Kamis, 02 Desember 2010

Presiden Iran: Tak Penting Barat Marah

Jakarta, Jalaludin Rumi. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengaku tak peduli jika Barat marah terhadap negaranya jika program pengembangan nuklirnya terus dilanjutkan. Tak penting mereka (Barat) marah, tegasnya.

Hal itu ia sampaikan di hadapan para hadirin peserta silaturrahmi antara Presiden Iran Ahmadinejad dengan sejumlah ulama dan tokoh nasional di Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (12/5) menanggapi kemungkinan reaksi keras Barat terhadap negaranya.

Diceritakan Presiden Ahmadinejad, pernyataan tegas itu ia sampaikan juga kepada tim dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang memeriksa program nuklirnya beberapa waktu lalu.

Presiden Iran: Tak Penting Barat Marah (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Iran: Tak Penting Barat Marah (Sumber Gambar : Nu Online)


Presiden Iran: Tak Penting Barat Marah

Bagi Presiden Ahmadinejad, saat ini sudah tak ada lagi istilah negara adikuasa, layaknya Amerika Serikat (AS), yang mampu menghegemoni dan mendominasi negara lain. Masa keadidayaan sudah berlalu. Masa kolonialisme sudah berlalu. Ketahuilah, bangsa Islam saat ini sudah bangkit, tegasnya disambut tepuk tangan para hadirin yang memenuhi ruangan pertemuan tersebut.

Diceritakan Presiden Ahmadinejad, kepada tim IAEA, ia mempertanyakan mengapa Iran dilarang mengembangkan program nuklir, sementara banyak negara-negara lain, termasuk AS sendiri juga melakukan hal yang sama.

Kalau nuklir dianggap buruk, kenapa kalian (Barat) memiliki. Kalau memang nuklir dianggap baik, kenapa kita (Iran) tidak boleh, ungkap Ahmadinejad yang sekali lagi disambut tepuk tangan hadirin.

Dipersoalkannya nuklir Iran oleh AS dan sekutunya, menurut Presiden Ahmadinejad, menunjukkan bahwa Barat tidak rela jika terjadi kemajuan di Iran dan dunia Islam. Kemajuan yang ia maksud terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jalaludin Rumi

Padahal, menurutnya, setiap bangsa dan juga setiap negara di dunia memiliki hak untuk maju, tak terkecuali Iran. Soal energi nuklir Iran, logika sederhananya, setiap negara memiliki hak untuk maju. Setiap negara memiliki hak untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, terangnya. (rif)

Jalaludin Rumi

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/4445/presiden-iran-tak-penting-barat-marah

Jalaludin Rumi

Syekh Jalaludin Rumi adalah seorang Sufi dan pemikir hebat, kami adalah pecinta Syech Jalaluddin Ar-Rumy..


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Jalaludin Rumi sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Jalaludin Rumi. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Jalaludin Rumi dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock