Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2017

LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu

Wonosobo, Jalaludin Rumi. Untuk membantu meringankan beban bagi siswa-siswi miskin yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Wonosobo melalui program Nusmart memberikan bantuan kepada lima belas siswa-siswi di sekolah yang berada di Kabupaten Wonosobo.

Menjelang tahun pelajaran baru, dalam program Nusmart kami memberikan bantuan beruapa uang kepada siswa-siswi yang kurang mampu di 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo. Bantuan itu sebagai upaya untuk meringankan beban mereka ketika masuk sekolah, terang Arif Alwashim Manager LAZISNU Wonosobo di kantornya, Selasa (23/7) lalu.

LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)


LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu

Agar panyalurannya benar-benar tepat sasaran, bantuan tersebut diberikan tidak kesembarangan siswa. Sebab siswa penerima bantuan mempunyai kriteria tertentu. Kriteria penerima bantuan itu adalah siswa yang kurang mampu dan berprestasi. Karena dua kriteria itu bagi kami sangat penting. Sehingga mereka benar-benar merasakan akan manfaatnya, terangnya.

Jalaludin Rumi

Disebutkan, dari lima belas penerima bantuan dalam program numsart itu dibagi menjadi tiga. Untuk jumlah penerima SD ada lima siswa, Siswa SMP ada 5 siswa, kemudian untuk siswa SMA ada 5 siswa. Pembagian tersebut sudah dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Lazisnu.

Nominal yang diberikan kepada siswa SD Rp. 200ribu, Siswa SMP Rp. 300ribu dan siswa SMA Rp. 400ribu. Jumlah itu sudah disesuaikan dengan kebututuhan siswa jelang masuk sekolah, terangnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo Arifin Shidiq mengatakan, ptogram nusmart tersebut merupakan layanan beasiswa yang diberikan oleh LAZISNU kepada siswa, santri dan mahasiswa yang tidak mampu. Nusmart itu untuk memaksimalkan bantuan kepada siswa yang kurang mampu di bidang pendidikan.

Jalaludin Rumi

Setidaknya dengan diberi uang santuanan maka dapat membantu membeli perlengkapan buku ketika masuk sekolah. Karena kebutuhan jelang masuk sekolah itu cukup banyak, dan bagi siswa yang kurang mampu sangat membantu, jelasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46118/lazisnu-berikan-bantuan-pendidikan-siswa-kurang-mampu

Jalaludin Rumi

Kamis, 01 Desember 2016

PMII Bojonegoro Desak Pemkab Fungsikan RSUD Baru

Bojonegoro, Jalaludin Rumi. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RSUD Sosodoro Djatikoesoemo bertaraf internasional yang baru rampung dibangun di Jalan Veteran, Bojonegoro, segera difungsikan.

Pasalnya, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro di Jalan Doktor Wahidin yang sudah lama beroperasi kini memiliki kapasitas terbatas dan kewalahan menampung pasien.

PMII Bojonegoro Desak Pemkab Fungsikan RSUD Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bojonegoro Desak Pemkab Fungsikan RSUD Baru (Sumber Gambar : Nu Online)


PMII Bojonegoro Desak Pemkab Fungsikan RSUD Baru

Dorongan itu muncul dalam diskusi terbatas di sekretariat PC PMII Bojonegoro, Senin (11/1),

terkait status RSUD Sosodoro Djatikoesoemo yang berada di Jalan Veteran yang masih belum difungsikan. Selain mahasiswa, forum ini juga dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan LSM Gempur.

Jalaludin Rumi

Ketua PC PMII Bojonegoro Ahmad Syahid mengatakan, bangunan yang sudah dibangun sejak tahun 2006 itu sampai saat ini masih terbengkalai. Pihaknya berjanji berada di garda terdepan dalam menyampaikan aspirasinya agar RSUD tersebut difungsikan. Terlebih saat ini bangunan itu telah menghabiskan ratusan miliar rupiah.

Jalaludin Rumi

"Tidak ada alasan yang rasional bila pemfungsian RSUD di Jalan Veteran ditunda lagi, sebab masyarakat sudah membutuhkan itu. Sedangkan RSUD (di Jalan Doktor Wahidin) saat ini sering overload," tutur pria asal Kabupaten Tuban itu.

Kader PMII lain, Khoirudin juga sangat menyayangkan kinerja Pemkab yang lamban mengoptimalkan anggaran. "Padahal DPU sudah menyatakan kalau pembangunan gedung sudah selesai dan siap dipakai. Maka Pemkab harus segera memfungsikan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo yang ada di Jalan Veteran. Jangan hanya janji dan omong saja, tapi berilah kami bukti," harapnya.

Sementara itu, perwakilan DPU Kabupaten Bojonegoro, Frika Dedi Sufyan mengaku sependapat dengan PMII terkait segera pemfungsian RSUD di Jalan Veteran. Pihaknya menuturkan, pembangunan fisik RSUD di Jalan Veteran sudah selesai, meskipun kemarin terjadi putus kontrak dengan pihak kontraktor. "Tinggal penuntasan isi alkes (alat kesehatan) dan perlengkapanya," ujarnya.

Sedangkan Direktur LSM Gempur Sunaryo Abu Main meminta agar pembangunan RSUD tersebut bisa ditinjau dari aspek politik dan sosial. Sebab, bangunan ditelantarkan hampir 9 tahun yang berarti penyalahgunaan aset daerah.

"Terima kasih PMII masih peduli kondisi sosial ini. Kami selaku aktivis sosial selalu menyuarakan untuk mengusut dugaan korupsi pembangunan RSUD dan segera pemfungsiannya," ujar Mbah Naryo, sapaan akrabnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64930/pmii-bojonegoro-desak-pemkab-fungsikan-rsud-baru

Jalaludin Rumi

Jumat, 14 Oktober 2016

Gandeng Remaja Masjid, Ranting NU Kadu Gelar Pengajian Aswaja

Tangerang, Jalaludin Rumi. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kadu Kec. Curug Kab. Tangerang bersama Ikatan Remaja Masjid se-Desa Kadu menggelar pengajian Aswaja Nahdlatul Ulama sekaligus buka bersama di Masjid Komplek Pondok Pesantren Baitussaadah.

Junaedi, ketua panitia sekaligus ketua Ikatan Remaja Masjid Baitussaadah (Irmabas) menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyatukan remaja masjid dalam satu visi dan misi, yaitu menjaga masjid Nahdlatul Ulama. Ia menambahkan, hal ini dilakukan agar masjid-masjid tidak diambil alih oleh orang-orang Wahabi.

Gandeng Remaja Masjid, Ranting NU Kadu Gelar Pengajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Remaja Masjid, Ranting NU Kadu Gelar Pengajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)


Gandeng Remaja Masjid, Ranting NU Kadu Gelar Pengajian Aswaja

Arifin, koordinator remaja Masjid Desa Kadu menambahkan, kegiatan ini menjadi ajang ukhuwah nahdliyah kader NU di Tangerang, remaja masjid harus bersatu menyelamatkan masjid-masjid yang menjadi basis NU.

Jalaludin Rumi

Harits Syahrastani, ketua Ranting NU desa Kadu menjelaskan kegiatan ini bertema "Remaja Sebagai Benteng Termuda Aswaja NU".

Dengan kita tahu (anak muda) tentang sejarah NU dan sejarah aswaja akan memperkuat posisi NU, maka tidak ada jalan organisasi transnasional mengambil masjid masjid NU.

Ia menambahkan, pasca Lebaran diagendakan deklarasi generasi muda NU untuk mengawal Pancasila dan UUD 1945.

Jalaludin Rumi

H. Muhamad Qustulani, pembantu bidang akademik STISNU Nusantara yang menjadi narasumber kegiatan tersebut menjelaskan, sejatinya generasi muda harus konsisten menjadi kader muda yang aktif membentengi ajaran Aswaja NU.

Dengan kita tahu sejarah NU dan Ahlussunnah wal Jamaah, bahwa kita yakin ajaran yang diajarkan oleh guru, kiai dan ulama NU adalah kebenaran yang dapat menghantarkan kita kesuksesan duniawi-ukhrowi, katanya. (Quslutani Muhamad/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60861/gandeng-remaja-masjid-ranting-nu-kadu-gelar-pengajian-aswaja

Jalaludin Rumi

Rabu, 13 Juli 2016

Akhir Pekan ini Asosiasi Pengamal Tarekat di Jakarta Gelar Riyadhah Sufi

Jakarta, Jalaludin Rumi. Jamiiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) DKI Jakarta akhir pekan ini akan menyelenggarakan riyadlah Ramadhan bersama para kiai sufi. Asosiasi pengamal tarekat di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini rencananya menghadirkan Rais Aam Jatman Habib Luthfi bin Yahya dan Ketua Pengurus Wilayah Jatman DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam.

Kegiatan yang rencananya dihelat di zawiyyah Tarekat Idrisiyyah ini akan berlangsung di Masjid Al-Fattah, Jalan Batu Tulis XIV Nomor 5 Juanda III Jakarta Pusat, selama dua hari, Sabtu-Ahad (18-19/6).

Akhir Pekan ini Asosiasi Pengamal Tarekat di Jakarta Gelar Riyadhah Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan ini Asosiasi Pengamal Tarekat di Jakarta Gelar Riyadhah Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)


Akhir Pekan ini Asosiasi Pengamal Tarekat di Jakarta Gelar Riyadhah Sufi

"Insya Allah kita akan mulai hari sabtu, dengan shalat zhuhur berjamaah," ujar panitia seksi acara Kholis.

Ia menambahkan, peserta kegiatan ini tidak dipungut biaya dan terbuka bagi para pengamal tarekat yang ada di Jakarta. "Silakan daftar dengan cara SMS formatnya, ketik: NAMA (spasi) ALAMAT (spasi) TAREKAT YANG DIAMALKAN. Kirim ke 0812.8633.783," kata pengamal TQN Suryalaya ini.

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

Jatman DKI Jakarta sebelumnya telah menyelenggarakan kursus tasawuf sebanyak tiga angkatan. Setiap satu angkatan dihadiri sekitar 60-80 peserta.

"Alhamdulillah, kegiatan ini adalah upaya Jatman untuk membumikan revolusi mental melalui metode tasawuf." ujar Kholis seperti dirilis tqnnews.com.

KH Wahfiudin mengatakan, kegiatan riyadhah Ramadhan yang berisi zikir, shalat, dan kajian ini akan dibimbing langsung oleh para kiai sufi dari berbagai tarekat. Menurutnya, tasawuf semakin dirindukan oleh umat di tengah-tengah dinamika kehidupan yang kompleks.

Hal ini yang menjadi salah satu alasan Jatman menyelenggarakan kegiatan ini. "Asosiasi tarekat NU makin aktif," ujar KH Wahfiudin. (Red Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68992/akhir-pekan-ini-asosiasi-pengamal-tarekat-di-jakarta-gelar-riyadhah-sufi

Jalaludin Rumi

Kamis, 07 Juli 2016

Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung

Way Kanan, Jalaludin Rumi. Dosen Bahasa Arab Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kotabumi, Lampung Utara, Miftalif Albar antusias meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) digelar PW GP Ansor Lampung di Pesantren Darus Sholihin Kabupaten Tulang Bawang Barat.

"Kegiatan ini memotivasi, menambah wawasan tentang keaswajaan, keorganisasian dan lain-lain. Materi diberikan pembicara mantap," ujar Ketua Ansor Way Tawar, Pakuan Ratu, Way Kanan itu di Panaragan, Kamis (20/10).

Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)


Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung

Alumnni PKD V GP Ansor Way Kanan itu menambahkan, tugas kader pemuda NU antara lain berperan aktif dalam menyosialisasikan ajaran agama kepada masyarakat sekitar. Mengajak para pemuda menyibukkan diri pada hal yang positif dan setidaknya bisa menjadi benteng dirinya.

Jalaludin Rumi

"Kami tentu berbangga hati, kader Ansor di beberapa anak cabang bergerak tepat untuk organisasi mendatang dengan merangkul sejumlah sarjana agar berhimpun dalam NU. Selanjutnya, peningkatan kapasitas individu bagi kader harus terus didorong mengingat tantangan zaman mendatang semakin beragam dan pelik," ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Jalaludin Rumi

Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung Tatang Sumantri mengharapkan pengkaderan berjalan sesuai target sehubungan kegiatan tersebut bertujuan menciptakan kepemimpinan berkualitas dengan kepemimpinan, sumber daya manusianya juga menjadi lebih maju.

GP Ansor Lampung menggelar PKL dan Susbalan sebagai upaya peningkatan kapasitas kader organisasi pemuda NU di salah satu provinsi di Sumatera itu. Materi kegiatan antara lain, Kepemimpinan Efektif, Manajemen Organisasi, Ke-GP Ansoran II, Aswaja II, Ke-NUan II.

Kegiatan diikuti 15 utusan dari kabupaten/kota se-provinsi Lampung, yaitu Way Kanan, Pringsewu, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Mesuji, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, Kota Madya Bandar Lampung, dan Kota Madya Metro.

GP Ansor Way Kanan mengutus empat peserta PKL, yakni Ketua PAC Ansor Negara Batin Hozin Munir, Ketua PAC Ansor Gunung Labuhan Raden Hermawan Pamungkas, Triyono Ketua Ranting Ansor Purwa Negara, Negara Batin dan Miftalif Albar. Adapun untuk Kursus Banser Lanjutan (Susbalan), Bambang Setiyo, Kasatkorcab Banser Way Kanan dan Suyanto anggota Banser Satkoryon Pakuan Ratu, keduanya alumni Diklatsar Banser I Way Kanan. Kemudian Arif Makhfudin Ketua PAC Ansor Rebang Tangkas, alumni Dikltasar Banser IV. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72185/dosen-stainu-antusias-ikuti-pkl-ansor-lampung

Jalaludin Rumi

Sabtu, 02 Juli 2016

Tayangan Televisi Cenderung Tidak Mendidik, Pemerintah Jangan Diam

Kudus, Jalaludin Rumi. Hampir semua stasiun televisi dinilai terlalu banyak menayangkan acara yang kurang mendidik dan tidak ramah anak. Sebagian besar tayangan televisi cenderung memberikan hiburan semata yang bisa memengaruhi perilaku keluarga terutama anak-anak.

Penilaian ini disampaikan Ana Shofawati yang pernah diamanahi sebagai Ketua IPPNU Kabupaten Kudus kepada Jalaludin Rumi, Kamis (28/7).

Tayangan Televisi Cenderung Tidak Mendidik, Pemerintah Jangan Diam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tayangan Televisi Cenderung Tidak Mendidik, Pemerintah Jangan Diam (Sumber Gambar : Nu Online)


Tayangan Televisi Cenderung Tidak Mendidik, Pemerintah Jangan Diam

Ia prihatin atas tayangan televisi yang lebih menonjolkan hiburan tanpa ada unsur pendidikannya.

Ana Shofawati mengatakan bahwa dirinya resah terhadap tayangan hiburan televisi berupa sinetron dan film yang terdapat unsur percintaan, kekerasan dengan diwarnai kata-kata kurang sopan (umpatan). Hiburan semacam itu tidak baik bagi perkembangan anak.

Jalaludin Rumi

"Bayangkan, anak usia 4 tahun sudah kenal pacaran karena tayangan sinetron ada adegan percintaan. Anak tahu bagaimana caranya berkelahi, membentak dan berkata kasar juga berasal dari TV," ujarnya.

Jalaludin Rumi

Ana yang juga menjadi ibu rumah tangga ini menilai gaya hidup tayangan (sinetron) TV sangat jauh dari budaya timur. Ia mencontohkan anak sekolah maupun remaja berhura-hura nongkrong berpakaian mini dan memakai motor mewah.

"Bahkan kartun yang katanya untuk konsumsi anak-anak juga banyak mempertontonkan cerita kekerasan. Ini jelas bisa merusak moral anak-anak atau remaja," tegasnya.

Melihat kondisi demikian, ia mengajak para orang tua supaya selalu selektif dan mendampingi anak-anak menonton televisi. Bila memungkinkan, orang tua menyiapkan video-video islami yang berisi kisah-kisah Nabi dan sejenisnya guna mengalihkan perhatian anak dari hiburan televisi.

"Meskipun sangat susah, coba kita batasi anak menonton tv. Kalau sudah terlanjur menonton, arahkan pada tontonan yang mendidik," ujarnya.

Kepada pemerintah dan Komisi Penyiaran dan Informasi (KPI), Ana mengharapkan mereka menegur atau menindak stasiun televisi yang menayangkan acara-acara yang mengumbar kekerasan, percintaan, dan tidak ramah anak.

"KPI sebagai lembaga yang berwenang, jangan menunggu aduan atau laporan dari masyarakat, baru melakukan peringatan penindakan," harapnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70043/tayangan-televisi-cenderung-tidak-mendidik-pemerintah-jangan-diam

Jalaludin Rumi

Jumat, 13 Mei 2016

Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme

Rembang, Jalaludin RumiTerkait serangkaian aksi terorisme menjelang hari raya Idul Fitri yang terjadi di Mapolresta Surakarta dan di Madinah, Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Rembang menggelar aksi damai bersama puluhan personel Banser di Bundaran Pasar Kota Rembang, Jawa Tengah, Selasa (12/7). Mereka mengecam aksi biadab tersebut.

Kepala Sekretariat Markas (Kasatma) Banser Rembang, Imam Syarifudin dalam orasinya mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk monolak aksi terorisme dalam bentuk apa pun. Ia juga menyebut, atas nama apa pun segala bentuk terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus diperangi bersama.

Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)


Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme

"Terorisme dan radikalisme merupakan bentuk kejahatan yang harus kita lawan bersama-sama. Karena terorisme banyak sekali korban jiwa berjatuhan, ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Imam Syarifudin juga membacakan Pernyataan Sikap GP Ansor Rembang untuk menolak segala bentuk tindakan terorisme. Berikut teks lengkapnya:

Jalaludin Rumi

Kami kader Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang dengan ini,

Jalaludin Rumi

1. Menyatakan tekad menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme, terutama yang mengatasnamakan agama, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika.

2. Menyatakan tekad menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika.

3. Menyatakan tekad menjaga dan melestarikan kebudayaan Nusantara sebagai jati diri bangsa Indonesia.

4. Menyatakan mendukung langkah cepat, tepat dan tanggap dari pemerintah dalam mengatasi segala aksi radikalisme dan terorisme serta organisasi anti Pancasila.

5. Mengimbau berbagai pihak agar bahu-membahu menangkal radikalisme dan terorisme melalui pemberian pemahaman kailmuan dan keislaman secara benar, yaitu Islam yang penuh kasih sayang dan rahmatan lil alamin, serta menindak tegas pihak-pihak yang mengajarkan kebencian dan merongrong Pancasila.

Dalam aksi itu sejumlah ormas kepemudaan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) turut mendukung aksi yang dilakukan oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang, dan bersama-sama menolak dan mengecam aksi radikalisme dan terorisme yang ada di Indonesia dan dunia. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69683/aksi-damai-banser-rembang-suarakan-5-sikap-antiradikalisme

Jalaludin Rumi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock