan terhadap segala sendi sosial, politik dan kebudayaan kemasyarakatan kita, tidak bisa tidak, akan selalu ada potensi-potensi penyimpangan seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Di satu sisi saya percaya, bahwa oganisasi kepemudaan dimanapun tidak pernah ditatar untuk melakukan KKN, baik personal, institusional maupun struktural.Tapi disisi lain, jika dilihat dari gejala sosialnya secara historis, memang nyatanya banyak anak kandung organisasi profetikitu yang tersandung kasus KKN.Tidak etis jika hal ini dipungkiri, karena hal itu adalah salah satu naluri personal dan institusional.

Atau boleh dikatakan, sayap kecenderungan secara politik-kebudayaan (KKN) tersebut serta merta muncul bersamaan ketika mereka sedang memperjuangkan humanisasi dan liberasi, dan dalam waktu yang bersamaan melupakan wacana transendensi.

Namun yang tak kalah penting, tidak sedikit pula anak kandung organisasi profetik yang mampu menerjemahkan misi transendental ketika mengidentifikasi dirinya dengan batasan-batasan, arah serta tujuan yang telah secara tegas ditatar oleh organisasinya. Anak kandung yang tidak lupa untuk senantiasa lillah, billah, lirrasul, birrasul, dalam hal apa pun.

Termasuk ketika sedang melakukan transaksi politis dengan manusia lain yang sarat kepentingan, bahkan murni seratuspersen kepentingan. Tak jarang kepentingan tersebut menyamar sebagai ideologi, eksplisit maupun implisit. Yang tak jarang pula dalam transaksi tersebut memaksa pelakunya untuk berlaku kejam.

Sejauh ini yang saya pahami dari konsep-konsep Kuntowijoyo, bahwa praksis transendental tidak hanya mampu menyerap dan mengekspresikan secara dialektis sebuah realita, tapi juga memberi arah bagi realita tersebut, serta melakukan penilaian dan kritik sosial budaya secara beradab. Sekaligus menjadi petunjuk ke arah humanisasi dan liberasi.

Organisasi profetik kepemudaan yang sudah menentukan bahwa batasan, arah dan tujuannya adalah sesuai dengan Al-Quran, seharusnya menurut Kuntowijoyo- menjadikan Al-Quran pula sebagai cara berfikir. Ia akan memberikan kerangka bagi pertumbuhan ilmupengetahuan empiris dan ilmu pengetahuan rasional yang orisinal dalam arti sesuaidengan kebutuhan pragmatis masyarakat Islam, yaitu mengaktualisasikan misinya menjadi khalifah di bumi.

Maka sangat urgen, bagi setiap organisasi yang berkesadaran kenabian untuk mempertanyakan ulang misi transendensinya. Jangan sampai, dapur organisasi yang memasak dengan serius kader-kadernya, menjadi tidak berarti ketika terpajang di etalase kepemimpinan, karena telah tercemar polusi kepentingan, serta dipencloki laler kekuasaan. Sehingga lupa arah, batasan, dan tujuan dunianya, serta menjadikan pribadinya untuk cenderung bebas nilai.

Ketika hal tersebut terjadi, kita patut bertanya: Quo Vadis profetisitas organisasi kepemudaan? Quo Vadis cendekia muda, pelajar, mahasiswa, Nabi kolektif bagi masyarakat?

Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Kedunglo, Kediri; anggota aktif Lingkar Studi Matakuhati Semarang.

Dari (Opini) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70269/menakar-kesadaran-profetik-gerakan-kepemudaan

Jalaludin Rumi

Sabtu, 03 November 2007

Presiden Iran Disambut Sholawat Badar

Jakarta, Jalaludin Rumi. Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinedjad tiba di gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada pukul 09.00 WIB. Dengan pengawalan ketat presiden langsung memasuki ruang pertemuan lantai 8 dan disambut hangat oleh Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi bersama hampir semua jajaran pengurus besar NU baik Musytastar, Syuriah dan Tanfidziyah, ditambah perwakilan dari lajnah,lembaga, dan badan otonomNU, juga delegasi dari pengurus wilayah NU seluruh Indonesia.

Sholatullah salamullah. ala thoha rosulillah. Sholatullah salamullah ala yasin habibillah, begitu para kiai menyambut kedatangan presiden Iran. Kalimat itu disebut sebagai Sholawat Badar yang pada masa lalu digunakan oleh warga pesantren untuk membakar semangat juang melawan penjajahan. Sholawat Badar adalah Sholawat perang.

Ketua PBNU KH. Hasyim Muzadi sebelum menyampaikan sambutannya kontan menyebutkan salah potongan salah satu ayat al-Quran: Walillahi junudussamawati wal ardl. Wakanallahu azizan hakima (Bahwa Pasukan langit dan bumi itu kepunyaan Allah. Allah Mahamulia dan Bijaksana: Red).

Presiden Iran Disambut Sholawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Iran Disambut Sholawat Badar (Sumber Gambar : Nu Online)


Presiden Iran Disambut Sholawat Badar

Hasyim menyatakan, kunjungan para ulama, presiden Iran dan segenap rombongan ke PBNU adalah untuk bersilaturrahmi sembari menegaskan kembali bahwa program nuklir di Iran adalah untuk kepentingan pengembangan teknologi. Kepada PBNU, sebelumnya, pihak Iran menyatakan, program nuklir Iran tidak ada kaitannya dengan penciptaan senjata berat.

Setelah ada penjelasan seperti itu maka tidak ada lain bagi PBNU kecuali berpendapat bahwa pengembangan energi nuklir adalah hak semua negara yang berdaulat. Indonesia pun berhak mengembangkan energi nuklir. Tidak ada satu negara pun yang berhak untuk menghalangi pengembangan teknologi. PBNU memberikan dukungan moral kepada Iran, demikian hasim membacakan sambutannya.

Hasyim menyatakan, organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak memusuhi negara manapun termasuk Amerika, Inggris, dan Australia. Kita tiak benci Amerika, wong banyak anggota kita yang lulusan sana. Kita hanya memusuhi kesewenang-wenangan, keserakahan dan hegemoni yang mereka paksakan, kata Hasyim. (nam)

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/4442/presiden-iran-disambut-sholawat-badar

Jalaludin Rumi

Kamis, 07 Juni 2007

Perkuat NU Urban, MWCNU Wonokromo Rekomendasikan Taman Bungkul sebagai Kawasan Wisata Religi

Surabaya, Jalaludin Rumi. Majelis Wakil Cabang Kecamatan Wonokromo, Surabaya mengadakan konferensi dengan tema memperkuat NU Urban untuk NU di Perkotaan. Konferensi digelar di Pesantren At-Tauhid Wonokromo, Surabaya, Ahad (29/5).

"NU Urban dicetuskan oleh PCNU Surabaya dan itu semua harus kita pahami disambung kembangkan oleh MWC yang terletak di tengah kota ini," kata Abdul Chamid, ketua panitia sekaligus Sekretaris MWC NU Wonokromo.

Perkuat NU Urban, MWCNU Wonokromo Rekomendasikan Taman Bungkul sebagai Kawasan Wisata Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat NU Urban, MWCNU Wonokromo Rekomendasikan Taman Bungkul sebagai Kawasan Wisata Religi (Sumber Gambar : Nu Online)


Perkuat NU Urban, MWCNU Wonokromo Rekomendasikan Taman Bungkul sebagai Kawasan Wisata Religi

Menurutnya, NU harus hadir di tengah kota seperti Surabaya ini. Apalagi posisi MWC NU Wonokromo berada di pertengahan kota. "NU Urban harus menjadi spirit atau azimat untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean," lanjutnya.

Jalaludin Rumi

Selain itu, konferensi NU Wonokromo juga merekomendasikan Taman Bungkul untuk dijadikan kawasan wisata religi karena di sana terdapat makam waliyullah Ki Agung Bungkul.

"Kami merekomendasikan Taman Bungkul sebagai pusat kegiatan dan mengubah mushola menjadi masjid untuk dijadikan kantor MWC NU Wonokromo kepada PCNU Surabaya," kata H M Yasid, Ketua MWC NU demesioner.

Hadir pula, Ketua MUI Surabaya KH Abdul Muchith Murtadlo, Wakapolres Surabaya, Pengasuh Pesantren At-Tauhid KH Mas Mansur Tolhah. Acara dibuka langsung oleh H Kasno, Sekretaris PCNU Surabaya. (Rof Maulana/Zunus)

Jalaludin Rumi

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68599/perkuat-nu-urban-mwcnu-wonokromo-rekomendasikan-taman-bungkul-sebagai-kawasan-wisata-religi

Jalaludin Rumi

Minggu, 16 Juli 2006

LAZISNU Lampung Siapkan Program untuk Ramadhan

Bandar Lampung, Jalaludin Rumi. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdatul Ulama (LAZSINU) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada Ahad (30/4). Kegiatan bertempat di Gedung PWNU Lampung di Rajabasa, dihadiri perwakilan Unit Pengelola Zakat Infak Sedekah (UPZIS) dan Jaringan Pengelola Zakat Infak Sedekah (JPZIS) di Provinsi Lampung.

Sedikitnya 50 orang perwakilan UPZIS dan JPZIS di bawah NU Care LAZISNU yang telah terbentuk di Provinsi Lampung menjadi peserta kegiatan ini, ungkap Direktur NU Care LAZISNU Provinsi Lampung, Didi Wahyudi, Ahad (30/4) pagi.

LAZISNU Lampung Siapkan Program untuk Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Lampung Siapkan Program untuk Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)


LAZISNU Lampung Siapkan Program untuk Ramadhan

Ia menambahkan Rakorwil kali ini bertema Refleksi dan Kebangkitan Amil Zakat NU Menyambut Bulan Suci Ramadlan, dilaksanakan dalam mempersiapkan strategi dan kinerja NU Care LAZISNU menjelang bulan Ramadlan.

Jalaludin Rumi

NU Care LAZISNU Lampung bertekad menjadi lembaga pengelola dana masyarakat berupa infak zakat dan sedekah yang didayagunakan secara amanah dan profesional untuk kemandirian umat. Strategi pengelolaan ZIS dalam bulan Ramadhan sangat penting karena umat muslim berpandangan bulan Ramadlan bulan yang utama untuk beribadah termasuk ibadah ZIS, ujar Didi.

Rakorwil menghadirkan pembicara diantaranya BAZNAS Lampung dan Direktur Fundraising NU Care LAZISNU Pusat, Nur Rahman. Dihubungi terpisah Rahman mengungkapkan embrio dan semangat berzakat, infak dan sedekah kaum muslimin di Provinsi Lampung sudah cukup besar. Hal itu perlu didorong lagi agar semangat para amil maupun mustahik semakin meningkat.

Jalaludin Rumi

Juga tata kelola ZIS yang baik harus terus ditingkatkan oleh pengelola zakat. NU Care saat ini menerapkan manajemen MANTAP, yaitu Modern, Akuntabel, Transparan, Amanah, dan Profesional. Ini yang terus kita kenalkan kepada semua UPJIZ dan JPZIS terutama yang bernaung di bawah NU Care LAZISNU di seluruh Indonesia, tegas Rahman. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77527/lazisnu-lampung-siapkan-program-untuk-ramadhan-

Jalaludin Rumi

Selasa, 07 Februari 2006

Kemenakertrans Bantu Ambulan RSI NU Demak

Demak, Jalaludin Rumi. Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) RI memberikan bantuan kepada Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak, Jawa Tengah, satu unit ambulan. Serah terima kendaraan medis untuk tanggap darurat tersebut dilakukan staf khusus Kemenakertrans Fathan Subchi dan Direktur RSI NU dr H Abdul Azis.

Fathan Subchi Saat memeriksa kondisi mobil bersama Abdul Aziz dan Rais Syuriyah PCNU Demak KH Alawi Masudi mengatakan, bantuan ambulan ini merupakan bagian dari program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Kemenakertrans di bawah pimpinan Muhaimin Iskandar.

Kemenakertrans Bantu Ambulan RSI NU Demak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenakertrans Bantu Ambulan RSI NU Demak (Sumber Gambar : Nu Online)


Kemenakertrans Bantu Ambulan RSI NU Demak

Hari ini pak menteri (Muhaimin Iskandar) menugaskan kepada saya menyerahkan bantuan kepada rumah sakit NU Demak ini, semoga bermanfaat, katanya.

Jalaludin Rumi

Penyerahan bantuan yang berlangsung Selasa (25/3) disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Yayasan RSI NU Hasyim Asyari, Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif, Mustasyar PCNU Demak yang juga Mantan ketua DPRD Demak KH Muhammad Nurul Huda, Ketua MUI Demak KH Moh Asyiq, serta para pengurus NU dari cabang hingga ranting di wilayah Demak.

Direktur RSI NU Demak dr H Abdul Azis usai menerima ambulan itu mengaku bangga atas meningkatnya jumlah fasilitas yang dimiliki rumah sakit kebanggaan warga NU Demak ini. Menurutnya, bantuan ini akan berguna bagi peningkatan kualitas pelayanan RSI NU Demak.

Kami berterima kasih pada Pak Menteri Muhaimin dengan bantuan ini. Berarti fasilitas kami bertambah, semoga dengan bantuan ini bisa meningkatkan kinerja pelayanan dari rumah sakit untuk pasien, jelas dr Azis. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Jalaludin Rumi

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51098/kemenakertrans-bantu-ambulan-rsi-nu-demak

Jalaludin Rumi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock