Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 November 2015

Di Kulon Progo, Minimarket Dicaplok Koperasi

Jalaludin Rumi – Jaringan minimarket swasta yang bergerak sangat ekspasif, terutama Alfamart dan Indomart, memang bagaikan tentakel raksasa yang siap melibas banyak toko kecil milik rakyat, hingga di desa-desa. Tapi, di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, gambaran mengerikan itu tidak terjadi. Sebaliknya, jaringan minimarket itu justru tak berdaya, “dicaplok” oleh koperasi.

Saat ini, ada tujuh unit minimarket berbendera Alfamart di Kulon Progo, yang diakuisisi oleh koperasi dan namanya diubah menjadi Tomira, alias Toko Milik Rakyat. Akusisi itu akan menambah tujuh Tomira yang saat ini sudah eksis berdiri di Kulon Progo.

Tujuh Tomira di Kulon Progo meliputi Tomira Jombokan yang dikelola Koperasi KSU Binangun Prima, Tomira Dekso dikelola Koperasi Koppaneka, Tomira Bendungan dikelola Koperasi KSU BMT Giri Makmur, Tomira Temon dikelola Koperasi KSU Trijata, Tomira Lendah dikelola Koperasi KSU Legowo, Tomira Proliman dikelola Koperasi KPN Sumber Rejeki, dan Tomira Kijosuta dikelola Koperasi Mitra Prima Daya.

“Tomira ini menggerakkan perekonomian rakyat. Karena produk lokal bisa dijual di sana,” kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo dalam acara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-20 di Alun-alun Wates, Kulon Progo, Senin, 25 April 2016 silam.

Keberhasilan koperasi di Kulon Progo dalam mengakuisisi Alfamart, memang tidak terjadi begitu saja. Pada 2012 Bupati Hasto Wardoyo melansir Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penyelenggaran Perizinan Usaha Toko Modern. Salah satu aturan itu menyebutkan, toko modern yang jaraknya kurang dari satu kilometer dari pasar rakyat harus ditutup.

Konsekuensinya, semua gerai toko modern yang berjarak kurang dari 1.000 meter harus menyesuaikan ketentuan dalam Perda dengan beberapa alternatif, yaitu tidak diperpanjang izin, ditutup, atau diambil alih koperasi (take over).

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai pengelola Alfamart, memilih skenario pengambilalihan oleh koperasi, melalaui Nota Kesepahaman yang ditandatangani dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Menurut Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo, Tomira mendukung program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo, dalam bentuk penyisihan laba untuk kegiatan pendampingan UMKM dan pendampingan sosial masyarakat, meliputi kegiatan bedah rumah, beasiswa bagi siswa tidak mampu, dan kegiatan sosial lain.

Kemitraan ini dirasa menguntungkan Koperasi dan UMKM dibandingkan dengan pola kerja sama franchise (waralaba) yang selama ini dilakukan dengan ciri-ciri branding hanya minimarket Alfamart, karyawan 100 persen dari Alfamart, barang dagangan 100 persen dari Alfamart, tidak bisa sebagai pusat pelatihan, dikenakan biaya goodwill, serta royalty free dan investasi 100 persen dari pemilik (investor).

Sementara bentuk kemitraan dengan take over bermanfaat lebih besar bagi koperasi dan UMKM. Branding toko dapat dikombinasikan, antara Alfamart dan koperasi dengan nama Tomira. Karyawan toko berasal dari karyawan Koperasi. Selain itu, terdapat produk lokal Kulon Progo dengan standar yang ditentukan, seperti Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Halal MUI, dan lainnya.

Kemitraan dapat pula sebagai pusat pelatihan bagi anggota koperasi, sehingga diharapkan ada pengembangan pengelolaan toko modern, peningkatan kualitas SDM, transfer teknologi, dan transfer pengetahuan (knowledge).

Manfaat kemitraan yang lain adalah tidak dikenakannya goodwill dan royalty free, sehingga tidak membebani keuangan koperasi. Terakhir, diberikan pinjaman modal 100 persen dengan pengembalian dari omset penjualan.

Desain bangunan Tomira masih memperlihatkan ciri khas toko modern, seperti warna cat pada sisi atas bangunan yang berkelir merah. Produk-produk lokal Kulon Progo yang dijajakan antara lain air mineral buatan Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Kulon Progo dengan nama Airku, kemudian produk beras dari Gabungan Kelompok Tani Kulon Progo, juga aneka produk usaha mikro kecil menengah (UMKM), seperti rengginang, keripik jahe, wingko, tempe benguk. Ada sekitar 60 jenis produk lokal yang dijual. Ini masih bertahap. Targetnya nanti produk lokal mencapai 50 persen dari yang dijual di Tomira.

Koperasi yang dapat melaksanakan take over Alfamart diwajibkan telah berbadan hukum koperasi Kulon Progo, serta beralamat di wilayah terdekat Alfamart yang akan di-take over dengan surat pernyataan dari koperasi untuk membuka kantor pelayanan atau menambah anggota di wilayah Alfamart.

Ketentuan lain adalah mempunyai unit usaha pertokoan yang tertuang dalam Anggaran Dasar Koperasi. Koperasi dinyatakan aktif dalam arti telah melaksanakan Rapat Anggota Tahuna (RAT) dalam tahun terakhir. Partisipasi anggota pun berjalan baik, serta pengurus dan pengawas telah melaksanakan tugas dan fungsinya.

Kelayakan usaha koperasi diharuskan berjalan baik. Maksudnya, koperasi memiliki keuntungan, memenuhi kesejahteraan karyawan, memiliki modal tetap di unit pertokoan, serta SDM yang mampu menangani unit pertokoan.

Koperasi juga diwajibkan mempunyai izin usaha teknis, semisal Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan lainnya, sesuai usaha yang telah dilakukan. Koperasi yang akan melakukan take over juga diwajibkan mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan tertib perpajakan, serta mempunyai rekening bank atas nama koperasi.

Koperasi yang berminat disyaratkan mengajukan Surat Permohonan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulon Progo mulai 20 Agustus 2015 hingga 27 September 2015, dilampiri fotokopi bukti kriteria. [Jalaludin Rumi/rys]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/di-kulon-progo-minimarket-dicaplok-koperasi.html

Jumat, 06 November 2015

Kiai Hamid Pasuruan Menangis Karena Malu Kelebihannya Diketahui

Jalaludin Rumi - Suatu ketika, Mbah Hamid memondokkan putranya (Gus Nu'man) di Pesantren Darul Hadis Malang yang diasuh oleh ulama besar pakar Hadis Prof. Dr. Habib Abdulloh Bilfaqih.

Kiai Hamid Pasuruan Menangis Karena Malu Kelebihannya Diketahui - Jalaludin Rumi
Kiai Hamid Pasuruan Menangis Karena Malu Kelebihannya Diketahui - Jalaludin Rumi


Kiai Hamid Pasuruan Menangis Karena Malu Kelebihannya Diketahui

Namanya juga anak muda, pasti ada nakalnya. Begitu juga dengan Nu'man, Nampaknya kenakalannya terdengar sampai ke telinga Habib. Lalu Nu'man dipanggil oleh sang pengasuh. Dia diberi pengarahan dan nasehat-nasehat agar tidak nakal lagi. Ia dinasehati, tapi tidak sampai di ta'zir.

Satu dua kali, dia dipanggil, namun tetap saja belum ada perubahan. Akhirnya untuk yang ketiga kali panggilan, dia dihukum langsung oleh pengasuh. Nu'man dipukul berkali-kali dengan penjalin (bambu kuning yang masih muda).

Hingga pada suatu malam al Habib Abdullah ditegur abahnya, Al Qutb al Habib Abdul Qodir Bilfaqih, lewat sebuah mimpi. Abahnya berkata, "nak koen ndak wero tah, ana'e sopo seng koen tandangi iku? Iku putrone Kiai Hamid, kyai seng dadi wali abdal, opo koen gak wedi kualat/ Nak, kamu tidak tahu, anak siapa yang kamu pukuli itu? Itu adalah anak Kiai Hamid, kiai yang menjadi wali abdal, apa kamu tidak takut kualat?".

Beberapa hari kemudian, Habib Abdullah juga mimpi bertemu Kiai Hamid sedang menuju pintu surga, dan sang Habib tersebut berusaha menggapai kiai Hamid, tapi tidak bisa. Mimpi yang sama terulang beberapa hari.

Setelah mendapat teguran dari sang ayahanda, dan bermimpi bertemu Kiai Hamid, beliau merasa sangat bersalah kepada Kiai Hamid. Lalu beliau mendatangi kediaman Kiai Hamid untuk meminta maaf atas perilakunya terhadap sang anak, Gus Nukman.

Kebetulan waktu itu bertepatan hari Ahad, dimana pengajian umum rutinan di ndalem Kiai Hamid sedang diadakan. Begitu Kiai Hamid melihat kedatangan Al Habib, beliau menyongsong dan mempersilakan Habib Abdullah untuk memimpin pengajian rutin tersebut.

Tak dinyana, dalam pengajiannya, Sang Habib justru menceritakan apa yang beliau perbuat kepada Gus Nu'man dan mimpi-mimpinya itu kepada para jamaah pengajian yang jumlahnya puluhan ribu.

Mendengar apa yang dituturkan oleh Sang Habib, tanpa terasa air mata Mbah Hamid mengalir deras, Menurut sumber, Kiai Hamid tidak pernah menangis sampai parah seperti itu sebelumnya. Beliau malu kalau kelebihannya diceritakan di muka umum. Ya Allah kariim. [Jalaludin Rumi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kiai-hamid-pasuruan-menangis-karena-kelebihannya-diketahui.html

Sabtu, 23 Juni 2012

Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU

Jalaludin Rumi - Puluhan warga Kalilopo, Klumpit, Gebog, Kudus berduyun-duyun datang ke rumah Kusiri (alm) untuk tahlilan hari ke-5 wafat tuan rumah. Padahal, warga sekitar tahu jika Kusiri selama ini dikenal sebagai anggota Muhammadiyah aktif di Kudus.

Setelah ditelusuri, Kusiri memang sengaja menyekolahkan ketiga anaknya, masing-masing Ulin Nihayah, Eva dan Dewi ke sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU dengan harapan agar kelak ketika

meninggal, ada yang menahlilkan. Saksi yang mendengarkan cita-cita almarhum tersebut bernama Turikan, warga Kalilopo Rt. 02 Rw. 04.

Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU - Jalaludin Rumi
Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU - Jalaludin Rumi


Agar Ditahlilkan, Anggota Muhammadiyah Menyekolahkan Putrinya ke Madrasah NU

Di Muhammadiyah, dari dulu upacara tahlilan berjama’ah dalam rangka mendoakan orang yang sudah wafat adalah perkara tabu. Bahkan sebagian mereka mengatakan bid’ah karena tidak pernah dilaksanakan pada zaman Nabi.

Semua anak Kusiri adalah lulusan MA NU Hasyim Asy’ari Gebog Kudus. Walau dia aktif sebagai anggota Muhammadiyah, harapan untuk mendapatkan amal jariyah berupa doa dari anak sangat tinggi.

Jalaludin Rumi

Barangkali, Kusiri adalah ayah yang beruntung karena semua anaknya masuk sekolah di lingkungan NU. Tanpa ada rasa gengsi, madrasah NU jadi pilihan mencerdaskan anak-anaknya agar mengenal berbakti kepada orang tua. Jika saja dia pengurus Muhammadiyah, mungkin saja ia gengsi menyekolahkan anaknya ke madrasah NU. Barokah, Pak! [Jalaludin Rumi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/agar-ditahlilkan-anggota-muhammadiyah-menyekolahkan-anaknya-ke-madrasah-nu.html

Jalaludin Rumi

Selasa, 16 Agustus 2011

Paham Al-Quran Lebih Utama Ketimbang Hafal tanpa Memahami

Jakarta, Jalaludin Rumi. Kini menghafal Al-Quran sudah menjadi "tren". Di mana-mana ada tendensi kuat agar umat Islam menghafal Quran. Bahkan, pesantren yang dulu tak dikenal sebagai pesantren tahfidh, sekarang tak mau ketinggalan; membuka lembaga tahfidh.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali, Rabu (13/7) melalui akun media sosial miliknya.

Paham Al-Quran Lebih Utama Ketimbang Hafal tanpa Memahami (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Al-Quran Lebih Utama Ketimbang Hafal tanpa Memahami (Sumber Gambar : Nu Online)


Paham Al-Quran Lebih Utama Ketimbang Hafal tanpa Memahami

Kiai Moqsith tidak memungkiri bahwa hafal Quran merupakan sebuah kebaikan. Namun, dia memberikan catatan, jika hal demikian harus diikuti dengan pemahaman terhadap Al-Quran itu sendiri. Karena menurutnya, memahami Al-Quran lebih sulit ketimbang menghafalnya.

Hafal Quran itu bagus. Apalagi jika bisa tembus sampai 30 juz. Namun, hafal saja tentu kurang sempurna. Hafalan tetap harus ditunjang dengan pemahaman. Untuk memahami Quran memang lebih sulit daripada menghafal Quran, ujarnya.

Jalaludin Rumi

Dia menjelaskan bahwa memahami Al-Quran membutuhkan alat atau seperangkat ilmu sehingga proses tersebut tidak memerlukan waktu yang singkat dalam mempelajarinya.

Jalaludin Rumi

Memahami Quran membutuhkan perangkat ilmu lebih banyak daripada menghafal Quran. Ada orang yang bisa hafal Quran dalam waktu 6 bulan. Tapi, tak ada orang yang bisa memahami Quran dalam waktu singkat, terang Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini.

Sebab itu, imbuhnya, memahami Al-Quran tentu lebih utama daripada hafal tanpa memahami. Yang lebih utama lagi, jelas hafal dan memahami Al-Quran, tegasnya. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69693/paham-al-quran-lebih-utama-ketimbang-hafal-tanpa-memahami

Kamis, 11 Maret 2010

Ketika Nabi Berdoa di Makam

Jalaludin Rumi - Hadist tentang dzikir yang dibaca oleh Rasulullah saat pemakaman Sa'd bin Muadz pada dasarnya adalah sebagai hadis Mutaba'ah (penguat secara eksternal) dari hadis-hadis Sahih tentang Sa'd bin Muadz yang selamat dari siksa kubur. Hadist tersebut adalah:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا إِلَى سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ حِينَ تُوُفِّيَ، قَالَ: فَلَمَّا صَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَسُوِّيَ عَلَيْهِ، سَبَّحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَّحْنَا طَوِيلًا، ثُمَّ كَبَّرَ فَكَبَّرْنَا، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَ سَبَّحْتَ؟ ثُمَّ كَبَّرْتَ؟ قَالَ: " لَقَدْ تَضَايَقَ عَلَى هَذَا الْعَبْدِ الصَّالِحِ قَبْرُهُ حَتَّى فَرَّجَهُ اللهُ عَنْهُ "

Ketika Nabi Berdoa di Makam - Jalaludin Rumi
Ketika Nabi Berdoa di Makam - Jalaludin Rumi


Ketika Nabi Berdoa di Makam

“Jabir bin Abdillah berkata: “Pada suatu hari kami keluar bersama Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam menuju sahabat Sa’ad bin Mu’adz ketika meninggal dunia. Setelah Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat jenazah kepadanya, ia diletakkan di pemakamannya, dan tanah diratakan di atasnya, maka Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam membaca tasbih. Kamipun membaca tasbih dalam waktu yang lama. Kemudian Nabi membaca takbir, maka kami membaca takbir. Lalu Nabi ditanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membaca tasbih kemudian membaca takbir?” Nabi menjawab: “Kuburan hamba yang shaleh (Sa’ad bin Mu’adz) ini benar-benar menjadi sempit kepadanya, hingga Allah melapangkannya baginya.”

- Pendapat Ahli Hadis al-Hafidz Al-Haitsami:

ﺭﻭاﻩ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭاﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ، ﻭﻓﻴﻪ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﺑﻦ اﻟﺠﻤﻮﺡ ﻗﺎﻝ اﻟﺤﺴﻴﻨﻲ: ﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ. ﻗﻠﺖ: ﻭﻟﻢ ﺃﺟﺪ ﻣﻦ ﺫﻛﺮﻩ ﻏﻴﺮﻩ.

Jalaludin Rumi

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dan ath-Thabrani dalam Mu'jam Kabir. Di dalamnya terdapat Mahmud bin Muhammad bin Abd Rahman bin Amr bin al-Jamuh. Al-Husaini berkata: "Ia bermasalah". Saya (al-Haitsami) Tidak aku temukan ulama yang menyebutnya selain al-Husaini (Majma' az-Zawaid)

Jalaludin Rumi

- Komentar Ulama Salafi Syekh Al-Albani: ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ ﻏﻴﺮ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﻫﺬا , ﻓﻘﺎﻝ اﻟﺤﺴﻴﻨﻰ: " ﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ ". ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺤﺎﻓﻆ ﻓﻰ " اﻟﺘﻌﺠﻴﻞ ": " ﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻻ ﻣﻦ ﺗﺒﻌﻪ ".

Para perawi hadisnya terpercaya kecuali Mahmud ini. Al-Husaini berkata: "Ia bermasalah". Al-Hafidz berkata dalam at-Ta'jil: "Al-Bukhari dan lainnya tidak menyeburnya" (Irwa' al-Ghalil /166)

- Pendapat Syekh Syuaib al-Arnauth: ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺣﺴﻦ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ اﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ، ﻭﻣﺤﻤﻮﺩ- ﻭﻳﻘﺎﻝ: ﻣﺤﻤﺪ- ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺮﻭ ﻋﻨﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺭﻓﺎﻋﺔ، ﻭﻭﺛﻘﻪ ﺃﺑﻮ ﺯﺭﻋﺔ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ "اﻟﺠﺮﺡ ﻭاﻟﺘﻌﺪﻳﻞ" 7/316، ﻭﺫﻛﺮﻩ اﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ "اﻟﺜﻘﺎﺕ" 5/373.

Hadist ini riwayat Ahmad. Sanadnya Hasan, karena Ibnu Ishaq. Sementara Mahmud adalah Muhammad bin Abd Rahman, yang meriwayatkan darinya hanya Muadz bin Rifaah. Ia dinilai terpercaya oleh Abu Zurah dalam al-Jarh wa at-Ta'dil (7/316) dan Ibnu Hibban memasukkannya dalam ats-Tsiqat (5/373)

ﻭاﻟﺤﺪﻳﺚ ﻓﻲ "ﺳﻴﺮﺓ اﺑﻦ ﻫﺸﺎﻡ" ﻋﻦ اﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ 3/263. ﻭﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ (5346) ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺳﻠﻤﺔ، ﻭاﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﻲ "ﺇﺛﺒﺎﺕ ﻋﺬاﺏ اﻟﻘﺒﺮ" (113) ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻳﻮﻧﺲ ﺑﻦ ﺑﻜﻴﺮ، ﻛﻼﻫﻤﺎ ﻋﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ، ﺑﻬﺬا اﻹﺳﻨﺎﺩ. ﻭﺃﻭﺭﺩﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻓﻲ "اﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻜﺒﻴﺮ" 1/148 ﻣﺨﺘﺼﺮا: ﺩﻓﻦ ﺳﻌﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﻭﻧﺤﻦ ﻣﻊ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ.

Hadis ini terdapat dalam Sirah Ibni Histam 3/263 dari Ibnu Ishaq. Diriwayatkan oleh ath-Thabrani 5346. Oleh al-Baihaqi dalam Itsbat Adzab al-Qabri 113. Dan al-Bukhari dalam at-Tarikh al-Kabir 1/147.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini sebanyak dua kali. Pada riwayat kedua ini Syekh Syuaib menulis catatan:

ﺣﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ، ﻭﻫﺬا ﺇﺳﻨﺎﺩ ﺣﺴﻦ. ﻭﻗﺪ ﺳﻠﻒ ﺑﻬﺬا اﻹﺳﻨﺎﺩ ﺑﺮﻗﻢ (14873) ﻓﺎﻧﻈﺮﻩ.

Ini hadist sahih. Sanad hadis ini adalah Hasan. Sabadnya telah dijelaskan di no 14873. Lihatlah. Pendapat ulama saat ini yang tergabung dalam web dibawah ini menegaskan bahwa hadis di atas tidaklah dlaif:

قلت : محمد و محمود شخص واحد اضطرب الرواة في اسمه ، و هو معروف النسب ، والده و جده معدودان في الصحابة ، ذكره البخاري في (( الكبير )) (1/148 ) و سكت عنه ، و ابن حبان في (( الثقات )) ( 5/373) ، و انظر : (( تعجيل المنفعة)) ( رقم : 1010 ) ، و (( تهذيب الكمال)) (28/121) . و الذي يظهر لي في هذا الإسناد أنه صالح ، لا بأس به ، فمعاذ : لا بأس به ، و قد سمع من جابر بغير واسطة ، و لو سلمنا رجحان رواية ابن إسحاق لكانت كذلك صالحة ، لحال ابن الجموح فهو مستور الحال ، و تنزل معاذ في الرواية عنه يقويه ، و الله أعلم .

http://www.ahlalhdeeth.com/vb/archive/index.php/t-3098.html

Ma'ruf Khozin, pengasuh Kajian Hadis Bulughul Maram di Masjid al-Akbar, Surabaya

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/ketika-nabi-berdoa-di-makam.html

Kamis, 10 September 2009

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik

Sidoarjo, Jalaludin Rumi. Ikatan Guru Taman Kanak-kanak dan Raudlatul Athfal (IGTK/RA) Muslimat NU Sidoarjo bekerjasama dengan Kodim 0816 Sidoarjo menggelar gebyar Tentara Nasional Indonesia (TNI) cilik di lapangan Kodim 0816 Sidoarjo, Sabtu (28/11).

Sekitar 6000 siswa/siswi TK dan RA se-Kabupaten Sidoarjo berseragam layaknya TNI. Mereka memadati lapangan Kodim 0816 Sidoarjo. Acara yang bertema gebyar TNI cilik Ayo tumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan bangun karakter cinta tanah air sejak dini berjalan meriah.

IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)
IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)


IGTK/RA Sidoarjo Gelar Gebyar TNI Cilik

Ketua Panitia Masfufah mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja dari IGTK/RA Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak, sekaligus menambah sikap dan keberanian serta percaya diri dalam bersosialisasi.

"Semoga dengan terselenggaranya acara ini anak-anak dapat mengetahui dan mengenal berbagai macam profesi yang berkaitan dengan TNI," harap Masfufah.

Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi

PJ Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto mengapresiasi terselenggaranya acara itu. Menurut Jonathan, dengan diadakannya gebyar TNI cilik mampu memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa TNI juga bagian dari pahlawan di Indonesia ini.

"Setelah diberikan pemahaman dan pengetahuan, saya berharap anak-anakku ini bisa merasakan menjadi pahlawan negara, sekaligus mengenal bahwa menjadi TNI juga merupakan pengabdian kepada negara seperti halnya menjadi seorang guru," kata Jonathan.

Dengan mengenakan seragam TNI, Jonathan mengaku bangga. Karena dirinya memakai dua lambang kebesaran yakni lambang sebagai bupati dan lambang dari Muslimat NU. "Ini merupakan kebanggaan, rasa cinta dan komitmen saya kepada anak-anak terhadap pembangunan dunia pendidikan adalah harga mati," aku Jonathan.

Jonathan menyatakan, bahwa dunia pendidikan adalah sesuatu yang benar-benar harus diperjuangkan. Pasalnya, melalui pendidikanlah bangsa ini bisa lebih maju, sejahtera, mandiri dan bisa berkompetisi dengan bangsa lain di seluruh dunia.

Acara gebyar TNI tersebut ditandai dengan pelepasan balon oleh PJ Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto dengan menggandeng dua anak atau peserta TNI cilik yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo serta para pengurus IGTK/RA Muslimat NU Cabang Sidoarjo. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63933/igtkra-sidoarjo-gelar-gebyar-tni-cilik

Jalaludin Rumi

Jumat, 31 Juli 2009

Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis

Jalaludin Rumi - Beredar foto seorang perempuan memeluk Ahok yang sedang sedih karena kasus hukum dugaan penistaan agama. Menurut berita di Detikcom, nama perempuan tersebut adalah Nana Riwayatie, kakak angkat Ahok.

Dalam berita yang beredar di media-media online, adegan mengharukan tersebut terjadi pasca sidang. "Usai sidang, wajah Ahok pun masih tampak sedih. Kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie, sampai memeluk Ahok dari belakang dan menenangkannya," tulis Detikcom kemarin (13/12/2016).

Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis - Jalaludin Rumi
Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis - Jalaludin Rumi


Sandiwara Ahok Dipeluk Sang Kakak Lagi Nangis

Namun, di media sosial, ada caption yang menyebutkan kalau foto tersebut terjadi sebelum persidangan. Perempuan berjilbab merah dengan pakaian warna biru tersebut tidak menampakkan wajahnya dalam foto.

Jalaludin Rumi

Di media-media lain pun, tidak ada foto di ruangan tersebut yang diambil dari sisi yang berbeda. Fotonya tunggal, adegan pelukan cuma ada dua yang didapatkan Jalaludin Rumi. Ini dua foto tanpa penampakan wajah perempuan tersebut.

Foto Ahok dipeluk kakak (1) Foto Ahok dipeluk kakak (2) Jalaludin Rumi tidak berhasil menemukan siapa sumber pertama pemilik foto Ahok dipeluk tersebut. Jawapos.com yang membuat berita tersebut hanya menyebut kalau foto itu awalnya hanya beredar di kalangan wartawan. "Melalui foto yang beredar di kalangan wartawan....", tulis Jawapos.com.

Demikian juga Poskotanews.com. Foto yang dimuat di situs tersebut hanya menyatakan, "Foto ini beredar di grup Whatsapp wartawan. Tampak seorang polisi ikut duduk di sisi lainnya dari kakak beradik itu," terang situs tersebut.

Jalaludin Rumi

Sekelas Detikcom juga hanya membuat berita dari sumber foto yang tidak jelas. "Dari foto yang diperoleh detikcom, Selasa (13/12/2016), Ahok tampak terduduk di salah satu ruangan di gedung lama PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Wajahnya tampak sedih," begitu Detikcom mengulas.

Sementara, komentar Nana bukan diperoleh dari yang bersangkutan, tapi dari pengacara. "Kak Nana bilang 'Sabar dan tetap tenang. Semua sudah diatur Tuhan'," kata pengacara Ahok, Ronny Talapessy menirukan ucapan Nana usai sidang di gedung lama PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016)," lanjut berita di Detikcom.

Karena sumber fotonya tidak jelas itulah, kalangan Anti Ahok menyebut kalau foto tersebut hanyalah sandiwara politik untuk pencitraan Ahok di mata publik. Mereka tidak percaya jika shoot kamera foto tersebut diambil tanpa sengaja sesuai angle adegan seperti nampak dalam foto.

Bahkan ada keterangan yang menyebutkan kalau Nana, kakak Ahok adalah perempuan yang pura-pura tampil berjilbab hanya untuk beradegan foto. Nana disebut mereka datang jauh-jauh dari Amerika untuk tujuan foto nangis dengan Ahok, yang menurut mereka, diambil bukan di persidangan, bahkan sebelum sidang dilakukan. Ini pendapat anti Ahok.

Adegan foto Ahok dipeluk kakak Menurut foto di atas, Nana adalah artis sinetron yang pernah membintangi Tiga Dara Mencari Cinta (1980) dan Tomboy (1981). Ada persiapan adegan juga, "kamera, roll, action!", lengkap dengan laki-laki yang siap menshoot fotonya itu.

Foto Ahok masih di ruang foto ia dipeluk kakaknya. Kakak Ahok berfoto Di grup WhatsApp Ukhuwah Islamiyah juga ada yang berpendapat nyinyir kepada kakak Ahok tersebut. Entah karena benci Ahok atau dia kenal kakaknya, sampai ada yang memajang foto kakak Ahok sedang beradegan yang menurut mereka tidak pantas, seperti penampakan di atas. Hati-hatilah dengan foto-foto tanpa sumber jelas. [Jalaludin Rumi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/sandiwara-ahok-dipeluk-sang-kakak-lagi-nangis.html

Minggu, 22 Maret 2009

Aksi NKRI Bersyariah Itu Politis, Ingin Berkuasa Tapi Menjual Agama

Jalaludin Rumi - "Aksi NKRI bersyariah itu politis, ingin berkuasa menjual nama Agama". Kutipan keras itu disampaikan tokoh utama pendiri Fahmina Institue, KH Husein Muhammad usai pengajian rutin Kamisan yang digelar Kamis (09/02/2017) lalu di Jalan Swasembada, Kota Cirebon.

Melalui pintu Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memang saat ini sedang dikoyak. Agama dijadikan alat oleh kelompok radikal untuk mempengaruhi masyarakat awam demi cita-cita khilafah islamiyah atau NKRI bersyariah untuk makar mengganti dasar negara Pancasila dalam sistem demokrasi, yang kini sedang menuju ke arah pendewasaan.

Aksi NKRI Bersyariah Itu Politis, Ingin Berkuasa Tapi Menjual Agama - Jalaludin Rumi
Aksi NKRI Bersyariah Itu Politis, Ingin Berkuasa Tapi Menjual Agama - Jalaludin Rumi


Aksi NKRI Bersyariah Itu Politis, Ingin Berkuasa Tapi Menjual Agama

Kini kelompok tersebut akan menghelat aksi besar-besaran pada Sabtu (11/02/2017) esok, setelah sebelumnya digelar aksi yang diberi tajuk 411 dan 212. Bukan hanya pemerintah di seluruh penjuru negeri, para ulama pun akhirnya bersatu dalam biduk kebersamaan menjaga Pancasila, konsensus atau kesepakatan bersama hidup berbangsa dan bernegara.

Demikian pula dengan KH Husein Muhammad, ia merasa risau dengan kondisi bangsa saat ini yang terlalu agresif dirongrong kelompok yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-MUI itu.

Jalaludin Rumi

Dengan tegas pria yang pernah mengenyam ilmu agama di Al-Azhar, Kairo, Mesir itu menjelaskan secara apik, bagaimana misi yang diemban kelompok tersebut dipastikan bukan atas nama bela agama yang kerap didengung-dengungkannya selama ini.

"Bukan atas nama agama, itu ingin merebut kekuasaan dengan cara apapun," tegas pria yang akrab disapa Buya Husein itu.

Jalaludin Rumi

Muhammad Abduh, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Kabupaten Cirebon ini, telah menegaskan dua hal bahwa sejak zaman dahulu kala pasca Rasulullah Muhammad SAW wafat, muncul Syiah, Khawarij dan kelompok lainnya. "Itu bukan karena persoalan agama, akan tetapi tafsir agama digunakan untuk berkuasa," terangnya

“Kemudian teks Al-Qur’an dan Hadist itu memiliki interpretasi macam-macam karena tidak ada otoritas tunggal dalam menetapkan maknanya. Itu pasca Nabi yang mulia wafat,” imbung buya Husein.

Problem utamanya adalah kelompok tersebut menggunakan masyarakat awam yang kebanyakan tentunya tidak mengerti tafsir teks Al-Qur’an untuk diajak seolah-olah aksinya adalah perintah agama.

"Pertanyaannya, agama yang mana, bukankah agama mengajarkan kita berbuat adil, tidak menebarkan fitnah, lemah lembut, kasih sayang kepada seluruh alam," bebernya.

"Sekarang pertanyaan sederhananya begini, apakah Islam memusuhi orang, menghancurkan manusia yang lain dan berbuat dzalim, tentu tidak. Untuk itu marilah menyampaikan kepada masyarakat meskipun ada teks dalam Al-Qurán, tapi diajarkan membunuh sesamanya itu bukan islami namanya, harus lihat konteknya dulu dalam segala sesuatu," lanjutnya. [Jalaludin Rumi]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/aksi-nkri-bersyariah-itu-politis-ingin-berkuasa-tapi-menjual-agama.html

Kamis, 15 September 2005

Hal Terpenting Setelah Membangun Masjid

Jember, Jalaludin Rumi. Wakil Ketua PCNU Jember, Jawa Timur H. Misbahussalam berpendapat, membangun masjid itu lebih gampang dibandingkan dengan memakmurkannya. Sebab, membangun masjid hanya bekerja satu kali, sementara memakmurkannya butuh kerja terus-menerus. Karena itu, menurut dia, yang terpenting adalah memikirkan dan mengupayakan agar masjid tetap "ramai" setelah selesai dibangun.

Sampai saat ini, lanjutnya, semangat masyarakat dalam membangun rumah ibadah baik itu masjid ataupun mushalla, masih cukup tinggi. Budaya gotong royong juga masih begitu melekat sehingga tidak heran di mana-mana berdiri masjid.

Hal Terpenting Setelah Membangun Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hal Terpenting Setelah Membangun Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)


Hal Terpenting Setelah Membangun Masjid

"Namun tak jarang setelah dibangun, selesai pula ramainya. Itu tidak benar. Masjid harus dimakmurkan, diramaikan dengan kegiatan ibadah dan keumatan," ujarnya usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid Sabilillah di Dusun Dampar, Desa Suren, Kecamatan Ledokombo (18/6).

Alumni Pesantren Salafiyah Syafiiyah Asembagus, Situbondo itu berharap agar masjid tersebut kelak dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh. Selain menjadi tempat kegiatan ibadah lima waktu, masjid juga perlu difungsikan untuk kegiatan keumatan, bahkan sosial. Dengan demikian, maka masjid tidak sepi. "Paling tidak, shalat jamaah lima waktu bisa dijalankan," harapnya.

Jalaludin Rumi

Harapan serupa juga disampaikan Ketua Lembaga Takmir Masjid NU Jember, H. A. Fauzi. Menurutnya, masjid yang dikelola dengan baik, tidak hanya berdampak pada melubernya jamaah tapi secara tidak langsung juga memberi imbas pada pelebelan jatidiri masjid itu sendiri.

Jalaludin Rumi

Sehingga, kata dia, kelompok lain yang tidak sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah, berpikir seribu kali untuk "merebut" masjid tersebut. "Banyak sudah masjid yang vakum, atau takmirnya tidak solid, tanpa terasa diambil alih oleh kelompok lain yang ternyata tidak seirama dengan paham Ahlussunah wal-Jamaah," jelasnya.

Pembangunan masjid Sabilillah diinisiasi oleh masyarakat Dusun Dampar dan difasilitasi oleh Lembaga Takmir Masjid NU Jember. Untuk dana awal, salah seorang pengusaha sekaligus tokoh NU, H. Arum Sabil berkenan menyumbang Rp 10 juta. (Aryudi AR/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69126/hal-terpenting-setelah-membangun-masjid

Jalaludin Rumi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock