Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2017

LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu

Wonosobo, Jalaludin Rumi. Untuk membantu meringankan beban bagi siswa-siswi miskin yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Wonosobo melalui program Nusmart memberikan bantuan kepada lima belas siswa-siswi di sekolah yang berada di Kabupaten Wonosobo.

Menjelang tahun pelajaran baru, dalam program Nusmart kami memberikan bantuan beruapa uang kepada siswa-siswi yang kurang mampu di 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo. Bantuan itu sebagai upaya untuk meringankan beban mereka ketika masuk sekolah, terang Arif Alwashim Manager LAZISNU Wonosobo di kantornya, Selasa (23/7) lalu.

LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)


LAZISNU Berikan Bantuan Pendidikan Siswa Kurang Mampu

Agar panyalurannya benar-benar tepat sasaran, bantuan tersebut diberikan tidak kesembarangan siswa. Sebab siswa penerima bantuan mempunyai kriteria tertentu. Kriteria penerima bantuan itu adalah siswa yang kurang mampu dan berprestasi. Karena dua kriteria itu bagi kami sangat penting. Sehingga mereka benar-benar merasakan akan manfaatnya, terangnya.

Jalaludin Rumi

Disebutkan, dari lima belas penerima bantuan dalam program numsart itu dibagi menjadi tiga. Untuk jumlah penerima SD ada lima siswa, Siswa SMP ada 5 siswa, kemudian untuk siswa SMA ada 5 siswa. Pembagian tersebut sudah dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Lazisnu.

Nominal yang diberikan kepada siswa SD Rp. 200ribu, Siswa SMP Rp. 300ribu dan siswa SMA Rp. 400ribu. Jumlah itu sudah disesuaikan dengan kebututuhan siswa jelang masuk sekolah, terangnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo Arifin Shidiq mengatakan, ptogram nusmart tersebut merupakan layanan beasiswa yang diberikan oleh LAZISNU kepada siswa, santri dan mahasiswa yang tidak mampu. Nusmart itu untuk memaksimalkan bantuan kepada siswa yang kurang mampu di bidang pendidikan.

Jalaludin Rumi

Setidaknya dengan diberi uang santuanan maka dapat membantu membeli perlengkapan buku ketika masuk sekolah. Karena kebutuhan jelang masuk sekolah itu cukup banyak, dan bagi siswa yang kurang mampu sangat membantu, jelasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46118/lazisnu-berikan-bantuan-pendidikan-siswa-kurang-mampu

Jalaludin Rumi

Kamis, 01 Desember 2016

PMII Bojonegoro Desak Pemkab Fungsikan RSUD Baru

Bojonegoro, Jalaludin Rumi. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RSUD Sosodoro Djatikoesoemo bertaraf internasional yang baru rampung dibangun di Jalan Veteran, Bojonegoro, segera difungsikan.

Pasalnya, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro di Jalan Doktor Wahidin yang sudah lama beroperasi kini memiliki kapasitas terbatas dan kewalahan menampung pasien.

PMII Bojonegoro Desak Pemkab Fungsikan RSUD Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bojonegoro Desak Pemkab Fungsikan RSUD Baru (Sumber Gambar : Nu Online)


PMII Bojonegoro Desak Pemkab Fungsikan RSUD Baru

Dorongan itu muncul dalam diskusi terbatas di sekretariat PC PMII Bojonegoro, Senin (11/1),

terkait status RSUD Sosodoro Djatikoesoemo yang berada di Jalan Veteran yang masih belum difungsikan. Selain mahasiswa, forum ini juga dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan LSM Gempur.

Jalaludin Rumi

Ketua PC PMII Bojonegoro Ahmad Syahid mengatakan, bangunan yang sudah dibangun sejak tahun 2006 itu sampai saat ini masih terbengkalai. Pihaknya berjanji berada di garda terdepan dalam menyampaikan aspirasinya agar RSUD tersebut difungsikan. Terlebih saat ini bangunan itu telah menghabiskan ratusan miliar rupiah.

Jalaludin Rumi

"Tidak ada alasan yang rasional bila pemfungsian RSUD di Jalan Veteran ditunda lagi, sebab masyarakat sudah membutuhkan itu. Sedangkan RSUD (di Jalan Doktor Wahidin) saat ini sering overload," tutur pria asal Kabupaten Tuban itu.

Kader PMII lain, Khoirudin juga sangat menyayangkan kinerja Pemkab yang lamban mengoptimalkan anggaran. "Padahal DPU sudah menyatakan kalau pembangunan gedung sudah selesai dan siap dipakai. Maka Pemkab harus segera memfungsikan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo yang ada di Jalan Veteran. Jangan hanya janji dan omong saja, tapi berilah kami bukti," harapnya.

Sementara itu, perwakilan DPU Kabupaten Bojonegoro, Frika Dedi Sufyan mengaku sependapat dengan PMII terkait segera pemfungsian RSUD di Jalan Veteran. Pihaknya menuturkan, pembangunan fisik RSUD di Jalan Veteran sudah selesai, meskipun kemarin terjadi putus kontrak dengan pihak kontraktor. "Tinggal penuntasan isi alkes (alat kesehatan) dan perlengkapanya," ujarnya.

Sedangkan Direktur LSM Gempur Sunaryo Abu Main meminta agar pembangunan RSUD tersebut bisa ditinjau dari aspek politik dan sosial. Sebab, bangunan ditelantarkan hampir 9 tahun yang berarti penyalahgunaan aset daerah.

"Terima kasih PMII masih peduli kondisi sosial ini. Kami selaku aktivis sosial selalu menyuarakan untuk mengusut dugaan korupsi pembangunan RSUD dan segera pemfungsiannya," ujar Mbah Naryo, sapaan akrabnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64930/pmii-bojonegoro-desak-pemkab-fungsikan-rsud-baru

Jalaludin Rumi

Jumat, 14 Oktober 2016

Gandeng Remaja Masjid, Ranting NU Kadu Gelar Pengajian Aswaja

Tangerang, Jalaludin Rumi. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kadu Kec. Curug Kab. Tangerang bersama Ikatan Remaja Masjid se-Desa Kadu menggelar pengajian Aswaja Nahdlatul Ulama sekaligus buka bersama di Masjid Komplek Pondok Pesantren Baitussaadah.

Junaedi, ketua panitia sekaligus ketua Ikatan Remaja Masjid Baitussaadah (Irmabas) menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyatukan remaja masjid dalam satu visi dan misi, yaitu menjaga masjid Nahdlatul Ulama. Ia menambahkan, hal ini dilakukan agar masjid-masjid tidak diambil alih oleh orang-orang Wahabi.

Gandeng Remaja Masjid, Ranting NU Kadu Gelar Pengajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Remaja Masjid, Ranting NU Kadu Gelar Pengajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)


Gandeng Remaja Masjid, Ranting NU Kadu Gelar Pengajian Aswaja

Arifin, koordinator remaja Masjid Desa Kadu menambahkan, kegiatan ini menjadi ajang ukhuwah nahdliyah kader NU di Tangerang, remaja masjid harus bersatu menyelamatkan masjid-masjid yang menjadi basis NU.

Jalaludin Rumi

Harits Syahrastani, ketua Ranting NU desa Kadu menjelaskan kegiatan ini bertema "Remaja Sebagai Benteng Termuda Aswaja NU".

Dengan kita tahu (anak muda) tentang sejarah NU dan sejarah aswaja akan memperkuat posisi NU, maka tidak ada jalan organisasi transnasional mengambil masjid masjid NU.

Ia menambahkan, pasca Lebaran diagendakan deklarasi generasi muda NU untuk mengawal Pancasila dan UUD 1945.

Jalaludin Rumi

H. Muhamad Qustulani, pembantu bidang akademik STISNU Nusantara yang menjadi narasumber kegiatan tersebut menjelaskan, sejatinya generasi muda harus konsisten menjadi kader muda yang aktif membentengi ajaran Aswaja NU.

Dengan kita tahu sejarah NU dan Ahlussunnah wal Jamaah, bahwa kita yakin ajaran yang diajarkan oleh guru, kiai dan ulama NU adalah kebenaran yang dapat menghantarkan kita kesuksesan duniawi-ukhrowi, katanya. (Quslutani Muhamad/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60861/gandeng-remaja-masjid-ranting-nu-kadu-gelar-pengajian-aswaja

Jalaludin Rumi

Rabu, 13 Juli 2016

Akhir Pekan ini Asosiasi Pengamal Tarekat di Jakarta Gelar Riyadhah Sufi

Jakarta, Jalaludin Rumi. Jamiiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) DKI Jakarta akhir pekan ini akan menyelenggarakan riyadlah Ramadhan bersama para kiai sufi. Asosiasi pengamal tarekat di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini rencananya menghadirkan Rais Aam Jatman Habib Luthfi bin Yahya dan Ketua Pengurus Wilayah Jatman DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam.

Kegiatan yang rencananya dihelat di zawiyyah Tarekat Idrisiyyah ini akan berlangsung di Masjid Al-Fattah, Jalan Batu Tulis XIV Nomor 5 Juanda III Jakarta Pusat, selama dua hari, Sabtu-Ahad (18-19/6).

Akhir Pekan ini Asosiasi Pengamal Tarekat di Jakarta Gelar Riyadhah Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan ini Asosiasi Pengamal Tarekat di Jakarta Gelar Riyadhah Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)


Akhir Pekan ini Asosiasi Pengamal Tarekat di Jakarta Gelar Riyadhah Sufi

"Insya Allah kita akan mulai hari sabtu, dengan shalat zhuhur berjamaah," ujar panitia seksi acara Kholis.

Ia menambahkan, peserta kegiatan ini tidak dipungut biaya dan terbuka bagi para pengamal tarekat yang ada di Jakarta. "Silakan daftar dengan cara SMS formatnya, ketik: NAMA (spasi) ALAMAT (spasi) TAREKAT YANG DIAMALKAN. Kirim ke 0812.8633.783," kata pengamal TQN Suryalaya ini.

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

Jatman DKI Jakarta sebelumnya telah menyelenggarakan kursus tasawuf sebanyak tiga angkatan. Setiap satu angkatan dihadiri sekitar 60-80 peserta.

"Alhamdulillah, kegiatan ini adalah upaya Jatman untuk membumikan revolusi mental melalui metode tasawuf." ujar Kholis seperti dirilis tqnnews.com.

KH Wahfiudin mengatakan, kegiatan riyadhah Ramadhan yang berisi zikir, shalat, dan kajian ini akan dibimbing langsung oleh para kiai sufi dari berbagai tarekat. Menurutnya, tasawuf semakin dirindukan oleh umat di tengah-tengah dinamika kehidupan yang kompleks.

Hal ini yang menjadi salah satu alasan Jatman menyelenggarakan kegiatan ini. "Asosiasi tarekat NU makin aktif," ujar KH Wahfiudin. (Red Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68992/akhir-pekan-ini-asosiasi-pengamal-tarekat-di-jakarta-gelar-riyadhah-sufi

Jalaludin Rumi

Kamis, 07 Juli 2016

Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung

Way Kanan, Jalaludin Rumi. Dosen Bahasa Arab Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kotabumi, Lampung Utara, Miftalif Albar antusias meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) digelar PW GP Ansor Lampung di Pesantren Darus Sholihin Kabupaten Tulang Bawang Barat.

"Kegiatan ini memotivasi, menambah wawasan tentang keaswajaan, keorganisasian dan lain-lain. Materi diberikan pembicara mantap," ujar Ketua Ansor Way Tawar, Pakuan Ratu, Way Kanan itu di Panaragan, Kamis (20/10).

Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)


Dosen STAINU Antusias Ikuti PKL Ansor Lampung

Alumnni PKD V GP Ansor Way Kanan itu menambahkan, tugas kader pemuda NU antara lain berperan aktif dalam menyosialisasikan ajaran agama kepada masyarakat sekitar. Mengajak para pemuda menyibukkan diri pada hal yang positif dan setidaknya bisa menjadi benteng dirinya.

Jalaludin Rumi

"Kami tentu berbangga hati, kader Ansor di beberapa anak cabang bergerak tepat untuk organisasi mendatang dengan merangkul sejumlah sarjana agar berhimpun dalam NU. Selanjutnya, peningkatan kapasitas individu bagi kader harus terus didorong mengingat tantangan zaman mendatang semakin beragam dan pelik," ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Jalaludin Rumi

Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung Tatang Sumantri mengharapkan pengkaderan berjalan sesuai target sehubungan kegiatan tersebut bertujuan menciptakan kepemimpinan berkualitas dengan kepemimpinan, sumber daya manusianya juga menjadi lebih maju.

GP Ansor Lampung menggelar PKL dan Susbalan sebagai upaya peningkatan kapasitas kader organisasi pemuda NU di salah satu provinsi di Sumatera itu. Materi kegiatan antara lain, Kepemimpinan Efektif, Manajemen Organisasi, Ke-GP Ansoran II, Aswaja II, Ke-NUan II.

Kegiatan diikuti 15 utusan dari kabupaten/kota se-provinsi Lampung, yaitu Way Kanan, Pringsewu, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Mesuji, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, Kota Madya Bandar Lampung, dan Kota Madya Metro.

GP Ansor Way Kanan mengutus empat peserta PKL, yakni Ketua PAC Ansor Negara Batin Hozin Munir, Ketua PAC Ansor Gunung Labuhan Raden Hermawan Pamungkas, Triyono Ketua Ranting Ansor Purwa Negara, Negara Batin dan Miftalif Albar. Adapun untuk Kursus Banser Lanjutan (Susbalan), Bambang Setiyo, Kasatkorcab Banser Way Kanan dan Suyanto anggota Banser Satkoryon Pakuan Ratu, keduanya alumni Diklatsar Banser I Way Kanan. Kemudian Arif Makhfudin Ketua PAC Ansor Rebang Tangkas, alumni Dikltasar Banser IV. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72185/dosen-stainu-antusias-ikuti-pkl-ansor-lampung

Jalaludin Rumi

Sabtu, 02 Juli 2016

Tayangan Televisi Cenderung Tidak Mendidik, Pemerintah Jangan Diam

Kudus, Jalaludin Rumi. Hampir semua stasiun televisi dinilai terlalu banyak menayangkan acara yang kurang mendidik dan tidak ramah anak. Sebagian besar tayangan televisi cenderung memberikan hiburan semata yang bisa memengaruhi perilaku keluarga terutama anak-anak.

Penilaian ini disampaikan Ana Shofawati yang pernah diamanahi sebagai Ketua IPPNU Kabupaten Kudus kepada Jalaludin Rumi, Kamis (28/7).

Tayangan Televisi Cenderung Tidak Mendidik, Pemerintah Jangan Diam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tayangan Televisi Cenderung Tidak Mendidik, Pemerintah Jangan Diam (Sumber Gambar : Nu Online)


Tayangan Televisi Cenderung Tidak Mendidik, Pemerintah Jangan Diam

Ia prihatin atas tayangan televisi yang lebih menonjolkan hiburan tanpa ada unsur pendidikannya.

Ana Shofawati mengatakan bahwa dirinya resah terhadap tayangan hiburan televisi berupa sinetron dan film yang terdapat unsur percintaan, kekerasan dengan diwarnai kata-kata kurang sopan (umpatan). Hiburan semacam itu tidak baik bagi perkembangan anak.

Jalaludin Rumi

"Bayangkan, anak usia 4 tahun sudah kenal pacaran karena tayangan sinetron ada adegan percintaan. Anak tahu bagaimana caranya berkelahi, membentak dan berkata kasar juga berasal dari TV," ujarnya.

Jalaludin Rumi

Ana yang juga menjadi ibu rumah tangga ini menilai gaya hidup tayangan (sinetron) TV sangat jauh dari budaya timur. Ia mencontohkan anak sekolah maupun remaja berhura-hura nongkrong berpakaian mini dan memakai motor mewah.

"Bahkan kartun yang katanya untuk konsumsi anak-anak juga banyak mempertontonkan cerita kekerasan. Ini jelas bisa merusak moral anak-anak atau remaja," tegasnya.

Melihat kondisi demikian, ia mengajak para orang tua supaya selalu selektif dan mendampingi anak-anak menonton televisi. Bila memungkinkan, orang tua menyiapkan video-video islami yang berisi kisah-kisah Nabi dan sejenisnya guna mengalihkan perhatian anak dari hiburan televisi.

"Meskipun sangat susah, coba kita batasi anak menonton tv. Kalau sudah terlanjur menonton, arahkan pada tontonan yang mendidik," ujarnya.

Kepada pemerintah dan Komisi Penyiaran dan Informasi (KPI), Ana mengharapkan mereka menegur atau menindak stasiun televisi yang menayangkan acara-acara yang mengumbar kekerasan, percintaan, dan tidak ramah anak.

"KPI sebagai lembaga yang berwenang, jangan menunggu aduan atau laporan dari masyarakat, baru melakukan peringatan penindakan," harapnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70043/tayangan-televisi-cenderung-tidak-mendidik-pemerintah-jangan-diam

Jalaludin Rumi

Jumat, 13 Mei 2016

Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme

Rembang, Jalaludin RumiTerkait serangkaian aksi terorisme menjelang hari raya Idul Fitri yang terjadi di Mapolresta Surakarta dan di Madinah, Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Rembang menggelar aksi damai bersama puluhan personel Banser di Bundaran Pasar Kota Rembang, Jawa Tengah, Selasa (12/7). Mereka mengecam aksi biadab tersebut.

Kepala Sekretariat Markas (Kasatma) Banser Rembang, Imam Syarifudin dalam orasinya mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk monolak aksi terorisme dalam bentuk apa pun. Ia juga menyebut, atas nama apa pun segala bentuk terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus diperangi bersama.

Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)


Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme

"Terorisme dan radikalisme merupakan bentuk kejahatan yang harus kita lawan bersama-sama. Karena terorisme banyak sekali korban jiwa berjatuhan, ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Imam Syarifudin juga membacakan Pernyataan Sikap GP Ansor Rembang untuk menolak segala bentuk tindakan terorisme. Berikut teks lengkapnya:

Jalaludin Rumi

Kami kader Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang dengan ini,

Jalaludin Rumi

1. Menyatakan tekad menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme, terutama yang mengatasnamakan agama, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika.

2. Menyatakan tekad menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika.

3. Menyatakan tekad menjaga dan melestarikan kebudayaan Nusantara sebagai jati diri bangsa Indonesia.

4. Menyatakan mendukung langkah cepat, tepat dan tanggap dari pemerintah dalam mengatasi segala aksi radikalisme dan terorisme serta organisasi anti Pancasila.

5. Mengimbau berbagai pihak agar bahu-membahu menangkal radikalisme dan terorisme melalui pemberian pemahaman kailmuan dan keislaman secara benar, yaitu Islam yang penuh kasih sayang dan rahmatan lil alamin, serta menindak tegas pihak-pihak yang mengajarkan kebencian dan merongrong Pancasila.

Dalam aksi itu sejumlah ormas kepemudaan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) turut mendukung aksi yang dilakukan oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang, dan bersama-sama menolak dan mengecam aksi radikalisme dan terorisme yang ada di Indonesia dan dunia. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69683/aksi-damai-banser-rembang-suarakan-5-sikap-antiradikalisme

Jalaludin Rumi

Minggu, 06 Maret 2016

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

Way Kanan, Jalaludin RumiDengan bermacam tantangan dan rintangan, organisasi mempunyai sejumlah manfaat berharga. Penegasan itu disampaikan I Gede Klipz Darmaja, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Way Kanan, Lampung.

"Dalam berorganisasi juga ada proses yang harus dilalui. Keberanian dalam berproses ini menentukan kelahiran seorang menjadi pemimpin atau memiliki jiwa kepemimpinan," kata Klipz di Gunung Labuhan, Jumat (27/5) saat mengisi pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" digelar Gusdurian Lampung.

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

Ia pun menyampaikan beberapa manfaat berorganisasi, yaitu, mampu mengasah keterampilan hingga mempunyai jaringan yang kuat.

"Dengan berorganisasi, kita bisa mempunyai kawan-kawan yang hebat, mempunyai kenalan tokoh-tokoh yang hebat, dan berkomunikasi yang baik atau mempunyai jaringan yang luas," papar alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Insitut Hindu Darma Negeri (IHDN) Bali itu lagi.

Jalaludin Rumi

Menurut Kilpz pada acara diikuti kader Ansor dari PAC Negara Batin dan peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Way Kanan 2016 ada ciri orang yang serius dalam berorganisasi, yaitu rela berkorban dan bertanggungjawab.

Jalaludin Rumi

"Saya bisa menjadi seperti ini karena saya berorganisasi. Orang yang sukses adalah orang yang aktif berorganisasi. Organisasi mengajarkan seseorang mampu mengatasi masalah, mampu membagi waktu, dan menumbuhkan kepercayaan diri," kata pengajar agama Hindu itu lagi.

Pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" itu digelar di Pesantren Asshidiqiyah asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto menegaskan, dalam beberapa tahun kedepan Indonesia akan memiliki bonus demografi.

"Dengan beragam persoalan yang masih kompleks, kapasitas pemuda perlu ditingkatkan dan pilar kebangsaan perlu dikuatkan supaya generasi Indonesia bias menjawab tantangan zaman," katanya.

Indonesia yang bhineka, menurut Gatot lagi, tidak hanya membutuhkan kata "toleransi semata, namun juga melaksanakannya dengan bertegur sapa, saling mendengar.

"Terima kasih kepada Gede Klipz Darmaja yang berkenan berbagi pengetahuan mengenai organisasi, ini tentu akan bermanfaat. Pesan Gus Dur, agama jangan jauh dari kemanusiaan. Ini salah satu dasar mengapa pelatihan ini digelar mengingat masyarakat ialah himpunan dari manusia yang beragam," ujar Gatot. (Neli Cahyani/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68540/ketua-pemuda-hindu-berbagi-pengetahuan-organisasi-untuk-kader-nu

Jalaludin Rumi

Rabu, 24 Februari 2016

IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader

Tegal, Jalaludin Rumi. Banyaknya organisasi yang bersifat kepelajaran di sekolah-sekolah formal ataupun non formal, tak membuat Ikatan pelajar putri Nahdlatul ulama gentar kehilangan kader-kader yang dimilikinya, pasalnya berbagai persipan kaderisasi dan perangkatnya sudah dipersiapkan secara matang.

Demikain disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Tegal, Lutfatun Nihla saat ditemui di sekretariat organisasinya ,yang beralamat di jalan Ahmad Yani Procot- Slawi, Kamis (29/9).

IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)


IPPNU Tak Gentar Kehilangan Kader

Lutfah, demikian biasa Lutfatun Nihla disapa, menjelaskan program terpenting untuk IPPNU adalah untuk menggairahkan bagaimana para pelajar NU bisa lebih tertarik dengan liukan IPPNU sehingga tidak akan meninggalkan akar yang telah lama mematri menjadi warga nahdliyin.

Jalaludin Rumi

Persiapan utama sebagai organisasi kader kami memang menyiapkan segala bentuk kaderisasi sehingga kalau kaderisasi bisa berjalan dengan baik maka tidak ada ketakutan dan gentar kehilangan kader. Kami juga menyadari penuh akan makna kaderisasi, kalau organisasi tanpa kaderisasi tinggal tunggu saat kematianya saja, karena organisasi bukan tetap satu orang tetapi perlu pengganti sebagai penerus cita-cita luhur, katanya.

Jalaludin Rumi

Berbagai kegiatan telah dilakukan PC IPPNU Kabupaten Tegal sejak periode yang baru dengan harapan bisa memberikan kontribusi bagi para kader untuk memicu semangat berorganisasi. Kemarin (Rabu, 28/9) kami mengutus 2 anggota Korp Kepanduan Putri (KKP), yaitu Rekanita Siti Masyitoh yang menjabat sebgai koordinator KKP dan Siti Khoeriyah merupakan Sekretaris KKP untuk mengikuti Pendidikan dan latihan Nasional KKP, yang ditempatkan di Ragunan, Jakarta yang diadakan oleh Pimpinan Pusat IPPNU, tambahnya.

Kedua orang tersebut, lanjut dia, nantinya akan digembleng dengan berbagai pola, sehingga akan menjadi kader yang handal dan siap di segala kesempatan dan dengan bekal yang dimiliki akan memberikan kontribusi pada IPPNU. Kami juga akan meminta kepada keduanya untuk mensosialisasikan hasil Diklatnas, sehingga ilmu yang didapat akan menular kepada yang lainya sehinga oleh-oleh yang didapat bisa dibagai rata sesama kader.

Luftah juga berharap kepada semua kader IPPNU untuk lebih meningkatkan himma berorganisasi dan meningkatkan kualitas diri untuk menatap IPPNU yang lebih cerdas serta tidak meninggalkan kekharismatikan organisasi . Dan dengan setia tetap belajar berjuang dan bertakwa, tukasnya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/34139/ippnu-tak-gentar--kehilangan-kader

Selasa, 27 Oktober 2015

KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran

Surabaya, Jalaludin Rumi. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur secara khusus mengajak Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama atau PW LTNNU untuk mengawasi mutu siaran televis dan radio. Hal tersebut penting untuk meningkatkan mutu siaran dan sebagai kontrol masyarakat.

"LTN punya tugas untuk turut mengawasi sejumlah siaran yang ditayangkan media radio serta televisi," kata Komisioner KPID Jatim, Mohammad Dawud, Ahad (18/1). Apalagi pada saat yang bersamaan mulai digalakkan pencegahan situs dan organiasasi yang menyecarkan teror.

KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran (Sumber Gambar : Nu Online)
KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran (Sumber Gambar : Nu Online)


KPID Jatim Ajak LTN NU Awasi Mutu Siaran

Dalam pandangan Mohammad Dawud, KPID sendiri sangat terbuka atas keluhan masyarakat yang melakukan protes bila ditemukan muatan yang menyebarkan kebencian, tidak menghargai perbedaan dan ajakan tidak pantas lainnya.

"Apalagi LTN memiliki jaringan komunikasi dengan kepengurusan serupa di tingkat kota dan kabupaten di Jawa Timur. Cukup sediakan kader dan waktu untuk bisa memantau siaran di berbagai daerah, kata Sekretaris PW ISNU Jatim ini

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

M Dawud kemudian memberikan masukan bahwa cara yang bisa dilakukan bila ternyata menemukan siaran yang tidak pantas, maka cukup melayangkan surat ke KPID Jatim dengan menyertakan waktu dan tanggal serta dimana menangkap siaran yang meresahkan tersebut. "Selanjutnya kami dari KPID yang akan menindaklanjuti laporannya," ungkapnya.

Ketua PW LTN NU Jatim, Ahmad Najib AR sangat mengapresiasi ajakan tersebut. "Kami memang memiliki jaringan sampai ke kabupaten dan kota di Jatim, meskipun harus terus dijalin," katanya. Bahkan keberadaan pemantau media memang telah direkomendasikan saat rapat koordinasi dengan kepengurusan LTN se-Jatim beberapa waktu berselang.

"Tinggal bagaimana mengintensifkan komunikasi dan memberikan informasi ini kepada kepengurusan di daerah," kata Gus Najib, sapaan akrabnya. Dengan semakin banyak pihak yang mengawasi mutu siaran, ia mengharapkan kian banyak tayangan yang mendidik masyarakat.

Salah seorang pimpinan di Pondok Pesantren Bayt al-Hikmah Pasuruan ini juga berharap agar frekwensi yang telah diberikan pemerintah dimaknai sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa. "Bukan malah menebar keburukan apalagi teror," katanya.

Pada saat yang sama, alumnus pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini berharap agar pemerintah tegas. "Kami mendukung dan mendesak pemerintah untuk menutup gerakan penyebar terorisme baik di televisi dan radio, termasuk di dunia maya," tandasnya. Karena, lanjutnya, dari sejumlah media inilah gerakan teror akan merayu masyarakat untuk bertindak yang destruktif.

Bagi Gus Najib, tindakan pemerintah dengan menutup website, akun facebook dan media sosial lain dapat juga dilakukan kepada radio dan televisi. "Ini untuk menuutup gerak yang mengarah kepada terorisme," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65087/kpid-jatim-ajak-ltn-nu-awasi-mutu-siaran

Jalaludin Rumi

Jumat, 16 Oktober 2015

Muslimat NU Jember Berikan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia

Jember, Jalaludin Rumi. Dalam rangka memperingati harlah Muslimat ke-71 NU sekaligus peringatan Isra Miraj, PC Muslimat NU Jember, Jawa Timur memberikan santunan berupa sembako kepada 70 anak yatim dan 30 wanita lanjut usia (lansia).

Pemberian santunan tersebut dilakukan di sela-sela acara peringatan Isra Miraj di halaman rumah Ketua Ranting Muslimat NU, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Jember, Nyai Nur Fadhilah Ahmad, Kamis (27/4).

Muslimat NU Jember Berikan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Berikan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU Jember Berikan Santunan kepada Anak Yatim dan Lansia

Dalam sambutannya, Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj Emi Kusminarni menegaskan bahwa sembako tersebut dikumpulkan dari para donatur, baik di internal pengurus Muslimat NU, warga bahkan juga dari seorang wanita muallaf.

Ia juga mengajak para kader NU, khususnya pengurus Muslimat NU di semua tingkatan untuk selalu memberi contoh, baik dalam soal ibadah, akhlak maupun kepedulian sosial. "Kalau namanya Muslimat NU, harus lebih dari yang lain, agar bisa dijadikan contoh," katanya.

Jalaludin Rumi

Ia menambahkan, pengurus Muslimat NU akan selalu menjadi sorotan masyarakat, sehingga perlu hati-hati dalam bertutur kata dan bertingkah laku. Dikatakannya, sejak lama warga NU dikenal dengan tingkah lakunya yang sopan, elegan dan suka kerukunan dengan siapapun dan penganut agama apapun.

Jalaludin Rumi

"Jadi ciri-ciri toleransi dan moderat warga NU itu sejak awal memang dicontohkan oleh para ulama kita," ucapnya.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Ashri Jember, KH Ayub Saiful Rijal dalam ceramahnya mengapresiasi kepedulian Muslimat NU Jember terhadap anak yatim dan kaum lansia.

Menurutnya, apa yang dilakukan Muslimat NU tersebut patut dihargai dan ditiru oleh lembaga lain. Saat ini, katanya, di tengah kehidupan yang serba pragmatis, begitu banyak orang yang membutuhkan perhatian dan kepedulian sesama.

Namun sayangnya, pada saat yang sama, kepedulian sosial seakan kian memudar, bahkan cenderung hilang dari tengah-tengah kehidupan masyarakat modern. Sebab, sebagian orang sudah berpikir nafsi-nafsi. Sementara di sisi lain, orang-orang yang papa kian nestapa.

"Karena itu, saya berharap agar Muslimat NU menjadi pelopor aksi sosial untuk peduli kepada sesama," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77466/muslimat-nu-jember-berikan-santunan-kepada-anak-yatim-dan-lansia

Jalaludin Rumi

Minggu, 13 September 2015

Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini

Jakarta, Jalaludin Rumi. Konferensi Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) akan digelar pada 25 sampai 27 November 2016 di Pondok Pesantren Ashdiqiyah, Karawang, Jawa Barat. Konferwil tersebut mengangkat tema Perempuan untuk Indonesia.

Konferwil XV ini, menurut Ketua PC IPPNU Ciamis Adiesti Mutia Ayu Fadhila, tema tersebut sebagai upaya IPPNU Jawa Barat ikut serta dalam setiap derap pembangunan bangsa. "Wanita adalah tiangnya negara, apabila wanita itu baik maka baiklah suatu negara tapi apabila wanitanya hancur maka hancur pula suatu negara," ucap.

Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)


Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini

Adiesti menuturkan, pentingnya peranan perempuan dalam kehidupan dan pembangunan suatu bangsa. Namun dewasa ini, anggapan kualitas perempuan dalam pembangunan masih sangat rendah yang menyebabkan peran kaum perempuan tertinggal dalam segala aspek kehidupan.

"Dalam mengatasinya diperlukan upaya dan strategi, dengan mengintegrasikan gender ke dalam arus pembangunan dengan cara menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan," tuturnya.

Jalaludin Rumi

Tambah dia, IPPNU merupakan wadah meliputi upaya dan strategi untuk memberdayakan perempuan dalam pembangunan. IPPNU hadir dalam potret meningkatkan kualitas, dan peran perempuan pada pembangunan semua aspek kehidupan baik mulai pembangunan karakter ditambah dengan terlibat dalam akselerasi proses pembangunan. "Pemberdayaan kaum perempuan sebagai suatu proses kesadaran, dan pembentukan kapasitas karakter terhadap partisipasi yang lebih besar," tambahnya.

Menurut dia, kekuasaan serta pengawasan dalam pembuatan keputusan, dan tindakan transformasi agar menghasilkan persamaan derajat yang lebih besar antara perempuan dan kaum laki-laki.

Jalaludin Rumi

IPPNU hadir sebagai partner pembanguan, ditambah isu gerakan dan pemberdayaan perempuan yang berkembang di masyarakat. "Perempuan sebagai sumberdaya pembangunan, dengan kata lain politik gender telah memakai pendekatan Women In Development dimana perempuan terintegrasi sepenuhnya dalam derap pembangunan nasional," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73064/konferwil-ippnu-jabar-digelar-akhir-bulan-ini-

Jalaludin Rumi

Selasa, 14 Juli 2015

IPNU-IPPNU Kaji Problematika Pendidikan Indonesia

Bojonegoro, Jalaludin Rumi. Tak dapat dipungkiri pendidikan merupakan tonggak utama sebuah negara untuk dapat berkembang dan maju. Kesadaran untuk mendapatkan pendidikan pun sudah sangat tinggi di masyarakat. Akan tetapi, sejauh ini dunia pendidikan Indonesia juga belum menemukan formula yang tepat untuk merancang sistem pendidikan yang baik.

Hal inilah yang dikaji oleh IPNU-IPPNU Kecamatan Sumberrejo dalam RTL Lakmud (Latihan Kader Muda) yang bertempat kantor PAC setempat (10/2).

IPNU-IPPNU Kaji Problematika Pendidikan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kaji Problematika Pendidikan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU Kaji Problematika Pendidikan Indonesia

Dian Imaduddin selaku koordinator acara mengatakan Dengan angota yang mayoritas pelajar, kami ingin mencermati apa sebenarnya yang menjadi problematika pendidikan Indonesia saat ini serta mengajak para kader untuk lebih berfikir kritis.

Kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta ini mendatangkan H. Abdul Aziz selaku Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sumberrejo. Pria yang juga menjadi dosen di STAI Attanwir ini memaparkan beberapa problematika Pendidikan di Indonesia saat ini di antaranya yaitu, Sistem pendidikan yang sering berubah-rubah dan budaya instan yang masih terjadi pada sebagian masyarakat dalam memperoleh gelar akademik.

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Munawwar

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/36298/ipnu-ippnu-kaji-problematika-pendidikan-indonesia

Jalaludin Rumi

Jumat, 22 Mei 2015

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu

Bandar Lampung, Jalaludin Rumi. Salah satu tantangan dalam pengembangan lembaga pendidikan adalah persoalan peningkatan mutu. Oleh karena itu diperlukan komitmen semua pihak, baik pemerintah maupun unsur masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. Abdurrahman mengatakan, masalah khas madrasah atau sekolah berciri khusus, antara lain kesenjangan lokasi yaitu tersebar luas hingga pelosok, sampai persoalan kesenjangan sumber daya pendidikan.

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)


Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu

Di lingkungan madrasah sangat terbatas guru-guru mata pelajaran umum,tuturnya ketika menerima kunjungan PW LP Maarif NU Lampung, Selasa (20/8) di kantornya.

Dijelaskan Abdurrahman, pihaknya mengapresiasi kiprah Maarif NU yang selama ini konsen terhadap upaya-upaya memajukan pendidikan. Saat ini 94 persen madrasah dikelola swasta, dan dari jumlah itu sekitar 60 persen dinaungi Maarif NU.

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

Jadi, tambah dia, kalau madrasah atau sekolah yang dikelola Maarif maju, berarti kemajuan yang dicapai secara umum cukup signifikan, lanjutnya.

Abdurrahman mengharapkan Maarif NU Lampung tetap menjaga kualitas satuan-satuan pendidikan yang ada di jajarannya. Pemerintah, dalam hal ini Kanwil Kemenag Lampung sangat mendukung pengembangan madrasah dan pendidikan yang berada di lingkungan kementerian Agama, ujarnya.

Sementara itu Ketua PW LP Maarif NU Lampung Fauzi menyampaikan beberapa program kerja dan kegaiatan yang sudah dilaksanakan.

Kami ingin menyinergikan program bersama pemerintah, khususnya Kementerian Agama. Alhamdulillah, melalui silaturrahim seperti ini terdapat banyak kesamaan visi dan sikap yang dapat ditindaklanjuti secara operasional, ujarnya.

Fauzi menambahkan, pihaknya mengemban misi meningkatkan kualitas lembaga pendidikan khususnya di lingkungan NU. Upaya itu ditempuh melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Saat ini kami sedang mempersiapkan 20 guru inti yang mengikuti pelatihan untuk pelatih dalam rangka implementasi kurikulum 2013. Selain itu juga sedang mengembangkan sekolah unggulan dan adanya SMK Maarif di setiap kecamatan. Intinya kami komitmen pada peningkatan kualitas pendidikan dan akses pendidikan bagi masyarakat, ujar Fauzi.

Redaktur : Abdullah Alawi

Kontributor : Dwi Rohmadi

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46555/ma039arif-nu-lampung-komitmen-tingkatkan-mutu

Jalaludin Rumi

Sabtu, 07 Maret 2015

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep

Sumenep, Jalaludin Rumi. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ualama (PC IPNU) Kabupaten Sumenep, Ubaidillah, melakukan klarifikasi seputar warta di Jalaludin Rumi (17/11) terkait ditundanya pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto, Sumenep. Menurutnya, kabar bahwa pelantikan tersebut tertunda gara-gara LSM Fajar Nusantara (Fans), tidak benar adanya.

Yang benar adalah, acara pelantikan tersebut ditunda karena ada sisi teknis yang belum matang dalam kepanitiaan, terang Ubaidillah kepada Jalaludin Rumi melalui telepon selulernya, Senin (18/11) siang.

Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)


Ihwal Penundaan Pelantikan IPNU-IPPNU di Sumenep

Ditambahkan Ubaidillah, Anwar Nuris yang menyebar kabar penyebab tertundanya pelantikan di jejaring sosial, bukanlah salah seorang pengurus PAC IPNU Bluto. Karenanya, apa yang disampaikan Anwar Nuris tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Jalaludin Rumi

Anwar Nuris ini berada di luar struktur kepengurusan PAC IPNU Bluto, ungkapnya.

Kepada Jalaludin Rumi, Ubaidillah menceritakan kronologi tertundanya pelantikan yang sedianya akan dilangsungkan pada Jumat (15/11) lalu itu. Pihaknya menekankan betapa hal itu tidak ada kaitannya dengan LSM Fans.

Jalaludin Rumi

LSM Fans ini yang mengelola murni adalah Syaiful Harir. Dia minta bantuan ke teman-teman cabang (PC IPNU Sumenep, red) untuk mengurus acara. persiapan segala sesuatunya dilakukan secara bersama-sama, ujarnya.

Pada saat itu, Ketua PAC IPNU Bluto Abdul Wahid memberitahukan kepada Ubaidillah melalui telepon, bahwa acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto dilangsungkan bada Jumat.

Dan saya menyampaikan ke rekan-rekan PAC IPNU-IPNNU Bluto bahwa di cabang ada acara. Saya juga sampaikan bahwa apabila acara pelantikan itu memang sudah disepakiti, mohon tidak ditunda. Kami tetap akan hadir, tambah Ubaidillah.

Tak berlangsung dari pemberitahuan yang pertama itu, Ubaidillah menerima pemberitahuan kedua. Pemberitahuan kedua ini menegaskan acara pelantikan PAC IPNU-IPPNU Bluto ditunda, atas kesepakatan panitia.

Diberitahukan kembali ke saya, acaranya diundur. Saya jawab tidak apa-apa walau diundur. Ketika saya tanyai alasannya, jawabannya karena ada sisi teknis yang belum matang. Mereka menghendaki acara sangat sukses, pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil rapat pengurus PAC IPNU-IPNU Bluto, Jumat lalu, di Masjid Baiturrahman Gilang Bluto, pelantikan dan orasi Ke-IPNU-IPPNU-an akan ditunda sampai pada tanggal 22 November 2013 bertempat di Kantor MWC NU Bluto dengan tema Menelaah Kembali Visi-Misi IPNU-IPPNU. (Hairul Anam/Anam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48285/ihwal-penundaan-pelantikan-ipnu-ippnu-di-sumenep

Jalaludin Rumi

Senin, 23 Februari 2015

Muslimat NU Malut Peringati Harlah dengan Ragam Kegiatan Sosial

Ternate, Jalaludin Rumi. Pimpinan Wilayah Muslimat NU Maluku Utara memperingati hari lahir yang ke-71 dengan berbagai kegiatan sosial mulai pemeriksaan kesehatan hingga bantuan bagi keluarga miskin tidak mampu .

Ketua PW Muslimat NU Maluku Utara Rosita Alting mengatakan, kegiatan-kegiatan tersebut adalah upaya ibu-ibu NU untuk menumbuhkan nilai solidaritas dan kepekaan terhadap masalah-masalah kemasyarakatan.

Muslimat NU Malut Peringati Harlah dengan Ragam Kegiatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Malut Peringati Harlah dengan Ragam Kegiatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU Malut Peringati Harlah dengan Ragam Kegiatan Sosial

Menurut dia, kegiatan pemeriksaan kesehatan dini kanker payudara merupakan kerja sama NU dengan klinik Nur Armein Santiong. Kegiatan itu melibatkan ibu-ibu majelis taklim dan masyarakat kota Ternate.

Ini upaya memberikan informasi terhadap pentingnya kesehatan, katanya.

Jalaludin Rumi

Selain itu, lanjut dia, Muslimat Malut melakukan anjangsana ke panti jompo Himo-himo Ternate serta memberikan bantuan kepada keluarga miskin tidak mampu di Kelurahan Perumnas Jati. Juga menyalurkan bantuan sembako untuk korban kebakaran di Kelurahan Sulamadaha.

Jalaludin Rumi

Menurut Rosita Alting, kegiatan itu merupakan bagian dari penguatan kembali nilai-nilai sosial di masyarakat dalam membangun Indonesia.

Dalam membangun Indonesia, maka kesehatan dan kesejahteraan harus menjadi tumpuan gerak sosial di masyarakat sesuai dengan tema secara nasional harlah Muslimat NU Satu Langkah Membangun Negeri dan Menjaga NKRI, jelasnya.

Kegiatan yang dimulai sejak 1 April 2017 itu merupakan rangkaian memeriahkan peringatan hari lahir Muslimat NU yang ke-71. Puncaknya akan dilaksanakan pada 9 April 2017 di Taman Nukila Ternate bersama dengan seluruh keluarga besar NU Maluku Utara.

Muslimat NU adalah banom NU yang berdiri pada 29 Maret 1946. Muslimat didirikan bertujuan mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dawah, dan sosial. (Abdu Haris Doa/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76727/muslimat-nu-malut-peringati-harlah-dengan-ragam-kegiatan-sosial

Jalaludin Rumi

Kamis, 18 Desember 2014

NU Pringsewu Gelar Maulid dan Santunan Yatim

Pringsewu. Jalaludin Rumi

Ribuan Jamaah menghadiri pengajian akbar dan santunan anak yatim dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H di halaman masjid Agung Jami Addawah Bandung Baru Adiluwih Pringsewu, Lampung, Ahad, 27/1/2013.

NU Pringsewu Gelar Maulid dan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pringsewu Gelar Maulid dan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)


NU Pringsewu Gelar Maulid dan Santunan Yatim

Jamaah tersebut terdiri dari Pengurus dan Anggota Organisasi Badan Otonom NU diantaranya Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU dan IPPNU serta kaum muslimin se Bandung Baru dan sekitarnya.

Ketua Panitia yang juga Ketua Ranting NU Bandung Baru Azis mengatakan bahwa acara tersebut diselenggarakan secara bersama oleh seluruh Organisasi Banom NU di Kecamatan Adiluwih.

Jalaludin Rumi

Kenapa kita lakukan secara bersama-sama? karena jika kita lakukan bersama pasti acara akan terlaksana jauh lebih baik dan lebih besar ketimbang dilakukan secara sendiri-sendiri, tegas Aziz.

Hadir pula dalam acara tersebut Camat Adiluwih dan segenap tamu undangan dari instansi pemerintah. Dalam sambutanya beliau mengapresiasi positif terhadap inisiatif panitia dalam menyelenggarakan kegiatan Maulid ini yang di barengi dengan Santunan Anak Yatim. Bahkan ia memerintahkan ke panitia untuk mendata semua anak yatim piatu di desa Bandung Baru dan berjanji akanmemberikan santunan setiap bulan.

Jalaludin Rumi

Redaktur: Mukafi Niam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/42150/nu-pringsewu-gelar-maulid-dan-santunan-yatim

Jalaludin Rumi

Sabtu, 12 April 2014

Di Hari Santri, Mahasiswi STISNU Tangerang Gelar Atraksi Debus Banten

Tangerang, Jalaludin Rumi. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang mengadakan upacara bendera sarungan dalam rangka memperingati Hari Santri. Mereka juga mempertunjukkan atrasi debus Banten, Sabtu (22/10).

inspektur upacara yang juga Katib Syuriyah Nahdlatul Ulama Kota Tangerang KH Arif Hidayat mengingatkan tentang pentingnya Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945. Sebab, perang 10 November mengusir NICA dan sekutu adalah hasil perjuangan para santri dan ulama.

Di Hari Santri, Mahasiswi STISNU Tangerang Gelar Atraksi Debus Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Hari Santri, Mahasiswi STISNU Tangerang Gelar Atraksi Debus Banten (Sumber Gambar : Nu Online)


Di Hari Santri, Mahasiswi STISNU Tangerang Gelar Atraksi Debus Banten

Para santri di zaman Hadratussyekh rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa ini. Maka sudah menjadi kewajiban kita semua sebagai generasi pesantren mempertahankan sejarah yang sudah ditorehkan bangsa ini.

"Mahasiswa NU wajib menjadi garda terdepan mengawal Pancasila dan NKRI harga mati". Ujarnya.

Jalaludin Rumi

Muhayar, pembina debus STISNU Nusantara menjelaskan kenapa hari santri ini diadakan debus? Tujuannya kami mahasiswa Nahdlatul Ulama tidak pernah gentar menyuarakan Indonesia bebas Khilafah Islamiyah dan radikalisme.

Jalaludin Rumi

"Mahasiswa-mahasiswi STISNU sudah siap lahir bathin melawan radikalisme. Indonesia bebas ideologi radikal," ujarnya.

Wakil Ketua STISNU H Muhamad Qustulani menambahkan bahwa kami berharap pemerintah harus peka dan harus memperhatikan para santri. Tidak cukup dengan penetapan hari santri nasional.

"Semangat kaum sarungan harus diapresiasi dengan program pemerintah pusat atau daerah yang mendukung dan meningkatkan sumberdaya para santri. Seperti bantuan operasional santri, tunjangan untuk guru para santri, beasiswa santri dalam keluar negeri, dan lain lain" kata Qustulani.

Hadir dalam kegiatan ini Dr Bahruddin, Nurullah, Ibnu Jandi LSM Lentera, Dasep Sediana, dan dosen-dosen serta seluruh mahasiswa. Acara apel juga diikutii oleh Banser NU Kota Tangerang. (Red Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72299/di-hari-santri-mahasiswi-stisnu-tangerang-gelar-atraksi-debus-banten

Jalaludin Rumi

Jumat, 28 Februari 2014

Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot

Yogyakarata, Jalaludin Rumi. Sejak diterbitkan secara massal pertama kali pada 1980-an, baru kali ini kamus fenomenal Al-Munawwir dibedah. Acara bedah kamus yang menjadi pembuka rangkaian Harlah XX Kopontren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta ini adalah salah satu upaya menjaga karya besar peninggalan sesepuh.

Demikian disampaikan Gus Kholid Rozaq selaku penasihat Kopontren Al-Munawwir Krapyak yang juga menantu penyusun kamus tersebut, KH Ahmad Warsun Munawwir.

Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot (Sumber Gambar : Nu Online)
Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot (Sumber Gambar : Nu Online)


Kamus Al-Munawwir Dibuat di Zaman Serbarepot

Dalam acara yang digelar, Ahad (26/10), di Yogyakarta ini hadir dua narasumber seagai pembedah Kamus Al-Munawwir, yakni penyusun Kamus Al-Bisri, KH Munawwir Abdul Fattah; serta KH Ali Asad, pengasuh Pesantren Nailul Ula Plosokuning yang telah masyhur kehandalannya dalam dunia penerjemahan Bahasa Arab.

Kamus Al-Munawwir disusun oleh almarhum Mbah Warsun selama kurang lebih sepuluh tahun, demikian ungkap KH Munawwir Abdul Fattah yang pernah menjadi sekretaris KH A. Warsun Munawwir.

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

Kiai yang akrab disapa Pak Awing ini menambahkan, pada masa itu penyusunan kamus sangatlah repot. Bukan hanya proses pengetikan yang masih manual, tetapi juga penyetakkan dan pemasaran yang masih digarap sendiri dari pintu ke pintu. Saat itu belum ada penerbit yang berani menggarap kamus setebal seribuan halaman lebih itu, tuturnya.

Sebelum era Kamus Al-Munawwir, belum ada kamus yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan dunia penerjemahan di Nusantara. Baru ada Kamus Marbawi Arab-Melayu dan Kamus Abdullah bin Nuh yang masih sangat minim kosakata bahasa. Atas dasar kebutuhan zaman dan niat nasyrul ilmi, KH Ahmad Warsun Munawwir mulai menyusun kamus lengkap itu ketika ia berusia 26-an tahun di bawah pengawasan guru satu-satunya, KH Ali Maksum.

Setelah Pak Awing mengisahkan tentang seluk beluk kelahiran Kamus Al-Munawwir, KH Ali Asad membedah kamus yang tiap tahun dicetak 20.000 eksemplar ini dari segi penyusunan, baik kelebihan dan kekurangannya.

Menurutnya, kamus terlengkap di Indonesia tersebut bukan kamus bagi orang awam karena secara alfabetis disusun dengan pola akar kata. Untuk mengetahui akar suatu kata, tentu seseorang setidaknya harus dibekali dasar-dasar ilmu nahwu dan sharaf.

Meskipun penyusunan Kamus Al-Munawwir harus tetap bertahan pada makna dasar suatu kata, namun pengembangan kamus ini harus terus diupayakan, kata beliau. Adanya fasilitas komputerisasi bisa menjadi batu loncatan Kamus Al-Munawwir agar penggunaannya bisa meluas, sehingga diharapkan bisa menggeser kemasyhuran Kamus Munjid karya Louis Malouf di dunia internasional.

Kedua narasumber memancing gairah menulis 150-an hadirin yang siang itu memenuhi Aula G Pondok Pesantren Al-Munawwir dengan berbagai motivasi. Keberadaan Kamus Al-Munawwir bisa menjadi pemantik bagi lahirnya kamus-kamus lain dalam tema dan warna yang berbeda-beda. Kabar terbaru, saat ini sedang berlangsung proyek penerbitan Kamus Al-Munawwir edisi luks dan Kamus Al-Munawwir Mini yang mudah dibawa kemana-mana. (Zia Ul Haq/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55362/kamus-al-munawwir-dibuat-di-zaman-serbarepot

Jalaludin Rumi

Sabtu, 25 Januari 2014

IPNU-IPPNU Pontianak Rekrut Kader dari 7 Sekolah

Pontianak, Jalaludin Rumi. Pimpinan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Pontianak menggelar Masa Kegiatan Anggota (Makesta) di aula SMA Islam Hisada Pontianak Utara, Sabtu (30/1). Sebanyak 43 pelajar dari 7 sekolah di Pontianak bagian utara tampak antusias mengikuti jalannya kaderisasi dasar pelajar NU ini.

Mereka adalah pelajar SMA Islam Hisada, SMAN 5 Pontianak, SMA Asyariyah, MA Al-Mujtahid, MA Al-Ihsan, MA Al-Husna, dan SMP Islam Ashabul Kahfi. Mereka menerima materi yang disampaikan Ketua IPNU Kota Pontianak Umar Dani, Ketua IPPNU Kota Pontianak Mufadilah, Imam Bukhari, dan Ketua I IPNU Kota Pontianak Rahmat.

IPNU-IPPNU Pontianak Rekrut Kader dari 7 Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Pontianak Rekrut Kader dari 7 Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU-IPPNU Pontianak Rekrut Kader dari 7 Sekolah

Menurut Umar Dani, Makesta ini adalah kegiatan kaderisasi tingkat pertama di jenjang IPNU dan IPPNU. Kaderisasi ini bertujuan untuk memberikan ilmu baru serta perekrutan anggota baru demi menjaga roh IPNU dan IPPNU ke depan. Tanpa kaderisasi, organisasi akan seperti sampan tanpa pengayuh.

Urgensi dari kaderisasi adalah terwujudnya kader-kader yang mampu mengamalkan nilai-nilai Aswaja serta dapat menjaga dan mengembangkan organisasi.

Jalaludin Rumi

Mufadilah menambahkan, inti dari Makesta ini adalah penanaman nilai Aswaja pada diri pelajar dan santri. Dengan Aswaja pelajar maupun santri nantinya akan berkiprah dan membantu eksisnya organisasi IPNU dan IPPNU yang merupakan Banom Nahdlatul Ulama (NU).

Jalaludin Rumi

Menurut Rahmat, kegiatan Makesta ini merupakan program wajib yang harus dilaksanakan oleh IPNU dan IPPNU. Makesta ini merupakan pengukuhan dalam rangka pencarian seorang kader yang memang secara integritas mampu membangun organisasi pelajar NU.

IPNU dan IPNU tidak mengutamakan kuantitas kader, tetapi yang terpenting adalah kualitas kader. Mari kita tunjukkan bahwa kader IPNU dan IPPNU mampu mengedepankan Aswaja dan melapisi kader dari problematika pelajar yang saat ini sudah perlahan-lahan menusuk ke jantung pelajar dan santri, tegas Rahmat yang membidangi kaderisasi. (Syamhadi/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65416/ipnu-ippnu-pontianak-rekrut-kader-dari-7-sekolah

Jalaludin Rumi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock