Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2016

Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung

Way Kanan, Jalaludin Rumi. Dosen Bahasa Arab Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kotabumi, Lampung Utara, Miftalif Albar antusias meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) digelar PW GP Ansor Lampung di Pesantren Darus Sholihin Kabupaten Tulang Bawang Barat.

"Kegiatan ini memotivasi, menambah wawasan tentang keaswajaan, keorganisasian dan lain-lain. Materi diberikan pembicara mantap," ujar Ketua Ansor Way Tawar, Pakuan Ratu, Way Kanan itu di Panaragan, Kamis (20/10).

Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)


Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung

Alumnni PKD V GP Ansor Way Kanan itu menambahkan, tugas kader pemuda NU antara lain berperan aktif dalam menyosialisasikan ajaran agama kepada masyarakat sekitar. Mengajak para pemuda menyibukkan diri pada hal yang positif dan setidaknya bisa menjadi benteng dirinya.

Jalaludin Rumi

"Kami tentu berbangga hati, kader Ansor di beberapa anak cabang bergerak tepat untuk organisasi mendatang dengan merangkul sejumlah sarjana agar berhimpun dalam NU. Selanjutnya, peningkatan kapasitas individu bagi kader harus terus didorong mengingat tantangan zaman mendatang semakin beragam dan pelik," ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Jalaludin Rumi

Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung Tatang Sumantri mengharapkan pengkaderan berjalan sesuai target sehubungan kegiatan tersebut bertujuan menciptakan kepemimpinan berkualitas dengan kepemimpinan, sumber daya manusianya juga menjadi lebih maju.

GP Ansor Lampung menggelar PKL dan Susbalan sebagai upaya peningkatan kapasitas kader organisasi pemuda NU di salah satu provinsi di Sumatera itu. Materi kegiatan antara lain, Kepemimpinan Efektif, Manajemen Organisasi, Ke-GP Ansoran II, Aswaja II, Ke-NUan II.

Kegiatan diikuti 15 utusan dari kabupaten/kota se-provinsi Lampung, yaitu Way Kanan, Pringsewu, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Mesuji, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, Kota Madya Bandar Lampung, dan Kota Madya Metro.

GP Ansor Way Kanan mengutus empat peserta PKL, yakni Ketua PAC Ansor Negara Batin Hozin Munir, Ketua PAC Ansor Gunung Labuhan Raden Hermawan Pamungkas, Triyono Ketua Ranting Ansor Purwa Negara, Negara Batin dan Miftalif Albar. Adapun untuk Kursus Banser Lanjutan (Susbalan), Bambang Setiyo, Kasatkorcab Banser Way Kanan dan Suyanto anggota Banser Satkoryon Pakuan Ratu, keduanya alumni Diklatsar Banser I Way Kanan. Kemudian Arif Makhfudin Ketua PAC Ansor Rebang Tangkas, alumni Dikltasar Banser IV. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72185/dosen-stainu-antusias-ikuti-pkl-ansor-lampung

Jalaludin Rumi

Minggu, 01 Desember 2013

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Jember, Jalaludin Rumi. Kiai Umar selain sebagai ulama dan pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Sukowono, Jember, Jawa Timur, juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan. Bahkan rumahnya yang menyatu dengan asrama santri pada zaman revolusi itu menjadi markas berkumpulnya para pejuang, khususnya di Jember bagian timur.

Hal tersebut diungkap oleh penulis buku "Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan" KH Sholeh Hayat saat menjadi pemateri dalam Seminar dan Bedah Buku Kyai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan di auditorium IAIN Jember, Sabtu (29/10).

Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)


Bekas Markas Pejuang, Rumah Kiai Jember Ini Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Menurutnya, jasa Kiai Umar dalam merebut kemerdekaan Indonesia juga tidak kecil. Bersama Kiai Asad Syamsul Arifin, ia bahu-membahu mengusir penjajah. Oleh karena itu, Kiai Sholeh berharap kepada pemerintah agar rumah Kiai Umar dijadikan cagar budaya. Sudah selayaknya rumah Kiai Umar dijadikan cagar budaya, karena punya nilai historis, lebih-lebih terkait dengan perjuangan bangsa Indonesia, ucapnya.

Sepenggal cerita sempat dikuak oleh Kiai Sholeh. Katanya, suatu ketika rumah Kiai Umar dikepung oleh serdadu Belanda. Mereka curiga bahwa rumah tersebut menjadi tempat persembunyian para pejuang. Dengan pongahnya, mereka memasuki pekarangan rumah ayahanda Kiai Khotib itu. Namun Kiai Umar tak kurang akal. Semua pejuang dan tentara, disuruh ganti baju dan pakai kopiah layaknya santri. Sehingga Belanda tidak menemukan apa yang mereka cari, urainya.

Jalaludin Rumi

Harapan serupa juga dilontarkan Katib Syuriyah PCNU Jember, Ustadz MN. Harisudin. Menurutnya, apa yang diharapkan Kiai Sholeh tidaklah berlebihan. Sebab, Kiai Umar memang figur pejuang yang menjadi penggerak rakyat untuk melawan penjajah. Dan rumahnya difungsikan sebagai markas, yang menjadi sentral perjuangan di wilayah tersebut, ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Jalaludin Rumi

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72536/bekas-markas-pejuang-rumah-kiai-jember-ini-diusulkan-jadi-cagar-budaya

Jalaludin Rumi

Jumat, 22 November 2013

Kisah Keberkahan Sedekah Ibunda KH Abdul Karim Lirboyo

Banyak orang menjadi hebat karena di belakangnya ada orang hebat. Pernyataan ini dibenarkan oleh khalayak. Hal ini mirip dengan pepatah Arab:



Kisah Keberkahan Sedekah Ibunda KH Abdul Karim Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Keberkahan Sedekah Ibunda KH Abdul Karim Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)


Kisah Keberkahan Sedekah Ibunda KH Abdul Karim Lirboyo

Banyak orang yang tenar karena di belakangnya ada orang tersembunyi di belakangnya.

KH Aziz Mansur, Paculgowang, Jombang pernah bercerita, Pesantren Lirboyo Kediri yang hebat seperti sekarang inidengan ribuan santri dan alumni serta ilmu yang tersebar di berbagai pelosok negeri initak terlepas dari jasa dan peran seorang ibu.

Jalaludin Rumi

Alkisah, pendiri Pesantren Lirboyo, KH Abdul Karim yang mempunyai nama kecil Manab ditinggal wafat ayahnya dalam usia 6 tahun. Lalu ibunya dinikahi orang lain yang mempunyai latar belakang keluarga biasa (bukan dari kalangan kiai) dan hidup dalam balutan kekurangan dalam sisi ekonomi.

Jalaludin Rumi

Ibunda Manab yang bernama Salamah ini setiap hari membantu sang suami berdagang di pasar. Namun sayang, setiap kali ke pasar, acap kali ia melihat jarik bermotif batik tulis dengan harga selangit yang otomatis tidak terjangkau dalam kantong Ibu Salamah.

"Kapan ya aku bisa membeli jarik yang sedemikian bagusnya," kata Salamah dalam hati sembari mengelus-elus batik yang ia maksud.

Tiga tahun kemudian, dagangan yang ia jajakan laris sehingga Salamah mampu membeli batik yang sudah mengendap dalam angan-angannya selama ini.

Baru dipakai sekitar satu hingga dua bulan, saat berjalan menuju pasar, Salamah melewati satu rumah di mana terdengar suara tangisan dari dalam sana.

"Ada apa, Yu?" Tanyanya yang kemudian disahut sang pemilik rumah.

"Aku ini habis melahirkan, namun aku hanya memiliki satu helai pakaian saja. Andai pakaianku ini kupakaikan untuk anakku, aku pasti akan menjadi telanjang, namun jika tetap aku gunakan sendiri, anakku pasti akan kedinginan."

Mendengar aduan yang sedemikian menyayat hati, Salamah kemudian segera pulang. Jarik yang ia impikan tiga tahun silam dan baru dipakai sekitar satu bulan diambil, diberikan kepada wanita itu.

"Sudah, Yu, jarik yang masih bagus ini engkau gunakan, yang sudah lama punya kamu ini kau gunakan untuk popok anak kamu."

Sontak, wanita yang baru saja melahirkan menangis haru. Ia kemudian berdoa, "Semoga Allah memberikan kegembiraan kepadamu melalui perantara anak sebagaimana sekarang ini engkau membahagiakanku sebab aku bersedih karena urusan anak."

Akhirnya, karena hal-hal yang demikian itulah, di kemudian hari, muncul Pesantren Lirboyo atas segala nama kebesarannya.

Artinya, dalam kisah tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa:

1. Bersedekah yang bernilai sangat tinggi adalah menyedekahkan sesuatu yang menjadi kesayangan kita. Dalam kalam hikmah disebutkan:

Bukan dinamakan orang yang pemurah kalau ia memberikan sesuatu yang tidak ia butuhkan, kecuali kalau kamu memberikan apa yang kamu sukai dan tinggal sedikit saja yang ada di tanganmu.

Dalam Al-Quran juga disebutkan:

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS Ali Imran: 92)

2. Sayangilah anak kecil, tolonglah orang yang lemah, dan sedekahlah pada ahli ilmu. Pada pribadi mereka terdapat doa yang tulus yang tembus kepada Allah Taala sehingga kita mendapatkan berkah manfaatnya. (Mundzir)

Dari (Hikmah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76246/kisah-keberkahan-sedekah-ibunda-kh-abdul-karim-lirboyo

Jalaludin Rumi

Senin, 17 Desember 2012

Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak

Jalaludin Rumi - Imsak berasal dari bahasa Arab amsaka yumsiku imsak yang berarti menahan. Secara istilah yang umum dipahami adalah saat seseorang sebaiknya memulai untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk Subuh.

Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak - Jalaludin Rumi
Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak - Jalaludin Rumi


Salah Paham Menafsiri Hadits Imsak

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Ashim berkata, telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Anas bin Malik bahwa Zaid bin Tsabit telah menceritakan kepadanya, bahwa mereka pernah sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian mereka berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku bertanya, Berapa jarak antara sahur dengan shalat subuh? Dia menjawab, antara lima puluh hingga enam puluh ayat. (HR Bukhari 541 )

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, telah mengabarkan kepada kami Waki’ dari Hisyam dari Qatadah dari Anas dari Zaid bin Tsabit radliallahu ‘anhu, ia berkata; Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sesudah itu kami beranjak untuk menunaikan shalat. Saya bertanya, kira-kira berapa lama jarak antara makan sahur dan shalat. Ia menjawab, kira-kira selama pembacaan lima puluh ayat. (HR Muslim 1837).

Hadis-hadits ini menunjukkan bahwa jarak menahan (imsak) antara bersahurnya Sayyidina Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dengan sholat Subuh adalah sekitar pembacaan 50 ayat dan jumhur ulama sepakat sekitar 10 menit sebelum azan Subuh.

Mereka yang melarang atau mengharamkan waktu Imsak adalah akibat pemahaman mereka selalu dengan makna dzahir terhadap riwayat-riwayat sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kamu terhalang dari makan sahur karena adzan Bilal”. Padahal adzan Bilal bukanlah adzan Subuh.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ dari Sulaiman At Taimi dari Abu Utsman dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu, ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Janganlah sekali-laki adzan Bilal menghalangi kalian untuk makan dan minum. Atau beliau bersabda: Adzan Bilal pada waktu sahur. Sesungguhnya ia adzan hanya untuk membangunkan kalian (HR Bukhari 4887)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus berkata, telah menceritakan kepada kami Zuhair berkata, telah menceritakan kepada kami Sulaiman At Taimi dari Abu ‘Utsman Al Hindi dari ‘Abdullah bin Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Adzannya Bilal tidaklah menghalangi seorang dari kalian, atau seseorang dari makan sahur nya, karena dia mengumandangkan adzan saat masih malam, supaya orang yang masih shalat malam dapat pulang dan untuk mengingatkan mereka yang masih tidur. Dan Bilal adzan tidak bermaksud memberitahukan masuknya waktu fajar atau subuh. (HR Bukhari 586)

Jelaslah makna “Janganlah kamu terhalang dari makan sahur karena adzan Bilal” adalah adzan pertama sebelum waktu Subuh untuk membangunkan mereka yang masih tidur.

Oleh karenanya, sebagian ulama berpendapat untuk menghilangkan kesalahpahaman, menggantikan adzan pertama sebelum adzan Subuh dengan pengingat waktu sahur atau sekedar pembacaan shalawat. [Jalaludin Rumi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/salah-paham-menafsiri-hadits-imsak.html

Kamis, 09 Agustus 2012

Masjid Cangkring, Pelepas Lelah para Musafir

Orang sekitar Desa Cangkring Ngrandu Perak Jombang Jawa Timur, tentu tidak asing dengan masjid besar dan megah yang berdiri kokoh di tengah sawah ini. Bagi sebagian sales sejumlah produk dan mereka yang melangsungkan perjalanan melelahkan seharian menuju rumah, beristirahat di masjid ini seakan menambah stamina baru.

Sederet motor dan mobil terparkir rapi. Mereka beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina setelah seharian berkeliling. Secara bergiliran, mereka melaksanakan shalat Ashar atau Dhuhur dan dilanjutkan dengan bercengkrama sejenak.

Masjid ini menjadi semacam rest area usai menaklukkan perjalanan yang melelahkan. Lokasinya yang berada di pinggiran jalur utama yang menghubungkan Ngrandu dengan desa sebelah, membuatnya menjadi jujugan. Pemandangan sekitar berupa persawahan dan pepohonan rindang kian memanjakan mereka yang berkenan berhenti sejenak.

Fasilitas masjid yang bisa dinikmati secara gratis kian memanjakan sejumlah orang untuk singgah. Toilet dengan ketersediaan air yang melimpah, demikian juga bangunan masjid yang luas serta bersih juga menjadi alasan mereka mampir.

Masjid Cangkring, Pelepas Lelah para Musafir (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Cangkring, Pelepas Lelah para Musafir (Sumber Gambar : Nu Online)


Masjid Cangkring, Pelepas Lelah para Musafir

Dan bila waktu menjelang Ashar, para musafir disuguhkan dengan pemandangan anak-anak yang tengah sibuk mengaji. Tidak hanya itu, para ibu yang mengantar turut dalam kegiatan mengaji. Para ibu muda dan mereka yang telah berumur, tidak merasa risih apalagi malu untuk belajar membaca al-Quran, bersaing dengan anak-anak mereka yang masih belia.

Setidaknya, inilah nuansa berbeda dari masjid tengah sawah di wilayah Cangkring Ngrandu ini. Sang pengasuh, Syaifullah Hidayat. LC, MHi dengan tiada henti menyapa dan memperhatikan perkembangan para santrinya dengan penuh kebanggan.

Adalah bapak H Nur Hasan, tokoh masyarakat di desa ini yang merasa prihatin dengan perkembangan masyarakat yang jauh dari nilai agama. Orang boleh banga dan mengklaim Jombang sebagai kota Santri, tandas Gus Syaiful, sapaan kesehariannya. Tapi untuk daerah ini, justru nuansa abangan yang lebih mengemuka, lanjut pria kelahiran Jember tahun 1976.

Jalaludin Rumi

Singkat cerita, H Nur Hasan yang juga penghulu di era tahun 1990-n memasrahkan tanahnya seluas satu hektar untuk dijariyahkan kepada KH Djamaluddin Ahmad yang lebih akrab disapa dengan Kiai Jamal. Sebelum dipasrahkan, itikad baik ini dikonsultasikan kepada guru Kiai Jamal yakni KH Jalil di Tulungagung. Atas saran sang guru, hendaknya di wilayah tersebut dibangun masjid yang lebih besar dari Masjid Muhibbin yang dimiliki Pesantren Tambakberas.

Memboyong Tambakberas

Jalaludin Rumi

Mendapatkan tanah seluas itu tentu membanggakan. Namun tantangan selanjutnya adalah merealisasikan lahan sesuai harapan H Nur Hasan. Dan Kiai Jamal akhirnya membiayai seluruh biaya pembangunan masjid sehinga tahun 2005 bisa berdiri megah seperti sekarang. Berdirinya baitullah seakan membawa pesan bahwa akan ada perhatian dan sejumlah kegiatan bagi warga sekitar khususnya dalam masalah keagamaan yang selama ini jarang mereka terima.

Pertimbangan lain, masjid ini menjadi solusi dari sejumlah masjid setempat yang tidak mampu lagi menampung jamaah, tandas suami dari Ny Zuhrotul Makiyah binti Kiai Jamal ini. Dan kepercayaan tersebut dilanjutkan dengan didirikannya Madrasah Ibtidaiyah Al-Anwar setahun berikutnya. Untuk pembangunan dan pembiayaan operasional madrasah kembali menjadi tangungjawab penuh Kiai Jamal. Bangunan madrasah terletak di selatan kediaman alumnus Fakultas Syariah Al-Ahgaff University Yaman ini yang juga arah selatan masjid.

Kini madrasah mendapatkan kepercayaan masyarakat dan telah berdiri juga Madrasah Tsanawiyah, tandas alumnus Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Ya, sejumlah kepercayaan dibayar dengan langkah nyata. Bahkan telah mulai dipikirkan mendirikan asrama dan pesantren bagi para siswa dan warga sekitar yang hendak memperdalam pemahaman dan praktik keagamaan. Mohon doanya, pinta alumnus pasca sarjana Universitas Islam Malang ini.

Yang membedakan madrasah ini dengan sejumlah sekolah dan madrasah di daerah sekitar adalah berusaha mempertahankan ciri khas Pesantren Tambakberas. Yang kental adalah adanya penulisan arab pego, tandas putra pasangan H Mohammad Subtoni-Hj Munjidah ini. Dengan demikian, para siswa akan mengenal huruf hijaiyah secara baik serta mampu menuliskan dengan benar. Produk Tambakberas lain yang diboyong adalah hafalan kosa kata bahasa Arab, pelajaran tajwid dan sejenisnya. Dengan demikian ciri Tambakberas juga ada di madrasah kami, kata ayah tiga anak ini.

Dengan sejumlah kelebihan yang dimiliki, diharapkan akan lahir para siswa dan santri yang memiliki pemahaman keagamaan kuat dengan diramu kemampuan dalam menerima ilmu baru demi khidmat kepada masyarakat.

Ya. Tantangan jaman semakin berat. Jalan terbaik adalah membekali generasi muda dan masyarakat dengan pemahaman keagamaan sebagaimana diwarisi salafus shalih. Tidak ada salahnya belajar ke kampung Cangkring. (Saifullah)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49536/masjid-cangkring-pelepas-lelah-para-musafir

Minggu, 20 November 2011

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU

Jakarta, Jalaludin Rumi. Pada hari lahir (harlah) NU ke-89, akun Twitter Jalaludin Rumi (@NU_Online) dibanjiri ucapan selamat dari berbagai kalangan yang disertai beragam ungkapan. Kemudian Jalaludin Rumi menginisiasi tagar #Harlah89NU. Tagar tersebut sempat jadi trending topic Indonesia.

Merk kaos 1926 kemudian mengapresiasi netizen yang ngetwitt #Harlah89NU dengan tambahan peran #AnakMudaNU juga mention @NU_Online. Apresiasi ditunjukkan 1926 dengan menghadiahkan dua kaos bagi yang ngetwitt terbaik.

Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Apresiasi 1926 Bagi Twitt Peran #AnakMudaNU

Dua pemenang telah diumumkan hari ini Selasa (3/2) di Twitter Jalaludin Rumi pukul 19.00. Dua pemenang yaitu akun @lailiynurul dan @Ysrnrfq.

Menurut @lailiynurul, anak muda NU hari ini tak hanya bergelut di bidang dakwah dan aktivis, tapi banyak juga yang berkarir dalam bidang hubungan internasional, kedokteran, teknik. Itu yang dia saksikan di Universitas Brawijaya.

Jalaludin Rumi

Ia juga menilai anak muda NU tidak mendikotomikan ilmu umum dan agama. Lebih jauh ia mengapresiasi anak muda NU yang lebih arif dalam hal keberagaman.

Jalaludin Rumi

Sementara @Ysrnrfq berpendapat, organisasi pemuda NU seperti IPNU-IPPNU, PMII, KMNU juga harus bersinergi untuk membangun negeri. Anak muda NU harus bersaing dalam era globalisasi saat ini. (Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57394/apresiasi-1926-bagi-twitt-peran-anakmudanu

Jalaludin Rumi

Minggu, 02 Oktober 2011

Uang Palu Arit Ditarik, Uang Hasil Korupsi Ditimbun Saja

Jalaludin Rumi - Sebutlah Anda seorang koruptor atau pelaku kejahatan keuangan yang masih tradisional. Anda tak tahu apa bagaimana cara mencuci uang lewat perusahaan cangkang di Panama, atau mencucinya lewat crypto currency. Uang Anda ini bisa berasal dari berbagai sumber: korupsi, penjualan narkoba atau senjata, penggelapan, atau menghindari pajak. Istilahnya 'black money' atau 'uang gelap'.

Anda tak bisa menyetorkan uang ke bank, karena pasti akan ketahuan aparat dan petugas pajak. Selain itu Anda perlu mendistribusikan uang tersebut ke pihak lain secara sederhana, sedikit demi sedikit tanpa menimbulkan kecurigaan. Maka yang paling mungkin adalah anda tumpuk dan timbun uang itu, di satu tempat atau tempat terpisah. Jumlahnya sudah tak karuan lagi.

Uang Palu Arit Ditarik, Uang Hasil Korupsi Ditimbun Saja - Jalaludin Rumi
Uang Palu Arit Ditarik, Uang Hasil Korupsi Ditimbun Saja - Jalaludin Rumi


Uang Palu Arit Ditarik, Uang Hasil Korupsi Ditimbun Saja

Pada suatu hari, kepala negara dan otoritas bank sentral negara anda mengumumkan: menarik semua mata uang pecahan lama, dan menggantinya dengan pecahan baru. Anda hanya diberikan waktu 50 hari untuk menukar. Lebih dari itu, uang lama tidak akan berlaku lagi.

Pastilah Anda panik. Bagaimana pula cara menukarkan uang tunai sebanyak itu dalam waktu singkat dan tidak terdeteksi otoritas? Kalau Anda bawa uang tunai Rp 1 miliar ke bank untuk ditukarkan ke mata uang baru, pastilah dimintai identitas minimal KTP. Sukur-sukur bukan NPWP.

Jalaludin Rumi

Kalau timbunan uang anda hanya Rp 1 miliar sih tidak masalah. Tapi kalau sudah puluhan atau ratusan miliar, atau bahkan triliunan, bila digabung dengan para sejawat Anda yang lain, Anda pasti frustasi. Apalagi makin hari makin canggih sistem dan teknologi pelacakan uang menggunakan nomor seri.

Jalaludin Rumi

Itulah yang terjadi di India akhir tahun kemarin ketika PM India Narendra Modi hendak memberangus tindak pidana pencucian uang, penggelapan, korupsi, penggelapan pajak dan peredaran uang palsu. Pecahan 500 dan 1.000 rupee dinyatakan tidak berlaku lagi. Istilahnya demonetisasi.

Tentu menimbulkan gejolak dan protes, karena hanya diberi waktu 50 hari untuk penukaran. Orang-orang kaya mengakalinya lewat kerjasama dengan orang miskin agar bisa meminjam rekening sebagai perantara. Banyak juga yang bergegas ke toko perhiasan dan butik, memohon agar uang pecahan lama mereka bisa diterima.

Ada juga yang mengakali dengan cara membayar upah pekerja atau layanan jasa di depan secara sekaligus untuk satu tahun. Tak sedikit pula yang pasrah dan menerima uang mereka tak lebih berharga dibanding tisu toilet. Bahkan di Sungai Gangga ditemukan banyak uang 1.000 rupee mengambang.

Banyak orang marah dan melawan. Terutama mereka yang menimbun 'black money'. Bahkan langkah ini harus dibayar oleh India dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi 2016 dan diprediksikan masih akan turun lagi di 2017.

Di Indonesia belakangan juga banyak yang marah dan menuntut penarikan mata uang baru. Ada lambang palu arit, katanya. Tapi ini bukan kisah palu arit, melainkan black money. Di India, bukan Indonesia. [Jalaludin Rumi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/uang-palu-arit-ditarik-uang-hasil-korupsi-ditimbun-saja.html

Selasa, 12 Juli 2011

Dalil Para Arwah Dapat Mendoakan Orang Hidup

Jalaludin Rumi - Apakah arwah di alam kubur dapat mendoakan untuk orang hidup? Mari perhatikan hadis yang dinilai sahih oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah:

ﺇﺫا ﻗﺒﻀﺖ ﻧﻔﺲ اﻟﻌﺒﺪ ﺗﻠﻘﺎﻩ ﺃﻫﻞ اﻟﺮﺣﻤﺔ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩ اﻟﻠﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﻠﻘﻮﻥ اﻟﺒﺸﻴﺮ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻓﻴﻘﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻟﻴﺴﺄﻟﻮﻩ، ﻓﻴﻘﻮﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻟﺒﻌﺾ: ﺃﻧﻈﺮﻭا ﺃﺧﺎﻛﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﺮﻳﺢ، ﻓﺈﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻛﺮﺏ، ﻓﻴﻘﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻴﻪ، ﻓﻴﺴﺄﻟﻮﻧﻪ: ﻣﺎ ﻓﻌﻞ ﻓﻼﻥ؟ ﻣﺎ ﻓﻌﻠﺖ ﻓﻼﻧﺔ؟ ﻫﻞ ﺗﺰﻭﺟﺖ؟ ﻓﺈﺫا ﺳﺄﻟﻮا ﻋﻦ اﻟﺮﺟﻞ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﻗﺒﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﻟﻬﻢ: ﺇﻧﻪ ﻗﺪ ﻫﻠﻚ، ﻓﻴﻘﻮﻟﻮﻥ: ﺇﻧﺎ ﻟﻠﻪ ﻭﺇﻧﺎ ﺇﻟﻴﻪ ﺭاﺟﻌﻮﻥ، ﺫﻫﺐ ﺑﻪ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﻪ اﻟﻬﺎﻭﻳﺔ، ﻓﺒﺌﺴﺖ اﻷﻡ ﻭﺑﺌﺴﺖ اﻟﻤﺮﺑﻴﺔ. ﻗﺎﻝ: ﻓﻴﻌﺮﺽ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ، ﻓﺈﺫا ﺭﺃﻭا ﺣﺴﻨﺎ ﻓﺮﺣﻮا ﻭاﺳﺘﺒﺸﺮﻭا ﻭﻗﺎﻟﻮا: ﻫﺬﻩ ﻧﻌﻤﺘﻚ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻙ ﻓﺄﺗﻤﻬﺎ، ﻭﺇﻥ ﺭﺃﻭا ﺳﻮءا ﻗﺎﻟﻮا: اﻟﻠﻬﻢ ﺭاﺟﻊ ﺑﻌﺒﺪﻙ ".

Dalil Para Arwah Dapat Mendoakan Orang Hidup - Jalaludin Rumi
Dalil Para Arwah Dapat Mendoakan Orang Hidup - Jalaludin Rumi


Dalil Para Arwah Dapat Mendoakan Orang Hidup

Jika seorang hamba wafat maka ruhnya berjumpa dengan hamba-hamba Allah yang penyayang, seperti mereka berjumpa dengan pemberi kabar gembira di dunia. Mereka menemuinya untuk bertanya. Sebagian mereka berkata: "Tunggu sebentar saudara kalian ini agar ia istirahat. Sebab ia mengalami kesulitan (karena baru meninggal)". Mereka bertanya kepadanya: "Apa yang dilakukan fulan? Apa yang dilakukan fulanah, apakah ia menikah lagi?". Jika mereka bertanya tentang seseorang yang telah mati sebelumnya, ia menjawab: "Orang tersebut telah binasa". Mereka lalu membaca inna lillah wa inna ilaihi rajiun. Ia telah kembali bersama ibunya ke neraka Hawiyah. Betapa buruk ibu dan anak didiknya. Lalu ia berkata: "Lalu ditunjukkan kepada mereka amal anak-anaknya (yang masih hidup). Jika mereka melihat amal baik maka mereka senang dan bahagia serta berkata: "Ini adalah nikmat dari Mu kepada hamba Mu, maka sempurnakanlah nikmatnya". Jika mereka melihat amal buruk maka mereka berkata: "Ya Allah, kembalikanlah hamba Mu"

Ulama Salafi-Wahabi Syaikh Albani berkata:

ﺃﺧﺮﺟﻪ اﺑﻦ اﻟﻤﺒﺎﺭﻙ ﻓﻲ " اﻟﺰﻫﺪ " (149 / 443)

Jalaludin Rumi

Diriwayatkan oleh Ibnu al-Mubarak dalam al-Zuhd (149/443)

Jalaludin Rumi

ﻗﻠﺖ: ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ ﻟﻜﻨﻪ ﻣﻨﻘﻄﻊ ﺑﻴﻦ ﺛﻮﺭ ﺑﻦ ﻳﺰﻳﺪ ﻭﺃﺑﻲ ﺭﻫﻢ. ﻭﻗﺪ ﻭﺻﻠﻪ ﻭﺭﻓﻌﻪ ﺳﻼﻡ اﻟﻄﻮﻳﻞ ﻓﻘﺎﻝ: ﻋﻦ ﺛﻮﺭ ﻋﻦ ﺧﺎﻟﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺪاﻥ ﻳﻌﻨﻲ: ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺭﻫﻢ ﺭﻓﻌﻪ. ﺃﺧﺮﺟﻪ اﺑﻦ ﺻﺎﻋﺪ ﻓﻲ ﺯﻭاﺋﺪ " اﻟﺰﻫﺪ " (444)

Saya (al-Albani) berkata: Para perawinya terpercaya, tapi terputus antara Tsaur dan Abu Rahm. Dan sungguh disambungkan dan dimarfu'kan kepada Nabi oleh Salam al-Thawil, dari Tsaur, dari Khalid bin Ma'dan....

Redaksi doa dalam riwayat Thabrani adalah:

ﻓﻴﻘﻮﻟﻮﻥ: اﻟﻠﻬﻢ ﺃﻟﻬﻤﻪ ﻋﻤﻼ ﺻﺎﻟﺤﺎ ﺗﺮﺿﻰ ﺑﻪ ﻋﻨﻪ ﻭﺗﻘﺮﺑﻪ ﺇﻟﻴﻚ ".

Mereka (para arwah) berkata: "Ya Allah tunjukkan padanya amal shaleh yang Engkau ridlai dan dekatkan dia kepadaMu"

Ma'ruf Khozin, narasumber Hujjah Aswaja Tv9

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/dalil-para-arwah-dapat-mendoakan-orang-hidup.html

Senin, 02 Mei 2011

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Bogor, Jalaludin Rumi. Harga cabai yang sempat mencapai kisaran Rp130.000 menyebabkan masyarakat menjerit. Hal ini membuat Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan beberapa langkah untuk menekan harga setinggi langit itu.

Menurutnya, penurunan harga cabai ini dikarenakan meningkatnya produksi cabai di sentra-sentra produksi cabai rawit merah. Hal ini menyebabkan jumlah cabai tersebut melimpah sehingga masyarakat pun tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya.

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)


Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Saya sampaikan kepada ibu-ibu di seluruh Indonesia untuk menanam cabai. Jadi ini berkat peranan ibu-ibu semua. Saya percaya ibu-ibu adalah tiangnya negara, kata Amran saat memberikan materi di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Ahad (26/3) di Hotel Lor-In Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Jalaludin Rumi

Amran mengakui, jika 120 juta perempuan Indonesia menanam cabai dan memelihara ayam yang hasilnya 2 juta per hari, itu bisa menghasilkan 120 triliun setiap bulannya, sedangkan jika 1 tahun bisa 1000 triliun.

Luar biasa dahsyatnya dan saya yakin akan terjadi swasembada terbaik atas kontribusi besar ibu-ibu Muslimat NU, jelas Amran yang menyebut harga cabai saat ini dikisaran Rp40.000-Rp50.000 per kilogram.

Ia mengakui jika swasembada pangan muncul dari peran tangguh para ibu. Sebab itu menurutnya, jika lahir pemimpin yang tangguh, itu pasti lahir dari peran ibu-ibu.

Jalaludin Rumi

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa berupaya mewujudkan inovasi produk pertanian. Hal ini tidak terlepas dari peran ibu-ibu Muslimat yang sebagian besar juga petani di desanya masing-masing.

Saya mendorong kepada ibu-ibu Muslimat untuk memperbarui langkah. Saya tekankan agar hasil panen tidak hanya sekadar petik dan jual, tetapi petik, olah, kemas, dan jual, terang Khofifah.

Inovasi ini, lanjut dia, tentu akan menghasilkan profit lebih sehingga usaha mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa akan tercapai. Dia tidak memungkiri, hal ini memerlukan keterampilan khusus yang bisa disinergikan dengan pemerintah.

Kita kerja sama dengan Menteri Desa dan Menteri Pertanian dalam Rapimnas ini. Mereka mempunyai balai-balai latihan yang bisa dimanfaatkan ibu-ibu Muslimat di wilayah dan cabang untuk meningkatkan keterampilan olah dan kemas tadi, tandas Khofifah. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76425/mentan-amran-sebut-harga-cabai-turun-karena-peran-ibu-ibu

Jalaludin Rumi

Selasa, 18 Januari 2011

Kivlan Zen Dimanfaatkan Untuk Skenario Kerusuhan Indonesia?

Jalaludin Rumi - Isu kebangkitan komunisme atau PKI kembali menghangat usai diadakan simposium nasional yang membahas tragedi kemanusiaan 1965. Pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tragedi kemanusiaan 1965 dan sesudahnya segera melakukan reaksi dengan menggelar simposiun tandingan. Kegiatan simposium tandingan ini diselenggarakan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) dan sejumlah ormas radikal yang mengaku menjunjung tinggi Pancasila.

Kivlan Zen Dimanfaatkan Untuk Skenario Kerusuhan Indonesia? - Jalaludin Rumi
Kivlan Zen Dimanfaatkan Untuk Skenario Kerusuhan Indonesia? - Jalaludin Rumi


Kivlan Zen Dimanfaatkan Untuk Skenario Kerusuhan Indonesia?

Pancasila dipersepsikan sebagai ideologi negara yang terancam keberadaannya oleh ideologi komunis atau PKI. Kebangkitan komunisme dan PKI merupakan lagu lama yang senantiasa akan diputar ulang oleh pihak-pihak yang berkepentingan menyembunyikan fakta-fakta kekejaman dan tragedi kemanusiaan yang terjadi pada 1965-1966.

Padahal, pemerintah Jokowi memiliki maksud dan tujuan agar bangsa Indonesia tidak terus dibebani masalah di masa lalu, menyangkut terjadinya pelanggaran hak asasi manusia pada 1965-1966. Para jenderal-jenderal purnawirawan Angkatan Darat seharusnya membantu memulihkan nama baik Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.

Penyelesaian tragedi kemanusiaan 1965-1966 demi kebaikan bangsa dan negara amat penting di mata masyarakat internasional supaya Indonesia tidak dituduh sebagai bangsa tak beradab karena menutup-nutupi pembantaian massal.

Para purnawirawan TNI AD dan ormas-ormas radikal ini seharusnya sadar akan perkembangan globalisasi, ilmu pengetahuan, teknologi informasi serta komunikasi. Di dunia ini sudah tidak ada tempat bersembunyi bahkan untuk menghapus jejak hitam di masa lalu. Kondisi saat ini bukan seperti era Perang Dingin dimana berbagai kejahatan kemanusiaan bisa ditutup-tutupi.

Sebagai contoh, Kekalifahan Turki Ottoman yang melakukan pembantain massal pada rakyat Armenia pada 1915 dimana korban tewas mencapai sekitar 1,5 juta. Jerman, Perancis, Rusia dan Brasil merupakan negara-negara yang mengakui secara resmi terjadinya pembantaian massal Turki kepada rakyat sipil Armenia. Meskipun kejadiannya seabad yang lalu, pemerintah Turki tidak bisa lari kemana-mana atas tuduhan ini.

Demikian juga Amerika Serikat (AS), keterlibatan Badan Intelejen Amerika Serikat CIA dalam pembunuhan massal di Amerika Latin seperti Guatemala pada 1954 menewaskan 200.000 orang dan di Haiti pada 1959 yang menewaskan sekitar 100.000 orang. Pembunuhan massal itu dilakukan CIA dengan cara memperalat dan mendanai kelompok militer yang dipimpin diktaktor yang didukung AS. Operasi rahasia ini bertujuan menumpas orang-orang komunis di Guatemala dan Haiti.

Apa yang terjadi di Guatemala dan Haiti itu mirip yang terjadi di Indonesia dimana TNI AD dijadikan alat AS untuk membunuh orang-orang yang dituding PKI atau pengikut Soekarno. CIA, Kedubes AS dan oknum-oknum militer menyusun skenario kudeta dengan cara mengkambinghitamkan PKI dan para pendukung Soekarno. Lalu setelah PKI dilumpuhkan maka dibentuk rezim militer Orde Baru Soeharto yang kemudian didukung penuh oleh AS.

Skenario Amerika Isu komunisme atau PKI akan selalu digunakan AS dan militer untuk menggulingkan kekuasaan pemerintah yang dipilih secara demokratis. Indonesia yang memilih Jokowi sebagai presiden secara demokratis juga tidak luput dari ancaman skenario ini. AS akan menyiapkan skenario penggulingan kekuasaan baik dengan cara memicu kekerasan berdarah dan “kudeta konstitusional”.

Di Indonesia, kedua praktik penggulingan kekuasaan ini sudah pernah dilakukan. Pada masa Soekarno dilakukan kudeta merangkak yang dipimpin Soeharto dengan membunuh 600 ribu hingga 3 juta orang. Sementara pada masa Gus Dur dilakukan kudeta konstitusional dengan cara pemakzulan Gus Dur oleh Amien Rais, Akbar Tanjung dan sejumlah jenderal TNI AD. AS mendalangi dua kudeta di Indonesia karena kedua pemimpin ini tidak mau tunduk dan ingin mewujudkan kemandirian bangsa.

Pemerintah Jokowi juga harus berhati-hati dengan skenario kudeta ataupun tindak kekacauan yang dirancang oleh Amerika Serikat selaku “The Invisible Hand”. Jokowi telah mendekati China dan Rusia agar berinvestasi di Indonesia. Kunjungan Jokowi ke Rusia dan penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi ASEAN-Rusia menunjukkan Indonesia tidak ingin didikte oleh AS selaku superpower.

Selain itu, kesepakatan antara Indonesia-Rusia atas jual beli alutsista seperti pesawat tempur Sukhoi-35 dan kapal perang akan membuat marah AS. Jokowi juga ingin menggandeng perusahaan BUMN Rusia Rosneft dan Rusal agar Indonesia bisa membuka kilang minyak baru dan tidak sekedar mengekspor bahan mentah bouksit. AS berkepentingan Indonesia hanya menjadi eksportir bahan mentah sehingga tetap bisa didikte dan diatur-atur.

Jika Indonesia bisa membangun banyak kilang minyak baru dan mampu mengekspor barang jadi maka perekonomian Indonesia lebih mandiri sehingga Indonesia tidak mudah didikte oleh negara manapun. Indonesia juga mengundang investor China dan Rusia agar tidak hanya tergantung dengan negara-negara Barat saja.

Kekacauan AS tampaknya akan berupaya memicu konflik SARA ataupun menjadikan komunisme sebagai kambing hitam jika Indonesia ingin mewujudkan kemandirian ekonomi dan enggan didikte. Dari zaman Soekarno hingga era reformasi polanya tidak berubah, yakni memicu ketegangan agama dan rasial. Ekskalasi ketegangan diciptakan untuk mempertajam konflik, setelah memanas dicari momentum yang tepat untuk memicu konflik berdarah.

Momentum hari besar agama atau hari-hari yang dinilai memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia akan dijadikan waktu yang teat membuat chaos atau kekacauan di masyarakat. Isu SARA adalah bensin paling ampuh untuk membakar kemarahan dan amuk massa. Ini semua dilakukan agar Indonesia tidak pernah berkembang menjadi negara yang kuat dan bersatu padu.

Sepak terjang mantan Jenderal TNI AD Kivlan Zen yang terus menerus memprovokasi kebencian pada PKI menjadi indikasi bahwa skenario ini mungkin sedang dijalankan. Kivlan adalah seorang jenderal purnawirawan TNI AD ang pernah mengenyam pendidikan/pelatihan di Advance Georgia, AS (1982). Ia bertindak sebagai corong atau melakukan propaganda dengan tujuan mempertajam konflik di masyarakat lewat pernyataan-pernyataan kontroversial tentang PKI.

Ia mengatakan PKI telah berdiri dan beranggotakan 15 juta orang yang dipimpin Wahyu Setiaji. Rumor atau isu seperti ini sengaja ditebarkan untuk mendidihkan kemarahan masyarakat. Tujuan akhirnya adalah memicu konflik dan kekacauan di masyarakat.

Maka bukanlah suatu kebetulan jika Kivlan Zen berpidato menggebu-gebu di pertemuan Umat Islam Solo untuk menentang ancaman bahaya komunisme beberapa hari yang lalu. Pidato di Solo ini bernuansa politis karena ingin menyampaikan pesan bahwa Solo dulunya merupakan markas PKI. Panggung yang digelar untuk rapat akbar ini di depan gereja dan saat ini Solo juga dipimpin seorang walikota non-muslim menunjukkan Kivlan ingin memicu konflik SARA.

Kivlan Zen akan terus berupaya memprovokasi dan mengadu domba kelompok-kelompok masyarakat dengan tujuan akhir ingin menciptakan konflik dan memecah belah masyarakat. Isu SARA dan komunisme merupakan bensin yang siap disulut di tengah-tengah masyarakat. Jika terjadi kerusuhan maka PKI atau komunis akan kembali dijadikan kambing hitam.

Belajar dari pengalaman sejarah, maka kelompok-kelompok ormas agama radikal dan ormas dengan kelakuan preman akan menjadi pelaksana atau pemicu terjadinya kerusuhan SARA atau komunisme. Misalnya dengan melakukan pembakaran dan perusakan rumah tempat ibadah. Oknum-oknum militer fasis ini akan bermain mata dengan ormas-ormas radikal melakukan propaganda dan penghasutan untuk memanaskan suasana.

Hal-hal seperti inilah yang harus segera diantisipasi baik oleh masyarakat itu sendiri ataupun para penegak hukum. Indonesia yang demokratis harus diselamatkan dari para pengacau ini dan begitu pecah konflik bernuansa SARA, kita semua tahu siapa-siapa saja pihak yang sebenarnya sedang bermain. Kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan agar tidak mudah diprovokasi melakukan kekacauan dan melakukan amuk massa.

Skenario membentuk kelompok-kelompok ormas radikal dan mazab keagamaan dengan penafsiran yang keras, puritan dan literal dipahami dalam persepektif seperti ini. Ini merupakan agenda global untuk menciptakan konflik. Salah satu tujuannya supaya Indonesia tidak stabil dan mudah terpecah belah.

AS telah memainkan skenario seperti ini sejak era Soekarno hingga sekarang. Ormas kegamaan radikal, ormas yang bertindak seperti preman dan oknum-onum militer akan bahu-membahu dalam mensukseskan skenario yang dimainkan AS untuk memecah belah Indonesia. AS berkepentingan Indonesia tetap menjadi negara yang bisa didikte dan diatur-atur sesuai dengan kepentingan nasionalnya, jika berusaha menjadi negara yang mandiri maka pemimpinnya akan digulingkan dengan segala cara.

Skenario ini juga sedang dimainkan pemerintah AS di Amerika Latin yakni memicu kekacauan di Venezuela dan mendukung kudeta konstitusional di Brasil. Baik Presiden Brasil Dilma Rousseff maupun Presiden Venezuela Nicolas Maduro ingin mewujudkan kemandirian bangsa dan tidak ingin negaranya melayani kepentingan perusahaan-perusahaan multinasional atau korporasi AS. [Jalaludin Rumi/ ls] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/kivlan-zen-dimanfaatkan-untuk-skenario-kerusuhan-indonesia.html

Selasa, 08 Juni 2010

Para Ulama Terdahulu Menulis Kitab Tanpa Berprasangka

Pesawaran, Jalaludin Rumi. Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU (LBM NU) Provinsi Lampung KH Munawir mengajak kepada seluruh pengurus LBM khususnya yang memiliki kemampuan dan hobi menulis agar tetap terus menuangkan ide dan kreativitasnya bagi kemaslahatan umat.

"Para ulama penulis kitab zaman dulu tidak ada dzon (prasangka) jika tulisannya nanti akan dibaca oleh orang lain," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini saat Kegiatan Bahtsul Masail PWNU Provinsi Lampung di Pondok Pesantren Al Hidayat Gerning Kabupaten Pesawaran, Ahad (12/3).

Para Ulama Terdahulu Menulis Kitab Tanpa Berprasangka (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Ulama Terdahulu Menulis Kitab Tanpa Berprasangka (Sumber Gambar : Nu Online)


Para Ulama Terdahulu Menulis Kitab Tanpa Berprasangka

Hal ini berbeda dengan kebanyakan para penulis buku saat ini yang selalu menghitung pasar dan orientasinya sering berbentuk materi. Kesemangatan dan keikhlasan para ulama terdahulu untuk terus menuangkan pemikirannya haruslah dicontoh.

"Mari terus kita membahas masail diniyyah dan masail lainnya. Yakinlah akan memberikan manfaat suatu saat nanti," tegasnya.

Jalaludin Rumi

Gus Nawir mengatakan bahwa Kegiatan Bahtsul Masail LBM NU Lampung dilaksanakan rutin setiap 3 bulan sekali secara bergilir diseluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung. Memaksimalkan hasil bahasan, LBM NU menggandeng Majelis Musyawarah Pondok Pesantren Se Provinsi Lampung untuk andil memberikan sumbangsih pemikirannya.

Melihat kesemangatan dari LBM NU dalam melaksanakan kegiatan Bahtsul Masail ini, Ketua PWNU Provinsi Lampung KH. Sholeh Bajuri menyatakan bahwa hasil-hasil dari Bahtsul Masail selama ini akan segera dibukukan.

Jalaludin Rumi

"Kita programkan diakhir Kepengurusan PWNU periode ini Buku Kompilasi Hasil Bahtsul Masail akan dapat direalisasikan bersamaan dengan Buku lainnya yaitu Sejaran Perjalanan NU Lampung," katanya.

Ia berharap langkah ini akan menambah ghiroh (kesemangatan) pengurus NU untuk terus berkhidmah. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76078/para-ulama-terdahulu-menulis-kitab-tanpa-berprasangka

Jalaludin Rumi

Rabu, 12 Desember 2007

Palang Merah Remaja SMA Al-Mizan Ikuti Kompetisi PMI Kabupaten

Majalengka, Jalaludin Rumi. Palang Merah Remaja (PMR) SMA Islam Al-Mizan Jatiwangi Kabupaten Majalengka mengikuti lomba young red cross (YRC) tingkat kabupaten yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Majalengka di Pujasera Majalengka, Ahad (18/9). Mereka diuji bagaimana melakukan pertolongan pertama bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

Pembina PMR SMA Islam Al-Mizan Wiwin Winarni mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat di sekolah serta mengaplikasikannya pada perlombaan. Kalah-menang dalam perlombaan itu sudah biasa. Tetapi pengalaman itu menjadi yang utama bagi anak-anak PMR. Setidaknya kami sudah berpartisipasi dalam memeriahkan Harlah Ke-71 PMI.

Palang Merah Remaja SMA Al-Mizan Ikuti Kompetisi PMI Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Palang Merah Remaja SMA Al-Mizan Ikuti Kompetisi PMI Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)


Palang Merah Remaja SMA Al-Mizan Ikuti Kompetisi PMI Kabupaten

Mengikuti perlombaan YRC adalah untuk mengembangkan bakat dan minat dari selama latihan. SMA Islam Al-Mizan mengikuti lomba Olimpiade PMI, dan Perawatan Keluarga, terang Guru Antropologi ini.

Sementara itu Kepala SMA Islam Al-Mizan H M Zaenal Muhyidin mengapresiasi kegiatan PMR untuk mengikuti perlombaan YRC di Majalengka yang diselenggrakan PMI.

Jalaludin Rumi

Kami merasa PMR di sekolah sudah saatnya untuk mengikuti perlombaan. Kegiatan PMR kami sudah berjalan dan mendapatkan pengakuan dari PMI Majalengka yang belum lama ini kita raih dari PMI dan patut kita syukuri, ujar H Zaenal. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Jalaludin Rumi

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71321/palang-merah-remaja-sma-al-mizan-ikuti-kompetisi-pmi-kabupaten

Jalaludin Rumi

Rabu, 14 Februari 2007

Golput 284.511, PMII Pamekasan Demo KPU

Pamekasan, Jalaludin Rumi. Aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan betul-betul menampakkan taringnya. Karena sangat kecewa terhadap kinerja KPU Pamekasan, mereka meluruk kantor penyelenggara pemilu yang terletak di Jalan Brawijaya itu.

Di bawah terik matahari, massa yang dikomandani Ketua Umum PMII Ahmad Sidik itu memadati jalan dari Arek Lancor menuju Kantor KPU Pamekasan di Jalan Brawijaya Nomor 34, pukul 09.30, Kamis (5/9).

Golput 284.511, PMII Pamekasan Demo KPU (Sumber Gambar : Nu Online)
Golput 284.511, PMII Pamekasan Demo KPU (Sumber Gambar : Nu Online)


Golput 284.511, PMII Pamekasan Demo KPU

Mereka menjadi perhatian tersendiri para pengendara dan masyarakat sepanjang jalan perkotaan. Massa PMII menggunakan aksesoris tak ubahnya perampok, yaitu bertopeng plastik hitam. Plastik yang biasa dijadikan wadah makanan ringan itu, diberi lubang tiga. Letaknya di kedua mata dan hidung untuk nafas.

Jalaludin Rumi

Dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Pamekasan, Didik--panggilan akrab Ahmad Sidik, menegaskan betapa aksesoris yang dikenakannya itu sebagai sindiran terhadap kinerja KPU Pamekasan.

Jalaludin Rumi

"Kinerja KPU Pamekasan sangat luar biasa, sangat mengecewakan. Ia terbilang berjasa mempersempit partisipasi pemilih. Buktinya, angka golput Pemilukada Jawa Timur di Pamekasan mencapai 284.511 orang," tegas Adiet, Ketua III PC PMII Pamekasan yang turut menjadi korlap aksi.

Ditambahkan Didik, DPT Kabupaten Pamekasan sebanyak 636.342. Yang milih hanya 391.831 orang.

"Dan anehnya, di samping yang golput mencapai ratusan ribu orang, suara yang tidak sah juga mencengangkan. Yaitu mencapai 6.497 orang," ungkapnya.

Fakta tersebut, terangnya, tiada lain karena sosialisasi yang dilakukan KPU Pamekasan sangat tidak digubris oleh masyarakat. KPU ini digaji pakai orang rakyat, katanya, tapi manfaatnya nihil.

Di bawah sengatan matahari, aktivis pergerakan berjibaku dengan aparat kepolisian yang membuat pagar betis di depan Kantor KPU. Didik beserta sahabat-sahabat menghendaki semua komisioner KPU Pamekasan keluar menemui mereka.

Sayangnya, yang keluar hanya komisioner Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Didin Sudarman.

"Sebentar, Pak. Saya ingin bertanya: apakah semua komisioner KPU berkenan menemui kami. Kami hanya mau minta pertanggungjawaban pihak KPU atas tercerainya demokrasi di Pamekasan," tanya Didik.

Didin merespon pertanyaan Didik. Pihaknya menegaskan, kedua komisioner KPU lainnya sedang berdinas. Agus Kasiyanto dikatakan sedang ke Surabaya untuk mengurus PAW anggota dewan yang kembali nyaleg dan lompat partai. Sedangkan Nuzzulul Qurnain mengawal pengiriman surat suara hasil pencoblosan ke KPU Jawa Timur.

Penjelasan Didin ini justru memantik rasa gerah para aktivis gerakan. Apalagi, Didin kembali masuk ke dalam halaman Kantor KPU sembari menelpon komisioner lainnya.

Aksi dorong mendorong dengan pihak kepolisian tampak ricuh. Untungnya, ketegangan dengan aparat kepolisian tersebut disikapi dengan sigap oleh Kapolres AKBP Nanang Chadarusman.

"Kita ini sama-sama bertugas. Tolong hormati etika," kata AKBP Nanang Chadarusman.

Atas upaya mediasi yang dilakukan AKBP Nanang Chadarusman, terjadilah komunikasi aktif antara pimpinan PMII dengan Didin.

"Kami tegaskan kembali, Pemilukada Jawa Timur di Pamekasan terbilang gagal. Saya sendiri waktu pencoblosan mendengar pertanyaan dari pemilih. Ia mempertanyakan mana foto kepala desanya. Dikira pilgub ini pemilihan kepala desa," ungkap Didik.

Didin menimpali, sosialisasi telah dilakukannya sampai turun ke desa-desa, sampai ke sekolah-sekolah yang muridnya memiliki hak pilih. "Hingga di pengajian-pengajian, kami sudah melakukan sosialisasi," terangnya.

Penjelasan Didin ini dibantah oleh Didik. Menurutnya, itu tidak dilakukan secara merata. Pihaknya mendesak agar kinerja KPU Pamekasan dibenahi ke depannya.

Sebagai pelampiasan kecewa atas kinerja KPU Pamekasan, aktivis PMII membakar ban bekas. Baliho yang dipancangkan di hadapan Kantor KPU pun mereka bakar.

"Baliho-baliho ini hanya tersebar di kota-kota. Sangat tidak memberikan banyak manfaat," kecam massa aksi. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46854/golput-284511-pmii-pamekasan-demo-kpu

Jalaludin Rumi

Rabu, 31 Mei 2006

Dialog Antar Agama Jadi Topik yang Menarik di Leeds

Leeds, Jalaludin Rumi. Masa-masa akhir short course yang diikuti oleh para kyai muda NU diisi dengan dialog antar agama dengan menghadirkan para tokoh dari bebarapa agama untuk mempresentasikan tentang ajaran yang mereka anut.

Selama tanggal 2 dan 3 Februari, terdapat 3 orang pemimpin agama yang diundang. Mereka meliputi John Holmes dari sekte Quakerism, Rabbi Michael Treblow dari agama Yahudi dan Dev Nick Baker dari sekte Metodism. Dialog yang terjadi diantara dua pihak sangat menarik karena para peserta sangat antusias untuk mencari tahu tentang agama lain. Beberapa sesi bahkan molor karena banyak pertanyaan yang diajukan dan harus dijawab secara panjang lebar.

Quakerism merupakan salah satu aliran yang cukup menarik yang tumbuh di Inggris pada abad 16 M ketika injil mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. John Holmes mengungkapkan bahwa dengan penerjemahan tersebut, orang menjadi tahu arti injil dan merasa bahwa selama ini banyak ajaran gereja yang tidak sesuai dengan injil seperti ajakan perang dengan mengatasnamakan tuhan padahal tuhan memiliki sifat kasih.

Beberapa ajaran yang dipegang teguh adalah menjaga kepercayaan sehingga mereka menolak bersumpah karena dalam kehidupan sehari-hari sudah bertindak jujur, menentang perang, berdagang secara adil, mencintai lingkungan, sebagian besar penganut vegetarian, serta egaliter.

Dialog Antar Agama Jadi Topik yang Menarik di Leeds (Sumber Gambar : Nu Online)
Dialog Antar Agama Jadi Topik yang Menarik di Leeds (Sumber Gambar : Nu Online)


Dialog Antar Agama Jadi Topik yang Menarik di Leeds

Karena menolak bersumpah, pada zaman dahulu banyak diantara mereka yang masuk penjara dan tidak bisa memasuki universitas karena pada awal masuk tersebut, diharuskan mengucapkan sumpah. Karena itu, mereka banyak memasuki sektor bisnis dan berhasil dengan baik karena banyak orang yang memiliki persepsi bahwa penganut Quakerism menjaga kepercayaan dan berdagang secara adil.

Sementara itu, aliran Methodist berkembang ketika terjadi revolusi industri di Inggris pada abad ke 18 M. Pada masa tersebut, hubungan antara Gereja Anglikan dan kaum kapitalis cukup erat sehingga banyak diantara pendeta yang dianggap mengabaikan tugasnya dan mengikuti gaya hidup mewah.

Aliran ini dikembangkan oleh Charles Wesley dan John Wesley, dua bersaudara yang saat itu sedang belajar di di Fakultas Agama Oxford University dan tetap rajin mempelajari agama dengan cara-cara yang sistematis sehingga mereka disebut Methodist.

Jalaludin Rumi

Dua bersaudara tersebut banyak mengunjungi daerah pedesaan dan kelompok miskin lainnya yang kurang tersentuh ajaran agama. Pada masa ketika masih banyak buta huruf, mereka menggunakan hymne sebagai media untuk mengajarkan agama. Sampai saat ini, perhatian mereka terhadap kaum miskin tetap besar dan saat ini banyak berfokus di dunia ketiga.

Jalaludin Rumi

Aliran ini juga melarang jamaahnya minum alcohol karena dianggap bisa merusak keluarga. Terdapat sekitar 70 juta anggota diseluruh dunia yang tersebar di Eropa, Amerika Utara dan Amerika Latin. Sementara itu Rabbi Michael Treblow menjelaskan tentang asal usul agama Yahudi yang dalam hal ini tak jauh berbeda dengan agama Islam. Ia juga mengungkapkan bahwa umat Islam memiliki tempat khusus dihati orang Yahudi karena telah menyelamatkan agama ini dari kehancuran.

Salah satu ajaran Yahudi adalah anak cucu Ibrahim memiliki tugas khusus untuk mendidik umat manusia menuju jalan yang benar. Karena itu mereka diharuskan mematuhi 613 aturan sedangkan orang lain hanya diwajibkan mematuhi 7 aturan. Yang menarik adalah pernyataan Treblow bahwa banyak orang Yahudi saat ini tidak merasa harus menjalankan perintah tersebut dan banyak diantara mereka yang melanggar ajaran yang telah ditetapkan.

Berkaitan dengan agama Islam dan Kristen, ia menilai bahwa jika melihat Muhammad dan Yesus sebagai manusia biasa, dan tidak dalam kapasitas mereka sebagai orang yang menerima wahyu tuhan, maka mereka berdua juga menjalankan tugas untuk mendidik umat manusia karena keduanya juga anak cucu Ibrahim.(mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2707/dialog-antar-agama-jadi-topik-yang-menarik-di-leeds

Jalaludin Rumi

Sabtu, 04 Maret 2006

Pemkab Probolinggo Rangkul PCNU Kembangkan Industri Kecil dan Menengah

Probolinggo, Jalaludin Rumi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bekerja sama dengan PCNU Kabupaten Probolinggo dalam mendorong tumbuhnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Probolinggo. Kedua pihak sepakat untuk mengembangkan keberadaan kegiatan bisnis di lingkungan Probolinggo.

Nota kesepahaman kedua pihak ditandatangani oleh Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo HM Sidik Widjanarko dan Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi.

Pemkab Probolinggo Rangkul PCNU Kembangkan Industri Kecil dan Menengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Probolinggo Rangkul PCNU Kembangkan Industri Kecil dan Menengah (Sumber Gambar : Nu Online)


Pemkab Probolinggo Rangkul PCNU Kembangkan Industri Kecil dan Menengah

Kepala Disperindag Probolinggo HM Sidik Widjanarko mengungkapkan, upaya ini dimaksudkan untuk menjadi dasar pemberdayaan dan pembinaan IKM bagi warga NU, khususnya anggota Muslimat NU. Tujuannya untuk mengembangkan IKM yang dilakukan warga NU dan anggota Muslimat NU.

Kami selalu terbuka kepada siapapun yang mau bekerja sama dan bersinergi program dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Harapan sinergi ini bisa berjalan dengan lancar sehingga program kerja pemerintah dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada, kata Sidik, Sabtu (5/3).

Jalaludin Rumi

Hal senada dikatakan KH Abdul Hadi. Pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Pemkab Probolinggo. Semoga dengan program ini, masyarakat semakin cinta kepada NU.

Jalaludin Rumi

Kami akan berupaya untuk menjalankan sungguh-sungguh titipan amanah yang sudah diberikan. Hasil dari kesepahaman bersama ini akan disampaikan pada rapat pengurus dengan harapan nantinya kami mampu melebarkan sayap di tengah-tengah masyarakat, ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66309/pemkab-probolinggo-rangkul-pcnu-kembangkan-industri-kecil-dan-menengah

Jalaludin Rumi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock